Sabtu, 30 Oktober 2021

1.1.a.10.2. Jurnal Refleksi CGP Angkatan 4 Tahun 2021 - Minggu 2

 Model 5: Connection, challenge, concept, change (4C)

 

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Tak terasa sudah dua minggu mengikuti Program Calon Guru Penggerak. Alhamdulillah bertambah ilmu, bertambah teman, bertambah semangat dan motivasi dalam mengajar.

Webinar yang kami ikuti dipandu oleh Ki Priyo Dwiarso. Beliau dibesarkan di lingkungan pendopo Taman Siswa. Pada tahun 1971 hingga 1978 beliau menjadi pengasuh Kuncup Mekar TVRI Yogya, Tahun 1977 menjadi seorang Art Director pada misi kesenian Muhibah ke Malaysia. Pada tahun 1976 hingga 2000 beliau menjabat sebagai pegawai Bank Indonesia, Lalu pada tahun 2001 hingga 2007 beliau menjabat sebagai kepala SPI BPR Mataram, Sekitar tahun 2006 hingga 2011 menabat sekjen Majelis Luhur Tamansiswa, Dan terakhir pada tahun 2011 hingga 2020 beliau menjadi anggota ML Taman Siswa.

Materi yang beliau sampaikan sangat menarik dan memotivasi. Keterkaitan materi yang saya dapat dengan peran saya sebagai Calon Guru Penggerak yaitu materinya berisi tentang pedagogik seorang guru sehingga sangat bermanfaat unttuk dapat saya terapkan sebagai seorang Calon Guru Penggerak untuk dapat mengembangkan jiwa dan mental sebagai seorang Pendidik dan Pengajar yang mampu mengembangkan bakat anak.

Ide, materi atau pendapat dari narasumber yang berbeda dari praktik yang saya jalankan selama ini, saya rasa tidak jauh berbeda. Hanya saja ide dan materi yang disampaikan lebih membuka pemikiran saya akan peran Guru dan Siswa dalam Pendidikan yang dapat memajukan pendidikan di Indonesia melalui Merdeka Belajar. Saya sebagai guru harus yang mampu menjadi orang tua kandung bagi siswa, mampu mengajak siswa belajar sambil bermain.

Anak bukan hanya merdeka lahir dan batin tetapi juga tenaganya. Kodrat sang anak yang masih kecil adalah surplus energi. Surplus energi harus kita salurkan pada hal-hal positif yang membangun pribadi dan karakter sang anak.

Tri sentra pendidikan yaitu pendidikan alam keluarga, pendidikan alam sekolah dan pendidikan alam masyarakat yang harus dijalani seorang anak sebagai wajar. Pendidikan keluarga adalah yang pertama dan utama sehingga harus ada kasih saying dalam keluarga agar dapat menumbuhkan pribadi dan karakter yang baik bagi sang anak.

Pada sekolah, anak diberi ilmu pengetahuan yang dapat digunakan untuk amaliah. Sementara pada pendidikan masyarakat (Pemuda), anak learning by doing melalui kegiatan pramuka, karang taruna, pecinta alam.

Apa yang disampaikan oleh Narasumber mengingatkan kenangan lawas pada saat saya masih duduk di bangku Sekolah dan memang sangat menyenangkan dapat belajar bebas terbimbing di alam terbuka, lalu melakukan kegiatan praktik dan juga kunjungan ke beberapa Pabrik di Lingkungan sekitar sebagai kegiatan wawancara dan menulis laporan.

Konsep-konsep utama yang Anda pelajari dan menurut Anda penting untuk terus dibawa selama menjadi Calon Guru Penggerak atau bahkan setelah menjadi Guru Penggerak adalah memfasilitasi peserta didik sebagaimana seorang petani merawat benih tanamannya agar dapat tumbuh sesuai kodratnya masing-masing. Para siswa dapat tumbuh dan berkembang mengikuti perkembangan yang sesuai dengan abad 21 secara cerdas dan berakhlak mulia dengan skill yang sesuai dengan potensi si anak.

Perubahan dalam diri Anda yang ingin Anda lakukan setelah mendapatkan materi pada minggu ini adalah terus menempa kemampuan IT saya dan terus memperbaiki diri dalam sikap dan mental seorang Guru yang menganut ajaran Ing Ngarso Sung Tulodho, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani.

Jangan mengharapkan perubahan besar jika tak mau melakukan perubahan kecil, yaitu perubahan dari diri sendiri untuk dapat membuat perubahan pada orang lain melalui teladan yang kita berikan.

Salam Guru Penggerak. Guru Bergerak, Indonesia Maju.

Wassalamu ‘alaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

Rabu, 27 Oktober 2021

Refleksi filosofis pemikiran KHD

Assalamu 'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh,

Berikut refleksi filosofis pemikiran KHD pada pembelajaran modul 1 yang saya kemas dalam tulisan.  

Pengetahuan dan pengalaman baru yang saya dapat setelah mempelajari secara mendalam pemikiran-pemikiran Ki Hadjar Dewantara adalah bagaimana cara memerdekakan dan membentuk karakter kemanusiaan yang cerdas dan beradab, sehingga sapat mencapai tujuan dan hasil pendidikan yang lebih baik.

Kekuatan saya dalam menerapkan pengetahuan dan pengalaman baru ini yaitu saya memiliki kemampuan menggunakan TIK sehingga dapat menerapkannya dalam pembelajaran sehari-hari. Siswa lebih antusias dan senang dalam mengikuti kegiatan pembelajaran yang berlangsung menyenangkan.

Hal-hal yang perlu saya ubah dari diri saya agar dapat menerapkan pengetahuan dan pengalaman baru ini adalah memperbaiki disiplin diri dan memanajemen waktu yang lebih maksimal agar semua aktivitas saya dapat berjalan dengan baik.

Setelah memahami pemikiran Ki Hadjar Dewantara, perubahan konkret yang akan saya lakukan yaitu menerapkan pemikiran Ki Hadjar Dewantara dalam kegiatan belajar mengajar sehari-hari di kelas yang saya ampu. Saya akan lebih menerapkan pembelajaran yang berpusat pada siswa dan sebagai guru menjadi fasilitator pembelajaran. 

 Demikian sajian sore ini. Semoga bermanfaat. Terima kasih.

Sabtu, 23 Oktober 2021

JURNAL REFLEKSI MINGGU I




Assalamu 'alaikum wr.wb,

Menjadi seorang Guru di kelas sekaligus menjadi seorang siswa pada program CGP merupakan satu perpaduan yang sangat selaras dengan dengan asas pendidikan tentang pendidikan sepanjang hayat. Sebagaimana dalam perspektif Islam bahwa pendidikan sepanjang hayat yaitu pendidikan atau proses belajar yang dilakukan secara terus-menerus berkesinambungan sejak anak dalam kandungan sampai meninggal dunia untuk memperoleh kehidupan yang makmur dan bahagia di dunia dan di akhirat.

Menjadi seorang guru dan CGP harus dapat memanajemen waktu dengan baik. MInggu ini saya tak dapat melaksanakan sepenuhnya pembelajaran di kelas, karena harus mendampingi siswa dan guru kelas V untuk melaksanakan simulasi ANBK. Terasa saya sudah sangat merindukan anak didik saya di kelas IV. 

Ditambah dengan adanya masalah yang dialami antara siswa kelas II dan V, sementara wali kelas tak berani mengambil tindakan. Kepala Sekolah sedang tidak di tempat dan masalah yang terjadi harus segera diselesaikan agar tidak sampai berlarut, dan seperti biasa, saya juga kerap merangkap sebagai guru bimbingan dan konseling untuk menyelesaikan masalah yang terjadi. 

Masalah yang terjadi adalah salah seorang siswa kelas V mengambil uang siswa kelas II , tapi tak mau mengakui perbuatannya dan tak ada saksi kecuali siswa yang uangnya dicuri dan teman dekatnya. Sehingga para guru kehabisan cara bagaimana cara mengorek keterangan dari si pelaku agar ia mau mengakui perbuatannya.

Disinilah peran saya dalam melaksanakan aksi nyata dalam menerapkan karakter Beriman dan Bertaqwa kepada Tuhan YME sebagai Profil Pelajar Pancasila dalam mengembangkan kerangka Merdeka Belajar.  Alhamdulillah dengan pendekatan secara personal, memanggil siswa yang bersangkutan secara terpisah, dan mengajak berbicara dengan memberi nasihat dan berdialog untuk mendengarkan alasan siswa, apa yang menjadi penyebab ia melakukan hal tidak terpuji tersebut. Komunikasi ini terjadi di ruangan khusus Kepala Sekolah. Sehingga siswa merasa aman dan nyaman dalam mengemukakan isi hatinya. 

Hal ini juga saya terapkan pada salah seorang siswa laki-laki kelas III yang kerap melakukan tindakan pelecehan dan kekerasan terhadap siswa perempuan. Saya dipercaya oleh Kepala Sekolah dan rekan guru untuk memberi pembinaan secara khusus. Dan Alhamdulillah, dengan berkomunikasi langsung 4 mata bersama siswa yang bermasalah diruang terpisah, serta melakukan pendekatan secara personal dapat lebih memaksimalkan upaya dalam memperbaiki akhlak siswa.

Umumnya mereka, siswa yang melakukan tindakan tak terpuji berlatar belakang ekonomi rendah, kurang perhatian orang tua dan belum mampu membaca. 

Saya berharap dengan belajar dan terus beajar sambil berkolaborasi bersama rekan guru, Kepala Sekolah, rekan CGP, PP dan Fasil, akan lebih mematangkan saya dalam mendidik dan mengajar serta menerapkan profil pelajar pancasila bagi para anak didik saya.  

Harapan saya, semoga kami para guru Indonesia dapat memajukan pendidikan yang mampu mencetak generasi cerdas berakhlak mulia.

Salam Guru Penggerak.