Jumat, 27 Mei 2022

Jurnal Refleksi - Minggu 21

Oleh : Yuliani, S.Pd


Assalamu 'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh,

Memasuki akhir bulan Mei 2022, bersamaan dengan kami berada di akhir modul 3.2. Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya.  Setelah mempelajari Modul 3.2 ini, diharapkan para CGP mampu mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi ekosistem sekolah, mengidentifikasi peran pemimpin dalam pengelolaan sumber daya, memahami pengelolaan sumber daya yang ada di sekolahnya dengan menggunakan pendekatan Pengembangan Komunitas berbasis Aset (Asset-Based Community Development/ABCD), memahami potensi sumber daya yang dimiliki lingkungan sekolahnya, serta mengevaluasi hasil pemetaan potensi sumber daya sekolahnya yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran murid. 

Sebenarnya, tidak ada tantangan yang sangat berarti bagi saya dalam memetakan dan memanfaatkan/memberdayakan aset / sumber daya di kelas dan sekolah tempat saya bertugas karena adanya komunikasi, kerja sama serta dukungan yang baik dari Kepala Sekolah, rekan guru dan warga sekolah. Namun saya harus memberi motivasi pada para rekan guru untuk dapat memperbaiki cara pandang dan  kemampuan beberapa rekan guru dalam pemanfaatan aset tersebut. Dan saya tidak menjadikan hal ini sebagai sebuah tantangan, namun sebagai sebuah upaya peningkatan mutu diri dan lingkungan. Kepala Sekolah memberi kesempatan bagi saya dan para guru untuk dapat mengembangkan diri demi meningkatkan mutu proses, hasil dan kualitas pembelajaran. 

Setelah mempelajari dengan seksama dan membaca ulang materi yang tersedia di LMS serta mendengarkan pengarahan dari Fasil dan Instruktur, saya merasa lebih bersemangat dalam mengikuti pembelajaran pemanfaatan dan pengelolaan aset / sumber daya. 

Pelajaran yang dapat saya ambil selama proses pembelajaran di Modul 3.2 dan pengimplementasiannya di kelas dan sekolah saya yaitu bahwa sebagai penunjang keberhasilan tujuan pendidikan, maka sekolah wajib membangun ekosistem yang dapat merangsang kreativitas para warganya. Cara pandang sekolah dalam melihat ekosistemnya, apakah sebagai kekuatan atau sebagai kekurangan, tentunya akan sangat mempengaruhi keberhasilan sebuah proses pembelajaran. Jika semua yang dimiliki sekolah dipandang sebagai suatu kekuatan, maka sekolah tidak akan berfokus pada kekurangan melainkan berupaya untuk dapat memanfaatkan dan memberdayakan semua aset / sumber daya yang dimiliki sekolah.

Belajar dari hal tersebut, Insya Allah saya akan melakukan aksi/tindakan nyata yaitu dengan senantiasa berpikir dan bertindak positif dalam melaksanakan pembelajaran. Selain itu, saya juga harus dapat memberdayakan dengan baik semua aset yang terdapat di kelas/sekolah tempat saya bertugas, agar tujuan yang diharapkan dapat tercapai. Setiap anak memiliki hak yang sama dalam memperoleh pendidikan yang baik, adil dan merata sesuai dengan kodratnya masing-masing. Setiap anak adalah pribadi yang unik dengan segala kelebihan dan kekurangannya yang harus kita pandang sebagai sebuah kekuatan sehingga dengan pikiran positif akan membuahkan hasil yang positif pula. Insya Allah.

Demikianlah Jurnal Refleksi Minggu ini yang dapat saya sampaikan.

Terima kasih. Salam guru Penggerak. Guru Bergerak, Indonesia Maju.

Wassalamu 'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh.


Sabtu, 21 Mei 2022

Jurnal Refleksi - Minggu 20

Oleh Yuliani, S.Pd

Guru Penggerak Angkatan 4 SDN 7 Nisam Kab. Aceh Utara


Assalamu 'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh,

Pada minggu ini kami mengikuti kegiatan Lokakarya 5 yang menyenangkan, tak terasa waktu sangat cepat berlalu. Komunikasi yang baik dan kolaborasi aktif antara Pengajar Praktik dan para CGP telah menghidupkan suasana menjadi nyaman dan menyenangkan.

Selama mengikuti kegiatan tersebut saya mendokumentasikan beberapa kegiatan yang saya anggap penting dan menarik sebagai sebuah kenang-kenangan belajar di PGP Angkatan 4. 

Alhamdulillah, saya tidak menemui hambatan atau kesulitan yang berarti selama mengikuti kegiatan pembelajaran baik di LMS maupun di Lokakarya.  Pada LMS, selain materi mudah dipahami, juga terdapat diskusi yang sangat menarik antara para CGP baik di LMS, Gmeet maupun melalui WhatsApp.

Banyak pelajaran yang saya dapatkan dari proses ini, diantaranya adalah bagaimana memetakan dan memanfaatkan 7 aset / modal sumber daya yang terdapat di lingkungan sekolah dan daerah sekolah kami berada, juga tak terlepas dari adanya kerjasama dan komunikasi yang baik

Setelah proses, saya mengetahui hal baru mengenai diri saya yaitu saya masih kurang percaya diri dalam mengimplementasikan ilmu yang saya peroleh pada PGP, namun dengan adanya sharing bersama Pengajar Praktik dan rekan CGP, perlahan rasa percaya diri saya mulai bangkit.

Insya Allah, ke depan saya akan mengimplementasikan semua yang ilmu yang saya peroleh baik melalui PGP dan lainnya agar dapat bermanfaat dalam mengembangkan orang lain agar kemampuan dan pemahaman saya semakin meningkat..

Tindakan yang akan saya lakukan setelah belajar dari peristiwa yang saya alami selama mengikuti PGP khususnya pada Modul 3.2 ini yaitu dengan terus menjaga kerja sama dan komunikasi dengan para pihak terkait serta mempraktekkan ilmu yang saya dapatkan pada anak didik di kelas yang saya ampu dan lingkungan belajar tempat saya bertugas. Berbagi pemahaman dan pengalaman baik tentunya akan menimbulkan peningkatan pada lingkungan kita.

Demikianlah Jurnal Refleksi Mingguan yang dapat saya sampaikan. Terima kasih. 

Salam Guru Penggerak. Guru Bergerak, Indonesia Maju.

Wassalamu 'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

Senin, 16 Mei 2022

3.1.a.10. Aksi Nyata

Oleh Yuliani, S.Pd

CGP Angkatan 4 Kab. Aceh Utara


Assalamu 'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillah puji syukur ke hadirat Allah SWT yang telah memberi saya rahmat kesehatan dan kesempatan sehingga saya dapat menyelesaikan artikel Aksi Nyata Modul 3.1 ini dengan baik. 

Terima kasih yang sebesar-besarnya saya sampaikan kepada Kemdikbud yang telah memberikan saya kesempatan untuk belajar dibawah binaan P4TK TK dan PLB, Bapak Budi Santosa selaku Instruktur Modul 3.1 , Bapak Muhammad selaku Fasilitator, Bapak M. Nasir, S.Pd selaku Pengajar Praktik, Ibu Zulhusniah, S.Pd selaku Kepala SD Negeri 7 Nisam, seluruh dewan guru dan anak didik di SDN 7 Nisam serta semua rekan CGP Kab. Aceh Utara.

A. Peristiwa (Fact)

1. Latar belakang tentang situasi yang dihadapi

Efek pembelajaran semi online dan libur menyebabkan kemampuan akademik murid menurun, murid sudah tidak dapat membaca dan berhitung dengan baik, bahkan ada yang tidak mengenal huruf. Di Kelas IV terdapat 16 orang murid. Sebanyak 3 orang murid lancar membaca, 5 murid mampu membaca sambil mengeja dan sisanya harus mendapat bimbingan khusus.

Untuk mengatasi hal ini, saya berkoordinasi dengan Kepala Sekolah. Saya meminta izin untuk tidak melakukan KBM sesuai Tema, namun selama 2 bulan pertama, saya habiskan waktu untuk membenahi ruang kelas dan membimbing para murid untuk dapat membaca lancar. Kami berfokus pada 3M yaitu Membaca, Menulis dan Menghitung.

Pembiasaan Membaca dan Menulis

Pembenahan Kelas 

2. Alasan melakukan aksi tersebut

Singkatnya pertemuan tatap muka, yaitu pukul 08.00 WIB hingga 11.00 WIB dengan jeda istirahat 30 menit menjadi alasan saya melakukan aksi tersebut. 2 bulan merupakan kesepakatan bersama para murid. Saya juga mempertimbangkan agar murid dapat mengerjakan tugas-tugas secara mandiri dan baik apabila mereka dapat membaca dan memahami instruksi tertulis dan materi yang terdapat pada buku teks. 

Agar kegiatan 3M berjalan dengan baik, tidak membosankan dan melibatkan keaktifan semua murid, saya menggunakan Media Audio Visual dan menyelingi kegiatan dengan Ice Breaking. Saya menekankan pada para murid agar senantiasa menjaga akhlak dan membuat kesepakatan kelas secara bersama demi penumbuhan karakter Profil Pelajar Pancasila dengan motto Adab dulu baru Ilmu.

Kegiatan Mendongeng 


Kegiatan Ice Breaking

3. Hasil aksi nyata yang dilakukan

Alhamdulillah aksi nyata yang saya lakukan membuahkan hasil seperti yang kami harapkan. Para murid sudah dapat membaca dengan lancar dan mereka sudah dapat melakukan operasi hitung dengan baik. Para murid di kelas IV sudah terbiasa dengan penerapan budaya positif yang kami sepakati. 

Walaupun saya tinggal ke luar kelas, karena ada keperluan ataupun memenuhi panggilan dari Kepala Sekolah, mereka tidak berkeliaran keluar kelas, namun tetap berada di dalam kelas dan berdiskusi tentang pelajaran yang sedang diberikan. Mereka saling membantu pada saat ada murid yang tidak memahami pelajaran atau belum mampu menyelesaikan tugas yang diberikan. Mereka senantiasa menjaga kebersihan dan kerapihan kelas secara bersama-sama.


Murid bermain tebak-tebakan sambil belajar

 
Salah seorang murid melempar stik dan mengajukan pertanyaan pada temannya yang menangkap stik

Sagoe Caroeng Glah Peut sudut membaca kelas 4


B. Perasaan (Feelings)

Pada awalnya saya sempat merasa ragu akan keberhasilan aksi nyata yang saya lakukan. Namun Alhamdulillah dengan kesungguhan dan kerja keras saya lakukan dengan mendapat dukungan penuh dari Kepala Sekolah, para rekan sejawat di SD Negeri 7 Nisam dan serta kolaborasi yang baik bersama para murid dan orang tua / wali murid, Aksi Nyata yang saya lakukan membuahkan hasil yang membuat saya merasa bahagia dan terharu.


C. Pembelajaran (Findings)

Selama dan setelah melaksanakan Aksi Nyata, saya mendapatkan pembelajaran yang sangat berharga. Pembelajaran berharga yang saya dapatkan adalah dalam mencapai sebuah kesuksesan sebuah tindakan, bukan hanya sekedar hebatnya rencana aksi yang dibuat, namun realisasinya secara nyata. Dukungan, kerja sama, kepercayaan, saling menghargai, saling menyayangi, memiliki satu tujuan bersama, rendah hati, berkomitmen dan bekerja keras sangat mempengaruhi keberhasilan kita.


D. Penerapan Ke Depan (Future)

Insya Allah untuk kegiatan yang akan saya terapkan ke depan adalah dengan menjaga dan terus meningkatkan pencapaian yang telah diraih serta mengimplementasikan kiat-kiat, ilmu dan hal-hal baik yang saya peroleh pada kelas yang saya ampu dan lingkungan belajar tempat saya bertugas agar dapat menginspirasi guru dan sekolah lain.

Demikianlah Artikel Aksi Nyata yang saya lakukan di SD Negeri 7 Nisam Kabupaten Aceh Utara. Semoga dapat bermanfaat bagi para pembaca.

Salam Guru Penggerak, Guru Bergerak Indonesia Maju.

Wassalamu 'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

Minggu, 15 Mei 2022

Jurnal Refleksi - Minggu 19

 Oleh : Yuliani, S.Pd


Assalamu 'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh,

Alhamdulillah, ini merupakan minggu ke tiga kami para CGP Kabupaten Aceh Utara mengikuti kegiatan PGP Angkatan 4 pada Modul 3.2. Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya. Semakin akhir, walau terasa semakin berat, apalagi nilai yang saya peroleh tidak mampu memberi kepuasan, tapi saya harus tetap semangat dan hepi mengikuti seluruh rangkaian kegiatan demi menjadi seorang guru yang berkualitas. Bukan hanya kualitas secara profesional, namun juga secara pedagogik bahkan bukan hanya menjadi seorang guru biasa, namun dapat menjadi pemimpin pembelajaran.

Hari pertama setelah libur beberapa waktu baik pada kegiatan belajar mengajar di sekolah maupun kegiatan belajar di LMS, yaitu tepatnya pada hari Senin, 9 Mei 2022 kami memulai belajar mandiri Modul 3.2. Di dalam materi 3.2.a.3. Mulai dari Diri - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya, kami diminta untuk menjawab beberapa pertanyaan yang bertujuan untuk mengaktifkan ulang pengetahuan awal kami tentang ekosistem sekolah dan peran pemimpin dalam pengelolaan sumber daya sekolah

Sementara pada hari ke dua, yaitu Selasa, 10 Mei 2022, saya mendapatkan Pendampingan Individu 4 dari Pengajar Praktik Bapak M. Nasir, S.Pd. Dalam kesempatan ini, saya diminta untuk mempraktikkan kegiatan coaching bersama salah seorang rekan guru yang ada di SDN 7 Nisam tempat saya bertugas, yaitu Ibu Marlaini, S.Pd.I. Alhamdulillah kegiatan PI-4 berjalan lancar dan menyenangkan. 

Selanjutnya, di Eksplorasi Konsep kami diminta untuk melakukan eksplorasi mandiri dengan menelaah konsep dasar tentang pengelolaan sumber daya dan kemudian mendiskusikannya bersama dengan CGP lainnya pada Forum Diskusi. Materi yang sangat menarik mengenai Pendekatan Pengembangan Komunitas Berbasis Aset (PKBA) untuk mengelola sumber daya sekolah kami. Selain itu kami juga menjawab 2 studi kasus yang disediakan. 

Alhamdulillah, saya mengalami hal baik dalam proses tersebut yaitu kami para CGP diharapkan dapat menanggapi kasus yang terjadi dari sudut pandang sebagai Kepala Sekolah secara bijaksana. Hal ini tentunya memotivasi diri untuk menjadi seorang yang mampu bertindak sebagai seorang pemimpin yang arif dan bijaksana.

Selama proses pembelajaran pada minggu ini, Alhamdulillah tidak ada hambatan atau kesulitan yang berarti bagi saya. Hal ini dikarenakan materi yang disajikan di LMS mudah untuk dipahami dan komunikasi antara CGP berjalan dengan baik.

Selama pembelajaran berlangsung, walau kelompok kami dalam kondisi kesehatan yang kurang stabil, namun kami tetap saling dukung dan membantu dalam penyelesaian tugas-tugas yang diberikan secara berkelompok. PP dan Fasil mengingatkan jadwal pembelajaran yang harus kami laksanakan.

Adanya dukungan, pengertian, menjaga komunikasi serta berkolaborasi menjadi sebuah pelajaran berharga bagi saya. Hal baru yang saya ketahui mengenai diri saya setelah proses ini yaitu bahwa saya dengan didukung oleh aset-aset yang ada di sekolah, Insya Allah akan dapat memberdayakan aset-aset sekolah sehingga dapat meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan yang berdampak pada mutu dan kualitas sekolah kami. 

Insya Allah, saya akan melakukan hal serupa di masa depan dengan lebih baik. Saya akan terus menjaga kerja sama dan komunikasi dengan para aktor pendidikan (pihak terkait), juga mengimplementasikan ilmu yang saya peroleh melaui PGP ini kepada para murid di kelas yang saya ampu dan lingkungan belajar tempat saya bertugas.

Demikianlah Jurnal Refleksi Minggu ini yang dapat saya sampaikan.

Terima kasih. Wassalamu 'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

Salam Guru Penggerak. Guru Bergerak Indonesia Maju.