Jumat, 05 Februari 2021

Taman Bacaan Masyarakat & Gerakan Literasi Sekolah

Oleh Yuliani, S.Pd

 Guru SD Negeri 7 Nisam Kab. Aceh Utara

Program Pelatihan Belajar Menulis pada hari Jum’at, 5 februari 2021 dengan moderator Om Cip dan Narasumber kita Bambang Purwanto, S.Kom yang lebih terkenal dengan sapaan Mr. Bams sang Pendekar Literasi dari Bandung Jawa Barat.

Mr. Bams berbagi pengalamannya dalam mengela Taman Bacaan Masyarakat (TBM). Beliau menceritakan niat awalnya mendirikan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) karena beliau senang dengan anak-anak. Kebiasaan sebagai pendongeng yang dimulai tahun 2004. Beliau senang bila anak-anak senang membaca dan bahagia bila melihat anak-anak rajin membaca.

Tepat tanggal 5 Oktober 2011, beliau menggunakan rumahnya yang telah ditempatinya sejak tahun 2007, sebagai TBM. Saat tahun 2011, Salwa puteri semata wayang mereka baru berusia 8 tahun. Setiap malam mereka menyiapkan buku cerita anak sebanyak 20. Majalah bobo 20 dan koran yang hari kemarin.

TBM awalnya bernama TBM Ayah Salwa. Ayah Salwa itu nama pendongeng dari Bambang Purwanto yang sudah ada sejak 2004. Buku, majalah dan koran yang setiap kami siapkan setiap malam disimpan di rak plastik  3 trap. Rak disimpan di teras halaman. Rumah mereka tidak ada pagarnya. Jadi walau rumah ditinggalkan, anak-anak bisa membaca buku yang sudah disiapkan.

Modal buku saat berdirinya TBM hanya sekitar 200. Buku berasal dari koleksi pribadi. Bila hari minggu beliau keluarkan meja. Buku-buku di rumah beliau pajang di atas meja. Anak-anak asik mampir ke rumah untuk melihat-lihat sampai membaca buku. Saat membuat tempat duduk dengan menggunakan bambu, orang lain menyangka beliau akan berjualan. Ada juga yang nyangka buat pos ronda.

Saat ini suasananya sudah mulai berbeda. Alas tanah sudah berganti jadi tembok. Anak-anak sudah merasa lebih nyaman. Suasana sore memang sangat menyenangkan buat anak-anak. Mereka asik bisa membaca buku.

Membaca buku artinya memakmurkan penulis. Karena karyanya bisa dinikmati. Layanan mereka gratis alias tidak bayar asal mau saja untuk datang ke rumah kami.

Pada tahun 2012 kami mendapatkan kejutan bisa membeli rumah yang hanya berbeda 3 rumah dari TBM. TBM blok D4 No 18 dan rumah tinggal di blok D4 No 26.

Pada tanggal 5 Oktober 2021, usia TBM AS Lebakwangi genap 10 tahun. TBM AS Lebakwangi bergabung dengan Forum TBM yang ada dari tingkat Kab/Kota, Provinsi dan Nasional.

Logo Forum TBM

Selain anak-anak yang dekat dengan rumah, mereka sering kedatangan anak-anak dari sekolah. Mereka jalan kaki menuju perumahan lebakwangi asri tempat TBM beroperasi.

  1. Kegiatan di TBM
  2. Baca buku
  3. Pinjam buku
  4. Mendongeng
  5. Belajar menulis (TK/SD)
  6. Belajar baca
  7. Mewarnai
  8. Menggambar
  9. Menulis Puisi
  10. Komputer
  11. Internet
  12. Main catur
  13. Puzzle
  14. Pelatihan
  15. Menulis resume
  16. dll

Perizinannya:

  1. Awalnya hanya membuat izin tetangga.
  2. Surat domisili dari Desa
  3. Akte Pendirian dari Notaris
  4. Ijin Operasional dari Dinas Pendidikan Kab Bandung.

Salah satu kegiatan pelatihan TIK.

Prestasi yang membanggakan buat mereka saat mendapatkan Sabilulungan Award  2018 dari Bapak Bupati Kab Bandung, Bapak Dadang Naser.

Informasi selengkapnya tentang TBM dapat anda simak di https://lebakwangimembaca.wordpress.com/

Penghargaan yang telah diraih TBM yaitu:

  1. Piala Juara 2 Pengelola TBM dalam Apresiasi PTK PAUDNI Berprestasi Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2013
  2. Piala Juara 1 Pengelola TBM dalam Apresiasi PTK PAUDNI Berprestasj Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2014
  3. Sabilulungan Award 2018 dari Bupati Kabupaten Bandung

Piala adalah penguji keikhlasan, piala hanya simbol penghargaan, penghormatan. Piala untuk mengukur seberapa ikhlas kita terus berjuang membangun TBM ini semakin bermanfaat.

Kegiatan paling seru Rampak Maca bareng Kepala Dinas Perpus Kab Bandung

Cara menarik minat anak membaca buku versus HP karena tak dapat dipungkiri gara gara PJJ anak-anak sudah pegang HP, mencari sesuatu pakai Google, jadi buku mulai tertinggalkan:

  1. Mulai dari diri sendiri.
  2. Di rumah perbanyak buku.
  3. Permudah akses buku dirumah.
  4. Biasakan membaca bersama.
  5. Bangun diskusi yang menarik bersama anak-anak di rumah
  6. Kita harus kerja keras membuat buku bisa kembali dibaca. Kita harus memberikan contoh, ini perjuangan semua. Makanya di sekolah ada kegiatan Gerakan Literasi Sekolah.

Cara mengelola TBM di Sekolah Dasar yang belum ada Petugas Khusus, sedang Guru kelas kurang, dan siswa banyak yaitu di sekolah namanya Perpustakaan, biar sesuai dengan lembaga formal. Ajaklah siswa untuk bersama mengelola buku yang ada. Misalnya saat isirahat dan pulang sekolah bisa dimanfaatkan untuk mengelola perpustakaan. Tentunya mereka dilatih terlebih dahulu agar bisa bertanggungjawab.  Mulailah mendiskusikan dengan bapak ibu guru yang mau melibatkan diri untuk menggelorakan GLS.

TBM bukanlah hanya kegiatan membaca saja. Akan tetapi bisa menjadi Pusat Kegiatan Pelibatan Masyarakat. Mereka pernah mengadakan kegiatan lomba memasak, akan tetapi mereka sejahari sebelumnya mencari informasi dari youtube. Mereka tidak hanya memasak, akan tetapi diajak menggunakan internet.

Cara untuk memperoleh bahan bacaan :

  1. Cari sponsor (orang tua, perusahaan sekitar sekolah). Walau tidak mudah.
  2. Buat program donasi buku
  3. Bisa juga kerjasama dengan program pinjam dari TBM yang ada di sekitar.
  4. Hubungi Dinas Perpustakaan, biasanya ada mobil perpus keliling.
  5. Komunitas 1001 buku itu rajin ngasih donasi buku.
  6. Gabung dengan komunitas / organisasi Forum TBM yang ada di Provinsinya masing-masing

Banyak kejutan saat kita mengelola buku. Menyediakan buku buat orang lain itu membuat bahagia kita semua.

Rabu, 03 Februari 2021

Bagaimana Menemukan Ide Dalam Menulis

Oleh : Yuliani, S.Pd

(Guru SDN 7 Nisam kab. Aceh Utara) 

Kuliah online dibawah bimbingan Om Jay, malam ini telah memasuki pertemuan yang ke -14. Bersama Mr. Bams sebagai moderator hebat dan Bapak Agus Sampurno sebagai Narasumber hebat.



Bapak Agus Sampurno saat ini menjabat sebagai Education specialist sekaligus Ketua Yayasan Pendidikan Sorowako Sulawesi Selatan. Sebelumnya dari tahun 2015 hingga Oktober 2020 beliau adalah Konsultan sekolah dan Project Leader pada Putera Sampoerna Foundation School Development Outreach Jakarta. Pada tahun 2018 menjadi Master Trainer Sertifikasi BNSP.

Setelah kurang lebih 13 tahun menjadi guru dan Koordinator kurikulum di Global Jaya International School Jakarta, beliau mengelola sekolah dan mengajar menjadi Kepala sekolah Ananda Islamic School Jakarta Barat.

Penghargaan yang diraih pada

  1. Blog Pendidikan terbaik Detik.com pada tahun 2009
  2. Sebagai guru Microsoft Indonesian Innovative Educators pada tahun 2010. 
  3. Guru Era Baru oleh Acer Indonesia pada tahun 2011
  4. Blog terbaik dari  Deutsche Welle Germany pada tahun 2012
  5. Sebagai Penulis Buku Program Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (SM-3T) pada tahun 2014
  6. Pengkaji Naskah Pustekkom Jakarta dan juri pada event yang diselenggarakan  KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi)  juri pada lomba inovasi pembelajaran TK-SMA sejak tahun 2014

Malam ini Bapak Agus Sampurno membawakan tema kuliah yaitu Ide Dalam Menulis. Materi yang beliau sampaikan :

  1. Sebanyak 90% ide tulisan muncul ketika Anda tidak peduli dengan apa yang orang lain katakan mengenai tulisan anda. Dan hanya 10% keberhasilan menulis baru mengenai seberapa anda konsisten dalam menulis. 
    • Bukan berarti kita tidak melakukan perbaikan atas kritikan terhadap tulisan kita. 
    • Silakan lakukan perbaikan jika yang mengkritik anda adalah orang yg punya karya. Saat ini jamannya praktisi dan bukan jamannya seorang ahli. 
    • Seorang ahli akan membantai tulisan kita sedemikian rupa. Karena ia meninjau dari sisi teori. 
    • Sementara seorang praktisi akan mengkritik dengan caranya sendiri karena ia tahu bahwa perjuangan seseorang untuk ada di posisi sekarang tidaklah mudah. 
    • Kritik hanya akan mengundang kebuntuan dalam berkarya jika ditelan mentah mentah.
    • Menerima kritik dengan tetap menghargai pencapaian diri sendirilah yang paling penting.
  2. Menulislah dengan hati, mengeditlah dengan pikiran.
  3. Hambatan penulis terjadi ketika ia terlalu menghakimi diri sendiri saat mulai menulis.
  4. Mengedit sebuah tulisan adalah sebuah upaya pembersihan dan akan terasa membosankan serta bisa juga membuat frustrasi, tetapi juga bersifat terapeutik atau hal yang baik bagi kegiatan menulis anda. Mengedit seperti yang sering kita lakukan dalam kehidupan kita. Buang jauh yang tak perlu. Utamakan yang inti.
  5. Tiga prinsip dalam menulis. 1) Sederhanakan pesan Anda. 2) Buatlah tulisan Anda menyenangkan, menakutkan, menegangkan, atau mendidik.3) Buatlah tulisan Anda begitu menarik sehingga seseorang pasti sudah gila untuk tidak membacanya.
  6. "Menulis dengan baik berarti berpikir dengan baik. Jika Anda tidak dapat menulis dengan baik, itu berarti Anda tidak dapat berpikir dengan baik. Tetapi menulis hanyalah langkah pertama. Menulis ulang juga penting. Dan ... apa itu menulis ulang? Menulis ulang adalah memikirkan ulang.ide tulisan anda" -(David Perell)
  7. Tulisan awal Anda akan seperti air kotor, tetapi semakin banyak Anda menulis, semakin bersih “air kreatif” Anda.
  8. Pisahkan kegiatan antara mencari ide dan menulis. Carilah ide dan buatlah daftar. Baru kemudian ambil stu persatu untuk anda tuliskan.
  9. Kegiatan mengedit tulisan sama pentingnya dengan menulis itu sendiri. Jika anda membaca tulisan di blog yang 'mentah' itu berarti nafsu si penulis hanya menerbitkan (posting) dan bukan mempersembahkan buah pikiran nya yang terbaik
  10. Membuat sebuah judul tulisan adalah sebuah seni tersendiri. Teruslah berlatih.
  11. konsisten lah dalam menulis, anda akan menemukan diri anda sebagai penulis saat anda konsisten
  12. Jangan pernah berpikir untuk punya ide anda sendiri. lakukan ATM terus menerus amati tiru dan modifikasi. Penyakit seorang penulis adalah memaksa dirinya keluarkan hal yang asli produk dari dirinya. akibatnya ia malah tidak pernah menulis.
    • Ada istilah 'nothing new under the sun's artinya di dunia ini sebenarnya tdk ada yang sama sekali baru. Artinya bapak hanya harus temukan siapa penulis yang anda sukai. Pelajari dan lakukan modifikasi. Semakin sering anda lakukan riset dan lihat keunikannya maka anda akan melahirkan keunikan anda sendiri.
    • ATM adalah cara untuk seorang penulis menyusun tenaga agar bisa konsisten kemudian punya gayanya sendiri.
  13. Bagaimana menjadi sosok yang berbeda di internet? Cari keunikan anda, pelajari sebuah hal yang akan jadi brand anda, jika sudah punya brand lanjutkan dengan mengajarkan orang lain.

Kriteria tulisan dikatakan "mentah" atau sudah dari hati

  1. Mentah berarti si penulis langsung menekan tanda 'terbitkan' saat menulis blog di internet tanpa membaca kembali.
  2. Tulisan banyak typo.
  3. Kalimat berputar putar.
  4. Baca yang keras tulisan yg Anda hasilkan.
  5. Sensitifkan telinga anda dan tempatkan diri sebagai orang yang akan membaca.
  6. Jika semua sudah dilakukan maka apa pun ide dan gaya bahasa yang Anda tulis akan berasa 'matang'.

Membuat judul berarti membuat sesuatu pernyataan yang membuat orang tertarik. Berikut teknik membuat judul (5 Persuasive Words That Controls Minds) :

  1. You (Anda)
  2. Free (Bebas atau gratis)
  3. New (Baru atau terkini)
  4. Now (Sekarang)
  5. Secret (Rahasia)

Gunakan kata kata diatas dalam elemen judul yang anda ingin buat untuk tulisan anda.

Contoh judul :

  1. Tips bagi anda, guru kreatif dalam menaklukan kelas yang pasif selama PJJ.
  2. Gratis untuk anda, resep membuat video pembelajaran yang memukau siswa.
  3. Aplikasi terkini pembelajaran jarak jauh.
  4. Temukan sekarang, 10 penyebab murid malas saat pembelajaran jarak jauh.
  5. Tujuh rahasia guru yang dirindukan siswanya saat PJJ.

Cara dalam merangkai kalimat, agar renyah dibaca, dan fokus dalam satu alur cerita dengan mengedit tulisan tersebut. Makin sering kita mengedit tulisan diri sendiri mungkin kita akan sedih betapa banyak kata dan kalimat yang dipotong. Jangan berhenti pada perasaan sedih. Perbaiki mindset, tanamkan bahwa kalimat dan kata kata yang dibabat dalam proses adalah jalan anda menuju fokus sebuah tulisan.

Ada pola umum dalam sebuah tulisan yang digemari orang. Berikut ini konteks untuk penulisan di media online :

  1. Judul menarik 
  2. Tulisan tidak terlalu panjang
  3. Mengungkapkan sisi pribadi boleh saja. Namun saran saya hindari saja kecuali anda sudah sekelas @Om Jay AKPS PGRI 
  4. Kekinian 
  5. Tulisan mengalir
Sebagai kalimat penutup beliau menyampaikan, "Menulis berarti mengasah pikiran. Kata mengasah disini anda berarti menyingkirkan hal hal yang membuat tulisan anda kurang tajam. Caranya dengan menempatkan proses mencari ide sama penting nya dengan proses menulis itu sendiri. Hal lain adalah kegiatan mengedit tulisan berarti anda sedang memastikan bahwa pikiran anda sudah tajam untuk disampaikan pada pembaca".

Terima kasih Pak Agus atas ilmu yang telah dibagikan kepada kami dan semoga sajian resume saya pada malam ini dapat bermanfaat. 

Terima kasih.


Senin, 01 Februari 2021

Lomba Blog dengan Mantra Om Jay

 Oleh Yuliani, S.Pd

(Guru SDN 7 Nisam Kab. Aceh Utara)

Karena Moderator dan Narasumber berhalangan, malam ini Om Jay lah yang bertugas mengisi kuliah Belajar Menulis. Sebagai pembuka beliau mengumumkan lomba blog PGRI di https://terbitkanbukugratis.id/wijaya/01/2021/lomba-blog-pgri-di-bulan-februari-2021/ dan https://wijayalabs.com/2021/01/31/lomba-blog-pgri-bulan-februari-2021/ .

Beliau mengingatkan peserta untuk membuat resume hasil karya sendiri dan kelak akan menjelma menjadi buka yang enak dibaca. Kita bisa menulis setiap hari karena peoses membaca setiap hari. Bila itu dilakukan terus menerus, maka membaca dan menulis akan menajdi sebuah kebutuhan seperti halnya makan dan minum.

Salam takziah kita sampaikan atas kepergian Bapak Sahiri Hermawan, dan pengurus PGRI lainnya yang telah dipanggil oleh Allah. Semoga diampuni semua dosanya dan diterima amal ibadahnya. Al Fatihah. Aamiin.

Satu per satu pengurus PGRI dipanggil pulang, sementara itu belum banyak jejak digital ditinggalkan. Oleh karena itu, Om Jay mengajak peserta semua untuk menulis dan menerbitkan buku sebelum ajal menjemput.

Ulasan Pak Thamrin dari pihak penerbit buku dapat disimak selengkapnya  di https://terbitkanbukugratis.id/dian-kelana/08/2020/bagaimana-posting-di-blog-yptd/

Salah seorang sahabat Om Jay Bang Dian Kelana dipanggil pulang. Beliau meninggal pada tanggal 1 Januari 2021. Namun sebelum berpulang, beliau sudah membuat satu buku dan menuliskan sebuah artikel di blog YPTD. Judulnya bagaimana posting di Blog YPTD. Sampai hari ini, sudah lebih dari 600-an orang berkunjung dan membaca tulisannnya.

Siaran langsung di Youtube, untuk mengenang kepergian beliau di https://youtu.be/Ab9YOBplCUs

Informasi lengkap tentang siapa Bang Dian Kelana dapat kita simak di https://diankelana.web.id/ Almarhum meninggalkan jejak tulisannya di https://terbitkanbukugratis.id/author/dian-kelana/ , https://terbitkanbukugratis.id/dian-kelana/11/2020/belajar-jadi-orang-yang-bermanfaat/

Om Jay terharu dan menangis di malam sunyi. Orang baik rezekinya baik dan akan bertemu orang baik. Itulah falsafah hidup yang Om Jay pegang. Akhir Tahun 2019, mereka sempat mengisi workshop pembuatan dan penulisan buku di desa talang babungo, Solok Sumatera Barat.

Om Jay copas sedikit tulisan beliau, beliau menyambut tawaran di group WA tersebut dan menyatakan siap, deal. Lalu mulailah Om Jay merangkum, mengedit dan mendaftarkan naskah yang sudah lengkap tersebut ke Pak Thamrin untuk pengurusan ISBN dan pencetakannya.  Setelah berproses, akhirnya terbitlah buku kumpulan artikel Omjay yang di Kompasiana itu, dengan judul; “Agar PJJ Tak Lagi Membosankan”

Om Jay tidak lelah sebagai sukarelawan YPTD. Selagi dibutuhkan Om Jay tetap siap membantu, karena niat awal Om Jay memang ingin menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain dan menjadikan apa yang bisa Om Jay lakukan ini sebagai ladang amal Om Jay. Insya Allah.

Om Jay kagum dengan Bang Dian Kelana, beliau selain menjadi blogger, juga belajar menjadi seorang youtuber. Tak ada yang mengajarinya, karena beliau hanya tamat sekolah dasar. Begitulah kata beliau ketika Om Jay tanyakan Bang Dian kuliah dimana?

Menulis di blog akan membuat kita menjadi terbiasa menulis karena kita berlatih menulis setiap hari. Untuk menjaga konsistensi dalam menulis, biasanya Om Jay melakukan ola kerja yang Om Jay buat sendiri. Berikut ini tulisan Om Jay, https://terbitkanbukugratis.id/wijaya/01/2021/inilah-cara-Om Jay-menjaga-konsistensi-dalam-menulis/

Oleh akrena itu, Om Jay membuat tantangan menulis setiap hari di bulan Februari tahun ini di PGRI. Sudah mulai banyak yang menuliskannya hari ini. Salah satuanya tulisan bu Aaam, https://terbitkanbukugratis.id/aam-nurhasanah/02/2021/kisah-inspiratif-28-hari-guru-ngeblog-di-yptd-www-terbitkanbukugratis-id/

Om Jay juga membaca salah satu tulisan blogger di hari pertamanya ikut lomba blog di https://terbitkanbukugratis.id/aidi-kamil-baihaki/02/2021/menulis-di-hari-pertama/

Om Jay ingin banyak guru bisa menulis di blog dan juga bisa bicara di depan umum. Oleh karena itu, dibantu kawan kawan yang luar biasa, kita membuka kelas belaar menulis 40njam dan belajar bicara 36 jam, https://youtu.be/Y6KUo5z6pf4  

Saat ini Om Jay membuka email, dan betapa terkejutnya Om Jay karena sudah ada sekitar 30 orang blogger menulis di blognya, dan memeriahkan lomba blog di bulan februari ini di hari pertama.

Yang mau ikutan lomba blog bisa mengirimkan email ke omjaylabs@gmail.com. Salah satu peserta lomba adalah Saudara Dionisius Agus Puguh Santosa, seorang Guru di SMP Mitra Kasih Banjar dengan alamat email mrdionmks01@gmail.com sangat membuat Om Jay terharu dan bahagia.

Om Jay optimis ada 50 buku lebih bisa diterbitkan di penerbit yayasana Pusaka Thamrin Dahlan bila kita komitmen menulis selama sebulan ini. Akan ada 28 artikel yang siap menjelma menjadi sebuah buku yang indah dan enak dibaca. Bukunya terbit GRATIS dan ber-ISBN. Kawan-kawan hanya diminta untuk komitmen dan menjaga konsistensi dalam menulis.

Informasi seputar lomba blog dapat di simak di :

https://www.gurupenggerakindonesia.com/pengumuman-pemenang-lomba-blog-guru-tingkat-nasional-dalam-rangka-hari-kemerdekaan-republik-indonesia-ke-75/

https://www.gurupenggerakindonesia.com/inilah-3-orang-guru-blogger-pemenang-lomba-blog-bulan-bahasa-dan-sumpah-pemuda/

Kriteria Lomba:

  1. Tulisan harus diposting setap hari, bila gagal, maka tidak bisa menjadi pemenang, namun tulisannya masih tetap bisa dijadikan buku solo bila menulis 28 artikel atau lebih. 
  2. Lomba terbuka utk semua guru dan semua jenjang anggota PGRI.
  3. Mekanisme lomba blog dapat diintip di http://wijayalabs.com
  4. Setiap artikel yang akan kita posting di blog pribadi kita dan di blog terbitkanbukugratis.id harus menyertakan logo PGRI dan IG TIK PGRI.

Langkah yang harus kita lakukan, supaya Kita memiliki ciri khas dalam penulisan di Blog adalah pertama pertahankan gaya menulis kita dan jangan terpengaruh dengan gaya menulis orang lain. 

Strategi khusus agar tulisan yang kita buat tidak keluar dari alur yaitu banyak membaca tulisan orang lain dan banyak berlatih menulis dari apa yang disukai dan kuasai.

Sebuah pertanyaan muncul dalam benak Om Jay. Bisakah saya menjadi doktor teknologi pendidikan?  Sebuah pertanyaan yang hanya bisa dijawab dengan kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas hingga tuntas.

Beliau mengenang kembali perjalanan perkuliahan. Tahun 2014 saya mulai kuliah S3 di jurusan Teknologi Pendidikan UNJ Rawamangun Jakarta Timur. Seorang kawan yang baik hati mendokumentasikan kuliah perdana kami di Kampus Universitas Negeri Jakarta. Tak terasa waktu 7 tahun berlalu begitu cepat. Kini sudah berada di bulan Februari 2021.

Kawan-kawan sekelas sudah banyak yang ujian terbuka disaksikan keluarga tercinta, dan mendapatkan gelar doktor ilmu teknologi pendidikan Universitas Negeri Jakarta. Bahagia melihat mereka di wisuda bersama wisudawan.

Mantra Ajaib Om Jay yang penting kita ingat yaitu “Menulislah setiap hari dan buktikan apa yang terjadi”.

Makasih Om Jay.

Berbagi Ilmu Melalui Tulisan

Oleh Yuliani, S.Pd

(Guru SDN 7 Nisam Kab. Aceh Utara)

 

Semakin hari semakin menarik dan penuh tantangan dalam menulis, namun perlahan Insya Allah dapat beliau atasi dengan tekat  dan kemauan dengan bimbingan para master hebat di Grup Belajar Menulis Gelombang 17 dibawah naungan Om Jay.

Narasumber malam ini adalah Pak Yulius Roma Patandean, S.Pd. Pria kelahiran 6 Juli 1988 ini adalah salah satu alumni kelas belajar menulis gelombang 8, yang bukunya sudah tembus 2 kali ke penerbit mayor. Intip profil beliau dapat di https://romadean.blogspot.com/2021/01/profil.html

Beliau berbagi topik tentang Menulis dan Berbagi yang meupakan pengalamannya dalam menunjang produktifitas menulis.

Buku-buku yang sudah ditulisnya antara lain Buku Digital Transformation telah diterbitkan oleh Penerbit ANDI dan menyusul Buku berjudul Flipped Classroom yang akan diterbitkan juga oleh Penerbit ANDI. Kedua buku ini adalah tulisan kolaborasinya dengan Prof. Richardus Eko Indrajit.

Buku Guru Menulis Guru Berkarya adalah buku kumpulan resume Pelatihan Belajar Menulis gelombang 8. Sementara Buku Tetesan Di Ujung Pena adalah buku kumpulan puisi yang beliau tulis di bulan September-Desember 2020. Kedua buku ini beliau terbitkan di Penerbit Indie.

Beliau yakin bahwa kita semua memiliki ide dan pengalaman yang bisa dituliskan. Kita memiliki karunia untuk menulis. Tinggal bagaimana mengolah kedua hal ini untuk menjadi penopang tulisan yang terstruktur menjadi sebuah buku.

Membuat resume dari materi-materi yang disampaikan narasumber adalah salah satu cara melatih keaktifan kita untuk menulis. Jadikanlah menulis resume adalah menu wajib sekaligus alarm bagi kita untuk konsisten menulis. Mengapa resume? Karena resume inilah yang paling mudah kita bahasakan saat kita mulai belajar menulis. Kontennya sudah ada, tinggal diolah dan diberi bumbu kreatifitas mengolah kata-kata sehingga bahasanya renyah untuk dibaca (Kata Omjay dan Pak Mukminin).

Menulislah tanpa beban, seperti air yang mengalir dari ketinggian, di mana ia akan berhenti di tempat yang datar untuk menjadi satu kumpulan yang besar. Demikianlah kata demi kata yang kita tuliskan, sedikit demi sedikit, pada akhirnya akan terkumpul menjadi naskah yang bisa dibukukan.

Menurut format aturan UNESCO, minimal isi buku adalah 40 halaman. Nah, untuk mencoba membuat buku dengan standar ini, menulis minimal 20 resume dalam Pelatihan Belajar Menulis PGRI ini menjadi kewajiban yang harus bapak/ibu guru lakukan. Jika tiap resume menghasilkan masing-masing 5 halaman ukuran kertas A5, maka 20 resume sudah menghasilkan 100 halaman naskah buku.

Selesaikan resume bapak/ibu, dan segera miliki mahkota menulis, yakni hasil karya ber-ISBN yang akan diabadikan oleh negara di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Untuk penerbitannya, hubungi Pak Brian untuk mendapatkan informasi seputar penerbit Indie, bisa hubungi ibu Sri Sugiastuti, pak Mukminin dan tentunya Omjay terkait penerbitan mayor.

Lalu kenapa menulis harus berbagi? Sesuai dengan pengalaman beliau, membagikan praktik-praktik baik tentang menulis kepada orang lain adalah pemberi motivasi bagi beliau untuk terus menulis. Walaupun harus diakui bahwa motivasi menulis guru-guru di tiap daerah itu berbeda-beda.

Selain membagikan tulisan di blog ke grup WA sekolah dan media sosial, beliau juga ikut menuliskan artikel di https://guruberbagi.kemdikbud.go.id/artikel/pjj-dengan-perpaduan-kelas-virtual-4-plus-1/ dan https://guruberbagi.kemdikbud.go.id/artikel/belajar-efektif-dari-rumah-di-masa-darurat-covid-19/

Disamping tulisan dibaca oleh guru-guru, kemdikbud juga memberikan bonus paket data. Tambahan untuk mendukung PJJ di tempat beliau yang masih akan berlangsung hingga 1 April 2021, sesuai instruksi Gubernur.

Selain itu beliau berbagi ke rekan-rekan kerja di sekolah, termasuk mengajak rekan-rekan guru dari sekolah lain untuk menulis. Supaya mereka termotivasi, beliau yang memberi bukti lebih dulu. Beliau menulis puisi dan terbit jadi sebuah buku.

Akhirnya ada 2 rekan guru bahasa Indonesia yang berminat. Beliau mengajak mereka menulis yang paling mudah mereka lakukan, yakni menulis puisi.

Setelah dua bulan berjalan akhirnya terkumpul 71 puisi yang siap dibukukan dengan judul buku Merajut Asa di Badai Korona.  Buku ini sementara dalam proses terbit. Luar biasanya prof. Richardus Eko Indrajit memberikan pengantar dalam buku puisi yang beliau tulis dengan dengan rekan guru dari sekolah beliau tersebut.

Beliau berbagi demikian untuk memberikan motivasi ke rekan-rekan guru di sekolah dan daerah beliau, terlebih buat bapak/ibu sekalian yang ada di grup belajar menulis ini, bahwa menulis itu bisa kita lakukan.

Terlebih bagi guru-guru PNS yang ada di grup menulis PGRI ini, mari kita menjadi pionir untuk mengkampanyekan naik pangkat secara bermartabat lewat karya tulis kita, salah satunya menulis buku ber-ISBN.

Buku kumpulan resume adalah buku yang berisi juga tentang pendidikan, yakni metode penulisan dan sebagainya, seperti yang termuat dalam Buku 4 Pembinaan dan Pengembangan Profesi Guru tentang Buku dalam Bidang Pendidikan, nah ketika kumpulan resume ini telah kita olah sedemikian rupa kemudian diterbitkan jadi buku ber-ISBN, tentunya bisa digunakan untuk naik pangkat.

Buku dalam bidang pendidikan yang dicetak oleh penerbit dan ber-ISBN, nilainya 3. Sementara buku yang dicetak oleh penerbit namun  tidak ber-ISBN nilainya 1,5.

Untuk bergabung di laman guru berbagi, https://guruberbagi.kemdikbud.go.id maka mendaftar terlebih dahulu menggunakan akun SIM PKB.

Setelah kita sudah memiliki akun, maka kita bisa log in, setelah log in tampilan berandanya seperti ini. Ada dua pilihan bagi guru untuk berbagi, yakni berbagi RPP dan berbagi Artikel.

Ketentuan Teknis Berbagi Artikel Refleksi Pembelajaran

Telah mengunggah RPP yang menjadi dasar refleksi.

Jumlah kata dalam artikel minimal 300 kata dan maksimal 1000 kata.

Artikel berupa refleksi pembelajaran atau praktik baik pengelolaan pembelajaran secara daring ataupun luring.

Setelah klik SIMPAN, maka Artikel Anda akan berstatus DRAF.

Klik Ajukan, untuk mengajukan ke Kurator Mapel terkait.

Artikel Anda akan muncul di situs portal apabila telah disetujui oleh admin, dengan sebelumnya melalui mekanisme kurasi oleh pihak yang berkompeten.

Artikel Refleksi

Judul artikel menarik dan menggambarkan isi artikel

Menceritakan pengalaman pembelajaran berkaitan dengan RPP yang diunggah.

Refleksi pembelajaran yang dilakukan, …

Jika berpedoman ke Buku 4 Pembinaan dan Pengembangan Profesi Guru tahun 2019, buku kumpulan cerpen minimal 10 cerpen. Menulis cerpen ini sementara juga beliau kembangkan dengan beberapa guru untuk menulis cerpen dan dibukukan untuk diterbitkan. Buku dengan minimal 10 cerpen masuk dalam kategori kompleks dengan angka kredit 4. Namun, kita juga bisa menulis buku cerpen ber-ISBN kategori sederhana sebanyak minimal 5 cerpen dengan angka kredit 2. Menulis cerpen yg bisa dinilaikan 5 cerpen mendapatkan nilai 2 termasuk karya sederhana. Dan 10 cerpen nilai 4 termasuk karya yg kompleks

Di zaman yang serba canggih seperti sekarang, berbagi informasi atau tulisan tentang ilmu yang baru rasa-rasanya membutuhkan perjuangan yang ekstra jika dibanding membagi undangan makan-makan atau informasi barang diskonan. Cara yang tepat atau trik khusus agar tepat memilih orang untuk kita bagikan tulisan tersebut adalah trik pedagang keliling seperti yang disampaikan Omjay, share saja berulang-ulang, suatu saat pasti ada yang berminat. Beliau sering share tulisan blog  di medsos, namun lebih banyak yang tidak terbaca dari pada terbacanya. Terkait minat pembaca sebenarnya ada hubungannya dengan tipe teman-teman kita di medsos, kalau tipe teman-teman kita lebih banyak pembuat canda, maka tulisan yang kita share minimal judulnya bernada lucu, kemudian tambahkan gambar/foto yang mendukung narasi kita.

Sebagai penutup materi, beliau menyampaikan kata-kata motivasinya, “Menulislah seperti air mengalir, setiap ada kendala selalu ada jalan keluarnya, seperti air yang senantiasa mencari celah baginya untuk mengalir. Tantangan terbesar menulis adalah diri kita. Jadi mari kalahkan diri kita agar kita konsisten menulis di tengah keterbatasan yang melingkupi kita”.

Terima kasih Pak Roma. Banyak jalan menuju Roma ya Pak Roma 😀

Menerbitkan Buku Semakin Mudah

Oleh Yuliani, S.Pd

(Guru SDN 7 Nisam Kab. Aceh Utara)

Malam ini Mr. Bambs sebagai moderator mendampingi Pak Raimundus Brian Prasetyawan, S.Pd sebagai Narasumber pada pertemuan yang ke sebelas di Grup Belajar Menulis Gel.17 dengan tema "Menerbitkan Buku Semakin Mudah di Penerbit Indie". Informasi tentang disimak pada link http://www.praszetyawan.com/p/profil.html

Dahulu kita mengira, menerbitkan buku itu suatu khayalan tinggi yang susah atau lama tercapai, karena kita tahunya penerbit mayor yang bukunya ada di toko buku. Kita pun tahu kalau kirim naskah ke penerbit mayor ada kemungkinan ditolak. Ketika naskah diterima pun proses penerbitannya sangat lama. Kini ada penerbit indie yang bisa menjawab rintangan-rintangan tersebut, Naskah pasti diterbitkan dan proses penerbitan mudah dan cepat.

Di penerbit indie, kita perlu keluar biaya untuk mendapat fasilitas pra cetak penerbitan. Bagi penulis pemula, penerbit indie menjadi solusi untuk bisa mewujudkan impian memiliki buku karya sendiri. Beliau sendiri sebenarnya sudah punya keinginan menulis buku pada tahun 2014. “Beliau sudah berniat membuat buku tutorial blog. Waktu itu blm buku blog khusus guru. Namun Beliau tidak punya mentor yang membimbing. Beliau tidak tahu harus masuk di komunitas apa. Beliau tidak punya banyak referensi tentang dunia penerbitan”, ungkapnya.

Selanjutnya, beliau menambahkan, “Beliau hanya tahu satu tempat menerbitkan buku secara mandiri yaitu nulisbuku.com. Disitu memang gratis tapi tidak termasuk fasilitas desain cover dan ISBN. Jika mau dua hal itu harus bayar. Biayanya mungkin hampir sejuta. Ketika itu beliau masih kuliah. Tidak mungkin untuk mengeluarkan biaya sebesar itu. Semangat beliau naik-turun dan akhirnya vakum. File naskah tersimpan saja di dalam laptop. Namun akhirnya Pada Awal 2019 beliau mulai bangkit lagi karena tidak sengaja menemukan hashtag di Instagram tentang penerbit Indie. Mata beliau terbuka bahwa menerbitkan buku sekarang lebih mudah dan banyak pilihan penerbit indie”.

Beliau bersemangat menyelesaikan naskahnya. Naskah tutorial blognya dirombak untuk dibuat menjadi buku panduan blog khusus guru. Karena buku tutorial blog secara umum sudah banyak. Tapi buku blog yang khusus untuk guru belum banyak. Hingga akhirnya pada Oktober 2020 beliau mengirim naskah buku pertama beliau ke salah satu penerbit Indie.

Perlu waktu 3 bulan untuk menunggu sampai buku terbit. Akhirnya pada akhir Januari 2020, buku pertama beliau terbit. Ini buku pertama beliau https://www.praszetyawan.com/2020/02/buku-blog-untuk-guru-era-40.html

4 penerbit indie :

1. Kamila Press milik Cak Imin

2. Penerbit rekanan beliau (Pak Brian)

3. YPTD

4. Penerbit rekanan Bu Kanjeng

Sebaiknnya bapak/ibu lakukan adalah memahami betul ketentuan tiap penerbit dan memilih yang cocok dengan bapak/ibu. Karena keempat penerbit itu memiliki penawaran dan ketentuan yang berbeda-beda

Apakah benar hanya dengan 300.000 bisa menerbitkan buku ber-ISBN ? Dapatkan jawabannya di http://www.praszetyawan.com/2021/01/butuh-bantuan-menerbitkan-buku-disini.html

Ada ketentuan khusus yang harus diperhatikan. Jika dilihat di poster, tidak tercantum fasilitas editing. Maka beliau ataupun penerbit tidak melakukan editing terhadap naskah bapak/ibu. Salah ketik maupun penulisan yang kurang pas lainnya tidak dikoreksi oleh penerbit. Kemudian jika ingin cetak ulang lagi, harus di penerbit rekanan beliau. Jumlah minimal cetak yaitu 10 eksemplar.

Diposter ada keterangan bahwa 300,000 itu untuk maksimal 130 halaman A5. Jika lebih dari itu akan kena biaya tambahan. Yang tidak kalah penting adalah jangan memberi target kapan buku harus selesai terbit. Karena naskah harus mengantri untuk diproses. Proses penerbitan paling cepat 1 bulan. Maka nanti sebelum terbit, bapak/ibu akan diberi naskah buku PDF (dengan watermark) untuk dicek kembali. Jangan lupa naskah buku  juga disertai kelengkapan naskah yaitu:

cover ( judul buku dan nama penulis saja),

Prakata,

daftar isi (tanpa nomor halaman),

profil penulis,

sinopsis (3 paragraf. Masing-masing paragraf 3 kalimat)

Prakata wajib ada dan ditulis oleh penulis sendiri. Kata Pengantar ditulis oleh orang lain dan tidak wajib ada. Biasanya peserta belajar menulis minta kata pengantar ke Om Jay.

Tips dalam mengedit naskah:

  1. Penulisan kata jangan disingkat-singkat (yg, tdk, blm)
  2. Jangan sampai ada tulisan yang salah ketik (Typo)
  3. Satu Paragraf jangan berisi terlalu banyak kalimat
  4. Mulailah membiasakan membuat kalimat yang pendek-pendek. Kalimat panjang cenderung akan membingungkan.
  5. Setiap bab baru selalu dimulai di halaman baru. Jangan digabung dengan bab sebelumnya

Tidak ada ketentuan terkait minimal jumlah halaman. Biasanya buku kumpulan resume pasti bisa lebih dari 90 halaman A5.

Di penerbit rekanan beliau ada empat macam biaya

  1. biaya penerbitan
  2. biaya kelebihan halaman (jika lebih dari 130 halaman)
  3. Biaya cetak ulang (harga per buku)
  4. biaya ongkir

Biaya yang sudah pasti adalah biaya penerbitan dan biaya ongkir. Kita tidak akan kena biaya kelebihan halaman jika naskah kita jumlah halamannya kurang dari 130 halaman A5. Biaya cetak ulang adalah biaya ketika kita mau cetak lagi bukunya. Harga per buku untuk cetak ulang tergantung jumlah halaman. Jadi ini adalah biaya yang paling minimal.

Pengaruh yang jelas terlihat dalam kehidupan Pak Brian adalah terbentuknya personal branding yaitu guru penulis. Karena guru penulis akan mendapat berbagai peluang. Misalnya diundang menjadi narasumber, mendapat/menciptakan project di dunia menulis, dan tentu berlatih menjadi wirausaha yaitu menjual buku.

Demikian tulisan saya malam ini, semoga bermanfaat.

7 Teknik Menulis Resume Jadi Buku

Oleh Yuliani, S.Pd

(Guru SDN 7 Nisam Kab. Aceh Utara)

Senin malam, 25 Januari 2021 merupakan pertemuan ke sepuluh kegiatan menimba ilmu bersama para penulis hebat dibawah bimbingan Om Jay pada Grup WA, Grup Belajar Menulis Gel. 17. Mr. Bams memandu kuliah dengan mendoakan semua anggota Grup dalam keadaan sehat dan yang sakit agar segera sehat.

Bu Aam Nurhasanah, S.Pd yang paling heboh dan super happy (Hehehe, peace Bu Aam) menjadi narasumber pada malam ini. Selengkapnya tentang Bu Aam dapat di akses melalui https://aamnurhasanah12.blogspot.com/2021/01/intip-profilku-yuks.html

Setelah menyapa kami, Bu Aam menceritakan awal beliau mengenal Mr.Bams sebagai moderator keceh.  Dahulu, beliau adalah peserta kelas belajar menulis gelombang 8. Saat itu Mr. Bams dengan apik menjadi ketua kelas yang bertugas sebagai pemimpin absensi, rekap daftar hadir,  rekap link blog, juga setiap minggu selalu menjadi moderator andal yang selalu memukau. Kekaguman beliau terhadap Mr.Bams menyebabkan beliau ingin mengikuti beliau sebagai moderator di kelas belajar menulis di sesi berikutnya. Sayang dahulu beliau tidak fokus dan akhirnya ditinggalkan Mr.Bams, Bu Noralia Purwa, Cak Mukminin, dan teman-teman gelombang 8.

Beliau mendapat kekuatan baru dan ikut lagi gelombang berikutnya. Beliau akhirnya lulus di gelombang 12 dan berhasil menerbitkan buku hasil dari kumpulan 20 resume, dari 20 narasumber hebat yang sudah berbagi di kelas belajar menulis Om Jay dan PGRI. Sejak menjadi alumni gelombang 12, sejak saat itulah beliau tergabung dalam formasi anggota Tim Om Jay yang bertugas sebagai moderator. Supaya pengalaman tidak hilang, pengalaman moderator pun, beliau kemas menjadi sebuah buku. Begitulah awal kisah beliau menjadi moderator.

7 teknik menulis resume jadi buku

1. Mengumpulkan resume dalam file word

Saat kita memposting tugas resume, hendaknya kita simpan juga filenya di word. Itu akan memudahkan kita untuk menyusun naskah buku nanti

2. Menentukan tema

Pengalaman beliau saat mengikuti kelas belajar menulis adalah memilih tema yang sama untuk bisa dijadikan satu bab. Misalnya ada narasumber bahas tentang penerbitan misal Penerbit Mayor (PT Andi) atau Penerbit indie(Gemala, Kamila Pres, YPTD), itu dibisa di satu file kan.

Jika ada narasumber yang memuat motivasi, atau membahas teknik menulis buku, itu juga bisa menjadi bab terpisah.

3. Membuat TOC (TABLE OF CONTENT)/ Daftar isi

Bisa dibuat berdasarkan dari kumpulan tema yang kita buat tadi. Misalnya Bab 1 isinya tentang kelas belajar menulis. Ada sudut pandang kita yang berisi pengalaman saat mengikuti kelas belajar menulis yang tadinya berpikir menulis itu susah, ternyata menulis itu terasa mudah.

4. Mulai mengembangkan TOC

Saat menulis naskah, jangan dulu melakukan revisi. Tuangkan ide yang berserak di sekitar kita

5. Review, revisi, dan edit naskah

Jika naskah sudah selesai diketik, baru peserta lakukan sunting ejaan berdasarkan kitab PUEBI(Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia). Hal ini untuk meminimalisir typo atau salah ketik.

6. Lengkapi Sinopsis buku

Jika naskah sudah selasai, mintalah kata pengantar kepada Omjay. Kata sambutan kepada orang terdekat atau orang terpandang.  Jangan lupa profil penulis buku disimpan di halaman paling belakang. Sinopsis dibuat  untuk menarik  perhatian pembaca.

7. Kirim ke Penerbit

Jika naskah sudah rampung, segera kirimkan ke penerbit. Biasanya prosesnya 1-2 bulan. Tergantung antrean percetakan.

Cara meramu resume kita menjadi sajian yg menarik di buku:

  1. Tentukan tema yang sama, lalu bisa dipisah menjadi bab. 
  2. Tambahkan pengalaman pribadi agar buku terasa hidup dan berbeda.

Tips agar buku yang telah kita terbitkan banyak diminati oleh calon pembaca

  1. Rajin bersilaturahmi
  2. Sering say hallo
  3. Sering komunikasi
  4. Tentunya jangan sombong dan selalu mau berbagi
  5. Jangan lupa bisa share di komunitas dan medsos kita misal FB, IG, twitter, atau WA.

Daftar pustaka, kita cantumkan bila kita ambil sumber dari buku lain. Jika hanya paparan dari narasumber saja, tidak usah pakai daftar pustaka.

Seorang pemenang adalah seseorang yang berhasil menaklukan tantangan. Coba lawan ketidakfokusan kita. Sesibuk apapun kita, harus bisa membagi waktu. Jika kita bisa meluangkan waktu dan berhasil melawan semua tantangan dan godaannya, kita akan berhasil melewatinya.Mayoritas peserta meminta kata pegantar dari Om Jay. Karena Om Jay yang buka kelas belajar menulis ini. Penerbit indie memiliki tarif yang berbeda-beda dan ketentuan yang berbeda pula. Kalau ingin yang gratis bisa di YPTD. Namun naskah harus sudah siap cetak dan isi naskah ditanggung oleh penulis. Syarat di YPTD harus menerbitkan 10 postingan.

Gaya selingkung adalah gaya pengutipan ketika kita mengambil sumber dari buku lain.

Dalam pelatihan menulis, tujuan akhir nya adalah bisa menulis, dan karyanya bisa diterbitkan. Tetapi itu tak mudah, karena ada banyak halangan dan rintangan, terutamanya dari diri sendiri. Caranya adalah tentukan niat dan tekad yang kuat. Karena setiap guru pasti bisa menulis. Menulis itu butuh keterampilan. Harus diasah setiap hari. Layaknya pisau, semakin tajam bila selalu diasah. Begitupun keterampilan menulis kita. Jika kita sudah mulai terbiasa menulis, dan berhasil menaklukan 20 resume, kita akan bisa menerbitkan buku sendiri. Semuanya pasti bisa menerbitkan buku.

Trik jitu resume. 

  1. Jika narsum beri link blog, main ke blognya. 
  2. Pilih satu artikel yang menarik untuk di bahas. 
  3. Jika narsum memberikan PPT, ceritakan inti dari PPT nya. 
  4. Jika narsum beri link youtube, ceritakan inti isi materinya.

 Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi para pembaca yang budiman.

Best Practice Literasi dan Numerasi

Oleh Yuliani, S.Pd Assalamu 'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh, Alhamdulillah saat ini penulis telah menyelesaikan rangkaian kegiatan ...