Oleh Yuliani, S.Pd
(Guru SDN 7 Nisam Kab. Aceh Utara)
Malam ini Mr. Bambs sebagai moderator mendampingi Pak Raimundus Brian Prasetyawan, S.Pd sebagai Narasumber pada pertemuan yang ke sebelas di Grup Belajar Menulis Gel.17 dengan tema "Menerbitkan Buku Semakin Mudah di Penerbit Indie". Informasi tentang disimak pada link http://www.praszetyawan.com/p/profil.html
Dahulu kita mengira, menerbitkan
buku itu suatu khayalan tinggi yang susah atau lama tercapai, karena kita
tahunya penerbit mayor yang bukunya ada di toko buku. Kita pun tahu kalau kirim
naskah ke penerbit mayor ada kemungkinan ditolak. Ketika naskah diterima pun
proses penerbitannya sangat lama. Kini ada penerbit indie yang bisa menjawab
rintangan-rintangan tersebut, Naskah pasti diterbitkan dan proses
penerbitan mudah dan cepat.
Di penerbit indie, kita perlu
keluar biaya untuk mendapat fasilitas pra cetak penerbitan. Bagi penulis
pemula, penerbit indie menjadi solusi untuk bisa mewujudkan impian memiliki
buku karya sendiri. Beliau sendiri sebenarnya sudah punya keinginan menulis
buku pada tahun 2014. “Beliau sudah berniat membuat buku tutorial blog. Waktu
itu blm buku blog khusus guru. Namun Beliau tidak punya mentor yang membimbing.
Beliau tidak tahu harus masuk di komunitas apa. Beliau tidak punya banyak
referensi tentang dunia penerbitan”, ungkapnya.
Selanjutnya, beliau menambahkan,
“Beliau hanya tahu satu tempat menerbitkan buku secara mandiri yaitu
nulisbuku.com. Disitu memang gratis tapi tidak termasuk fasilitas desain cover
dan ISBN. Jika mau dua hal itu harus bayar. Biayanya mungkin hampir sejuta.
Ketika itu beliau masih kuliah. Tidak mungkin untuk mengeluarkan biaya sebesar
itu. Semangat beliau naik-turun dan akhirnya vakum. File naskah tersimpan saja
di dalam laptop. Namun akhirnya Pada Awal 2019 beliau mulai bangkit lagi karena
tidak sengaja menemukan hashtag di Instagram tentang penerbit Indie. Mata beliau
terbuka bahwa menerbitkan buku sekarang lebih mudah dan banyak pilihan penerbit
indie”.
Beliau bersemangat menyelesaikan
naskahnya. Naskah tutorial blognya dirombak untuk dibuat menjadi buku panduan
blog khusus guru. Karena buku tutorial blog secara umum sudah banyak. Tapi buku
blog yang khusus untuk guru belum banyak. Hingga akhirnya pada Oktober 2020 beliau
mengirim naskah buku pertama beliau ke salah satu penerbit Indie.
Perlu waktu 3 bulan untuk
menunggu sampai buku terbit. Akhirnya pada akhir Januari 2020, buku pertama beliau
terbit. Ini buku pertama beliau https://www.praszetyawan.com/2020/02/buku-blog-untuk-guru-era-40.html
4 penerbit indie :
1. Kamila Press milik Cak Imin
2. Penerbit rekanan beliau (Pak
Brian)
3. YPTD
4. Penerbit rekanan Bu Kanjeng
Sebaiknnya bapak/ibu lakukan
adalah memahami betul ketentuan tiap penerbit dan memilih yang cocok dengan
bapak/ibu. Karena keempat penerbit itu memiliki penawaran dan ketentuan yang
berbeda-beda
Apakah benar hanya dengan 300.000
bisa menerbitkan buku ber-ISBN ? Dapatkan jawabannya di http://www.praszetyawan.com/2021/01/butuh-bantuan-menerbitkan-buku-disini.html
Ada ketentuan khusus yang harus
diperhatikan. Jika dilihat di poster, tidak tercantum fasilitas editing. Maka beliau
ataupun penerbit tidak melakukan editing terhadap naskah bapak/ibu. Salah ketik
maupun penulisan yang kurang pas lainnya tidak dikoreksi oleh penerbit.
Kemudian jika ingin cetak ulang lagi, harus di penerbit rekanan beliau. Jumlah
minimal cetak yaitu 10 eksemplar.
Diposter ada keterangan bahwa
300,000 itu untuk maksimal 130 halaman A5. Jika lebih dari itu akan kena biaya
tambahan. Yang tidak kalah penting adalah jangan memberi target kapan buku
harus selesai terbit. Karena naskah harus mengantri untuk diproses. Proses
penerbitan paling cepat 1 bulan. Maka nanti sebelum terbit, bapak/ibu akan
diberi naskah buku PDF (dengan watermark) untuk dicek kembali. Jangan lupa
naskah buku juga disertai kelengkapan
naskah yaitu:
cover ( judul buku dan nama
penulis saja),
Prakata,
daftar isi (tanpa nomor halaman),
profil penulis,
sinopsis (3 paragraf.
Masing-masing paragraf 3 kalimat)
Prakata wajib ada dan ditulis
oleh penulis sendiri. Kata Pengantar ditulis oleh orang lain dan tidak wajib
ada. Biasanya peserta belajar menulis minta kata pengantar ke Om Jay.
Tips dalam mengedit naskah:
- Penulisan kata jangan disingkat-singkat (yg, tdk, blm)
- Jangan sampai ada tulisan yang salah ketik (Typo)
- Satu Paragraf jangan berisi terlalu banyak kalimat
- Mulailah membiasakan membuat kalimat yang pendek-pendek. Kalimat panjang cenderung akan membingungkan.
- Setiap bab baru selalu dimulai di halaman baru. Jangan digabung dengan bab sebelumnya
Tidak ada ketentuan terkait
minimal jumlah halaman. Biasanya buku kumpulan resume pasti bisa lebih dari 90
halaman A5.
Di penerbit rekanan beliau ada
empat macam biaya
- biaya penerbitan
- biaya kelebihan halaman (jika lebih dari 130 halaman)
- Biaya cetak ulang (harga per buku)
- biaya ongkir
Biaya yang sudah pasti adalah
biaya penerbitan dan biaya ongkir. Kita tidak akan kena biaya kelebihan halaman
jika naskah kita jumlah halamannya kurang dari 130 halaman A5. Biaya cetak
ulang adalah biaya ketika kita mau cetak lagi bukunya. Harga per buku untuk
cetak ulang tergantung jumlah halaman. Jadi ini adalah biaya yang paling
minimal.
Pengaruh yang jelas terlihat dalam
kehidupan Pak Brian adalah terbentuknya personal branding yaitu guru penulis.
Karena guru penulis akan mendapat berbagai peluang. Misalnya diundang menjadi
narasumber, mendapat/menciptakan project di dunia menulis, dan tentu berlatih
menjadi wirausaha yaitu menjual buku.
Demikian tulisan saya malam ini, semoga bermanfaat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar