Senin, 01 Februari 2021

Menerbitkan Buku Semakin Mudah

Oleh Yuliani, S.Pd

(Guru SDN 7 Nisam Kab. Aceh Utara)

Malam ini Mr. Bambs sebagai moderator mendampingi Pak Raimundus Brian Prasetyawan, S.Pd sebagai Narasumber pada pertemuan yang ke sebelas di Grup Belajar Menulis Gel.17 dengan tema "Menerbitkan Buku Semakin Mudah di Penerbit Indie". Informasi tentang disimak pada link http://www.praszetyawan.com/p/profil.html

Dahulu kita mengira, menerbitkan buku itu suatu khayalan tinggi yang susah atau lama tercapai, karena kita tahunya penerbit mayor yang bukunya ada di toko buku. Kita pun tahu kalau kirim naskah ke penerbit mayor ada kemungkinan ditolak. Ketika naskah diterima pun proses penerbitannya sangat lama. Kini ada penerbit indie yang bisa menjawab rintangan-rintangan tersebut, Naskah pasti diterbitkan dan proses penerbitan mudah dan cepat.

Di penerbit indie, kita perlu keluar biaya untuk mendapat fasilitas pra cetak penerbitan. Bagi penulis pemula, penerbit indie menjadi solusi untuk bisa mewujudkan impian memiliki buku karya sendiri. Beliau sendiri sebenarnya sudah punya keinginan menulis buku pada tahun 2014. “Beliau sudah berniat membuat buku tutorial blog. Waktu itu blm buku blog khusus guru. Namun Beliau tidak punya mentor yang membimbing. Beliau tidak tahu harus masuk di komunitas apa. Beliau tidak punya banyak referensi tentang dunia penerbitan”, ungkapnya.

Selanjutnya, beliau menambahkan, “Beliau hanya tahu satu tempat menerbitkan buku secara mandiri yaitu nulisbuku.com. Disitu memang gratis tapi tidak termasuk fasilitas desain cover dan ISBN. Jika mau dua hal itu harus bayar. Biayanya mungkin hampir sejuta. Ketika itu beliau masih kuliah. Tidak mungkin untuk mengeluarkan biaya sebesar itu. Semangat beliau naik-turun dan akhirnya vakum. File naskah tersimpan saja di dalam laptop. Namun akhirnya Pada Awal 2019 beliau mulai bangkit lagi karena tidak sengaja menemukan hashtag di Instagram tentang penerbit Indie. Mata beliau terbuka bahwa menerbitkan buku sekarang lebih mudah dan banyak pilihan penerbit indie”.

Beliau bersemangat menyelesaikan naskahnya. Naskah tutorial blognya dirombak untuk dibuat menjadi buku panduan blog khusus guru. Karena buku tutorial blog secara umum sudah banyak. Tapi buku blog yang khusus untuk guru belum banyak. Hingga akhirnya pada Oktober 2020 beliau mengirim naskah buku pertama beliau ke salah satu penerbit Indie.

Perlu waktu 3 bulan untuk menunggu sampai buku terbit. Akhirnya pada akhir Januari 2020, buku pertama beliau terbit. Ini buku pertama beliau https://www.praszetyawan.com/2020/02/buku-blog-untuk-guru-era-40.html

4 penerbit indie :

1. Kamila Press milik Cak Imin

2. Penerbit rekanan beliau (Pak Brian)

3. YPTD

4. Penerbit rekanan Bu Kanjeng

Sebaiknnya bapak/ibu lakukan adalah memahami betul ketentuan tiap penerbit dan memilih yang cocok dengan bapak/ibu. Karena keempat penerbit itu memiliki penawaran dan ketentuan yang berbeda-beda

Apakah benar hanya dengan 300.000 bisa menerbitkan buku ber-ISBN ? Dapatkan jawabannya di http://www.praszetyawan.com/2021/01/butuh-bantuan-menerbitkan-buku-disini.html

Ada ketentuan khusus yang harus diperhatikan. Jika dilihat di poster, tidak tercantum fasilitas editing. Maka beliau ataupun penerbit tidak melakukan editing terhadap naskah bapak/ibu. Salah ketik maupun penulisan yang kurang pas lainnya tidak dikoreksi oleh penerbit. Kemudian jika ingin cetak ulang lagi, harus di penerbit rekanan beliau. Jumlah minimal cetak yaitu 10 eksemplar.

Diposter ada keterangan bahwa 300,000 itu untuk maksimal 130 halaman A5. Jika lebih dari itu akan kena biaya tambahan. Yang tidak kalah penting adalah jangan memberi target kapan buku harus selesai terbit. Karena naskah harus mengantri untuk diproses. Proses penerbitan paling cepat 1 bulan. Maka nanti sebelum terbit, bapak/ibu akan diberi naskah buku PDF (dengan watermark) untuk dicek kembali. Jangan lupa naskah buku  juga disertai kelengkapan naskah yaitu:

cover ( judul buku dan nama penulis saja),

Prakata,

daftar isi (tanpa nomor halaman),

profil penulis,

sinopsis (3 paragraf. Masing-masing paragraf 3 kalimat)

Prakata wajib ada dan ditulis oleh penulis sendiri. Kata Pengantar ditulis oleh orang lain dan tidak wajib ada. Biasanya peserta belajar menulis minta kata pengantar ke Om Jay.

Tips dalam mengedit naskah:

  1. Penulisan kata jangan disingkat-singkat (yg, tdk, blm)
  2. Jangan sampai ada tulisan yang salah ketik (Typo)
  3. Satu Paragraf jangan berisi terlalu banyak kalimat
  4. Mulailah membiasakan membuat kalimat yang pendek-pendek. Kalimat panjang cenderung akan membingungkan.
  5. Setiap bab baru selalu dimulai di halaman baru. Jangan digabung dengan bab sebelumnya

Tidak ada ketentuan terkait minimal jumlah halaman. Biasanya buku kumpulan resume pasti bisa lebih dari 90 halaman A5.

Di penerbit rekanan beliau ada empat macam biaya

  1. biaya penerbitan
  2. biaya kelebihan halaman (jika lebih dari 130 halaman)
  3. Biaya cetak ulang (harga per buku)
  4. biaya ongkir

Biaya yang sudah pasti adalah biaya penerbitan dan biaya ongkir. Kita tidak akan kena biaya kelebihan halaman jika naskah kita jumlah halamannya kurang dari 130 halaman A5. Biaya cetak ulang adalah biaya ketika kita mau cetak lagi bukunya. Harga per buku untuk cetak ulang tergantung jumlah halaman. Jadi ini adalah biaya yang paling minimal.

Pengaruh yang jelas terlihat dalam kehidupan Pak Brian adalah terbentuknya personal branding yaitu guru penulis. Karena guru penulis akan mendapat berbagai peluang. Misalnya diundang menjadi narasumber, mendapat/menciptakan project di dunia menulis, dan tentu berlatih menjadi wirausaha yaitu menjual buku.

Demikian tulisan saya malam ini, semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar