Rabu, 17 November 2021

1.2.a.9. Koneksi Antar Materi - Nilai dan Peran Guru Penggerak

Nilai dan Peran Guru Penggerak

Oleh Yuliani, S.Pd


Aceh Utara, 17 November 2021 

Assalamu ‘alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh

Pada kesempatan ini, saya akan mencoba menyampaikan kesimpulan berdasarkan materi modul 1.2. Nilai & Peran Guru Penggerak serta kaitannya dengan modul 1.1. Filosofi Pendidikan Ki Hadjar Dewantara.

Benjamin Franklin mengatakan, “Jika kita gagal merencanakan, berarti sama saja kita sedang merencanakan kegagalan.”  Mari kita rencanakan perubahan ke arah yang lebih baik, jangan pernah takut gagal sebelum mencoba.

Sebelum melaksanakan Aksi Nyata, kami para CGP harus menyelesaikan tugas individu yaitu menyusun rencana perubahan kecil yang perlu dilakukan secara rutin oleh diri CGP sendiri sebagai respon untuk mengaitkan nilai-nilai dan peran Guru Penggerak baik dengan semua materi yang telah dipelajari dalam modul 1.1 dan 1.2 serta materi yang relevan di luar modul ini demi menjadi seorang Guru yang memahami serta menjalankan  nilai dan peran Guru Penggerak dengan baik.

Setelah mempelajari modul, berdiskusi persama rekan CGP, PP dan Fasil pada forum diskusi dan GMeet serta mendengarkan pemaparan materi oleh Instruktur hebat, Bapak Budi Santosa, pada hari Senin, 15 November 2021 pukul 15.30 WIB, saya dapat memahami mengenai nilai dan peran Guru Penggerak dengan lebih baik. Banyak hal-hal positif yang dapat saya ambil sebagai pelajaran.

Diantaranya adalah bagaimana sebenarnya otak manusia bekerja sehingga berpengaruh pada pengambilan keputusan (berpikir) secara cepat dan secara lambat.

Otak manusia telah diprogram untuk mengklasifikasikan situasi. Insting bereaksi lebih cepta mengkalsifikasikan ancaman dibanding menganalisis apakah benar hal itu merupakan sebuah ancaman. Emosi sangat menentukan bagaimana kita mengambil keputusan.  Pengambilan keputusan ini dikelola oleh sistem limbik.

Agar tak terjebak pada situasi yang tak nyaman, maka kita harus dapat melampaui mekanisme lawan dengan lari atau hanya berdiam diri. Otak kita adalah milik kita, yang tak perlu kita lawan, taip sebaiknya kita lebih mengenal dan menerimanya serta memberi waktu bagi “otak” untuk belajar. Membiasakan berpikir lambat dapat menstabilkan emosi kita.  

Berpikir cepat dan berpikir lambat yang kita biasakan pada otak kita, cukup memberi pengaruh pada tumbuh dan berkembangnya nilai dan peran Guru Penggerak dalam diri kita.

Ada 5 peran yang dapat dilakukan oleh Guru Penggerak, diantaranya:

  1. Menjadi Pemimpin Pembelajaran
  2. Menggerakkan Komunitas Praktisi
  3. Menjadi Coach bagi Guru Lain
  4. Mendorong Kolaborasi Antar Guru
  5. Mewujudkan Kepemimpinan Murid

Sementara Nilai yang harus dimiliki oleh Guru Penggerak juga ada 5 yaitu :

  1. Mandiri
  2. Reflektif
  3. Kolaboratif
  4. Inovatif
  5. Berpihak Pada Murid

Melalui keteladanan, dan pembiasaan yang konsisisten dan sistemik akan dapat menumbuhkan Nilai dan Peran Guru Penggerak. Sebagai seorang Guru Penggerak, saya harus menyadari sepenuhnya bahwa untuk dapat menumbuhkan Profil Pelajar Pancasila pada anak didik saya, sudah sepatutnya jika saya harus membenahi diri saya terlebih dahulu. Saya harus dapat menanam dan menumbuhkan Nilai dan Peran Guru Penggerak dalam diri saya.

Harapan saya dapat melakukan perubahan besar baik pada anak didik dan lingkungan belajar, maka saya harus mau melakukan perubahan yang dimulai dari diri sendiri. Intinya seorang Guru Penggerak harus tergerak hati dan dirinya untuk mau bergerak sehingga dapat menggerakkan orang lain.

Terdapat keterkaitan antara nilai dan peran Guru Penggerak dengan Filosofi Ki Hadjar Dewantara. Ki Hadjar Dewantara meyakini bahwa melalui pendidikan dapat menciptakan manusia yang beradab. Melalui pendidikan dapat melatih dan menumbuhkan nilai-nilai kemanusiaan yang dapat diwariskan.

Sebagaimana Trilogi Pendidikan beliau yaitu :

1.        Ing Ngarso Sung Tulodo yang berarti bahwa seorang guru harus mampu menjaga ego dan mawas diri agar dapat menjadi suri teladan bagi anak didiknya dan masyarakat pada umumnya. Hal ini selaras dengan Peran Guru Penggerak sebagai Pemimpin Pembelajaran, Menggerakkan Komunitas Praktisi dan menjadi Coach bagi Guru Lain yang sesuai dengan nilai Mandiri, Reflektif dan Inovatif.

2.        Ing Madya Mangun Karsa yang dapat dimaknai bahwa seorang guru harus mampu menjadi penuntun dan membangkitkan gairah bagi anak didiknya dalam mencapai prestasi belajar. Hal ini sejalan dengan Peran Guru Penggerak unuk dapat mendorong Kolaborasi Antar Guru yang selaras dengan nilai Kolaboratif.

3.        Tut Wri Handayani bermakna bahwa dari belakang, seorang guru harus mau dan mampu memberi dukungan moral dan semangat belajar bagi anak didiknya. Langkah ini untuk dapat melaksanakan Peran Guru Penggerak dalam hal Mewujudkan Kepemimpinan Murid yang sejalan dengan nilai Berpihak Pada Murid.

Strategi yang bisa saya lakukan untuk mencapai nilai pada bagian Refleksi Terbimbing serta ilustrasi yang sudah saya buat pada Demonstrasi Kontekstual sebagai gambaran diri saya adalah dengan terus belajar dan berbagi dengan para rekan CGP, rekan sejawat, para master pendidikan baik melalui forum formal diskusi, pelatihan tatap muka, pelatihan mandiri maupun diskusi non formal demi menambah pengetahuan dan ketrampilan. Selain itu, saya harus mampu menjaga hubungan baik dengan Kepala Sekolah, rekan guru sejawat, rekan CGP, PP, Fasil dan pihak lainnya yang dapat mendukung nilai dan peran saya sebagai Guru Penggerak. Selanjutnya saya merefleksi kegiatan yang telah saya lakukan, membuat feedback, melakukan evaluasi dan merencanakan tindak lanjut. Dan yang terpenting adalah tetap belajar dan berbagi untuk menjaga dan mengembangkan ilmu yang telah dimiliki.   

Adanya berbagai pihak yang telah dan dapat membantu saya dalam upaya mencapai gambaran diri saya pada Demonstrasi Kontekstual seperti yang saya sebutkan diatas. Diantaranya adalah dukungan dari Kepala SDN 7 Nisam, Ibu Hj. Zulhusniah, S.Pd, yang sangat berperan penting dalam memberi izin bagi saya untuk mengembangkan diri baik dengan menyediakan hal-hal yang saya perlukan untuk kepentingan mengajar seperti pemenuhan material media pembelajaran. Selain Kepala Sekolah yang juga memberi ruang dan waktu untuk berdikusi, juga ada para rekan sejawat yang senantiasa siap berbagi dan saling mendukung kegiatan perubahan dalam pembelajaran yang saya lakukan.


Peran rekan CGP, PP dan Fasil juga tak ketinggalan. Kami saling mendiskusikan tentang manfaat, hambatan dan solusi dalam mempelajari modul dan melakukan perubahan diri untuk melaksanakan Aksi Nyata di lapangan.

Tak kalah penting dari pihak-pihak yang telah saya sebutkan diatas, yaitu Suami dan keluarga yang senantiasa mendukung dan memberikan saya waktu dan kesempatan untuk dapat bergerak dan menggerakkan orang lain.

Terhadap semua itu, saya ucapkan terima kasih yang sangat mendalam. Semoga kebaikan-kebaikan yang kita lakukan dapat bermanfaat dan menjadi berkah bagi kita semua.

Wassalamu ‘alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.

Salam Guru Penggerak. Guru Bergerak, Indonesia Maju.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar