Assalamu 'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh,
Alhamdulillah pada minggu ke delapan ini, Alhamdulillah sangat banyak ilmu yang saya dapatkan melalui modul 1.4 tentang Budaya Positif.
Awalnya, saya masih belum familiar dengan istilah restitusi, bahkan terasa asing walaupun sebenarnya, penerapannya sudah sering saya lakukan walau belum sepenuhnya memperhatikan 5 kebutuhan dasar manusia dan apa saja 5 peran kontrol manusia. Perlahan dengan membaca dan mempelajari modul serta searching di google, ditambah lagi dengan penjelasan Instruktur yang super gaul dan kocak, sehingga suasana belajar tidak kaku dan membosankan. Ya, bersama Pak Nuno, melalui kegiatan Elaborasi Pemahaman Sesi Instruktur, pada hari Jumat, 17 Desember 2021 yang berlangsung sekitar pukul 15.00 WIB hingga pukul 16.30 WIB, pemahaman saya mengenai Budaya Positif menjadi lebih bertambah. Apalagi teman-teman CGP yang aktif dan komunikatif pada kegiatan tersebut, menambah semangat dalam belajar.
Saya memahami bahwa ada 5 kebutuhan dasar manusia, yaitu kebutuhan untuk bertahan hidup (survival), cinta dan kasih sayang (love and belonging), kebebasan (freedom), kesenangan (fun), dan kekuasaan (power).
Pada Modul 2.1. Perubahan Paradigma, Stephen R. Covey (Principle-Centered Leadership,1991) mengatakan bahwa, “..bila kita ingin membuat kemajuan perlahan, sedikit-sedikit, ubahlah sikap atau perilaku Anda. Namun bila kita ingin memperbaiki cara-cara utama kita, maka kita perlu mengubah kerangka acuan kita. Ubahlah bagaimana Anda melihat dunia, bagaimana Anda berpikir tentang manusia, ubahlah paradigma Anda, skema pemahaman dan penjelasan aspek-aspek tertentu tentang realitas”. Sebagaimana motivasi yang ada dalam diri saya yaitu Jangan berharap akan perubahan besar jika tak mau merubah dari yang terkecil, yaitu diri sendiri.
Saya juga mulai memahami bahwa sebagai pendidik, hendaknya kita dapat menciptakan anak-anak yang memiliki disiplin diri sehingga mereka bisa berperilaku dengan mengacu pada nilai-nilai kebajikan universal dan memiliki motivasi intrinsik, bukan ekstrinsik.
Diane Gossen dalam bukunya Restructuring School Discipline, menyatakan ada 3 alasan motivasi perilaku manusia (Modul 2.2) yaitu untuk menghindari ketidaknyamanan atau hukuman, untuk mendapatkan imbalan atau penghargaan dari orang lain dan untuk menjadi orang yang mereka inginkan dan menghargai diri sendiri dengan nilai-nilai yang mereka percaya.
Pada modul ini, saya juga mendapatkan ilmu dan pengalaman tentang lima posisi kontrol yaitu Penghukum, Pembuat Orang Merasa Bersalah,Teman, Monitor (Pemantau) dan Manajer.
Dampak setelah saya mempelajari modul ini dan berbagi bersama Instrukter hebat, Pak Nuno, Bapak Fasil, Bapak Pengajar Praktik dan para Rekan CGP yang tak kalah hebat, Alhamdulillah secara perlahan, saya memperbaiki diri dan pola pikir saya agar lebih berpihak pada anak didik.
Setelah saya melakukan pembelajaran ini, hal baru yang ingin saya bagikan kepada rekan atau lingkungan saya adalah bagaimana menghadapi siswa yang bermasalah serta agaimana penangan yang tepat terhadap siswa tersebut.
Demikianlah yang dapat saya refleksikan mengenai pembelajaran minggu ini, semoga bermanfaat.
Wassalamu 'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh.
Salam Guru Penggerak, Guru bergerak, Indonesia Maju.
Mari gerakkan hati dan diri untuk bergerak dan menggerakkan orang lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar