Teknik Dasar Menulis Untuk Pemula
Oleh Yuliani, S.Pd
(Guru SD Negeri 7 Nisam Kab. Aceh Utara)
Sudah lama tak menyalurkan hasrat merangkai kata pada sebuah kertas karena berbagai alasan kesibukan membuat saya merasa kaku dan bingung. Bermula dari kondisi Pandemi dan tuntutan pekerjaan sebagai seorang guru untuk terus menjadi pembelajar sepanjang hayat agar dapat menjadi guru yang berbobot sesuai tuntutan zaman, saya mencoba mengembangkan diri dengan mengikuti berbagai pelatihan online dan webinar. Hingga akhirnya mendapat kesempatan berkenalan dengan seorang motivator menulis yang biasa dipanggil dengan sebutan Om Jay pada Grup APKS PGRI.
Dengan sedikit ragu karena diri
ini hanyalah seorang Guru Non PNS dengan kemampuan yang sangat terbatas,
memberanikan diri menghubungi beliau secara pribadi pada WhatssApp untuk meminta
bergabung dalam Grup Belajar Menulis Gelombang 17. Mengapa beliau yang saya hubungi? Alasan terbesarnya
adalah beliau sering share tulisan yang memotivasi dan juga senantiasa membalas
chat pada Grup WhatsApp. Padahal saat itu beliau dan keluarga dikabarkan
menjadi orang yang terpapar Virus Corona yang mematikan. Saya hanya mengenal
beliau dari tulisan-tulisan yang tersebar pada beberapa Grup WA, namun entah
mengapa hati saya merasa sedih mendengarnya dan merasa sangat prihatin. Tak ada
keluhan kesal dan sedih yang ditulisnya tapi malah motivasi untuk bangkit
berjuang dan terus berbagi melalui tulisan, melakukan kegiatan-kegiatan positif
dan terus berkarya sebagai bentuk penyerahan diri atas rejeki “Sakit” yang
diterimanya. Tak semua orang mampu melewati masa-masa itu dengan optimis dan tersenyum.
Hingga terdengar kabar tentang
kesehatan Om Jay yang terus membaik dan dinyatakan negatif, diikuti juga dengan
keadaan keluarganya yang juga membaik. Ada rasa bahagia tersendiri mendengarnya
dan menjadi semangat bagi saya untuk terus melawan rasa sakit dan malas dalam
berkarya.
Senin, 4 Januari 2021 sekitar
pukul 19.00 WIB, Kelas Belajar Menulis Gelombang 17 dibuka oleh moderator, Bu
Aam Nurhasanah, S.Pd yang merupakan seorang motivator, trainer, guru blogger
Indonesia, founder KSGN, founder kelas menulis PGRI, guru TIK di SMP Labschool Jakarta,
sekaligus penulis buku. Selanjutnya Bapak Wijaya Kusumah, M.Pd alias Om Jay
sebagai Narasumber mulai menyapa peserta belajar menulis gelombang 17 dengan
menceritakan pengalamannya tentang menulis setiap hari. Beliau selalu berusaha dan
berkomitmen keras untuk menorehkan tulisannya pada blog pribadi di internet,
saya berusaha kuat setiap harinya untuk menulis di blog. Sehari tak menulis,
beliau merasa ada yang kurang atau hilang, bagaikan anak kecil yang kehilangan
buku tulis karena sedang belajar menulis.
Beliau membaca dulu
sebanyak-banyaknya baru menulis. Terkadang beliau sengaja langsung menulis
sambil menunggu waktu sholat dan menggunakan waktu senggang lainnya. Kebiasaan
itu tak terasa sudah menyatu dalam dirinya sejak 13 tahun memiliki blog. Menurut
beliau, “Menulis dan membaca adalah dua kegiatan yang tidak dapat dipisahkan.
Tak ada penulis yang tidak rajin membaca. Semua itu berproses yang dimulai dari
adanya ide. Ketika ide muncul lekaslah menulis tanpa mengedit terlebih dahulu.
Editlah tulisan setelah ide yang ada dalam otak anda sudah tersalurkan dengan
baik melalui menulis. Jangan ragu dan takut salah. Teruslah menulis, karena
dengan menulis anda akan melatih otak, mata, dan bibir anda agar bersinergi
dengan kedua tangan anda. Bila otak, mata, bibir, dan tangan sudah menyatu,
maka akan terlahirlah tulisan yang bermutu. Tulisan yang bermutu akan menarik
hati setiap orang yang membacanya”.
Dengan motto “Tiada hari tanpa
menulis”, beliau menggambarkan bila kita rutin menulis setiap hari 1 lembar
atau 1 halaman, maka dalam sebulan kita sudah memiliki 30 buah tulisan. Apalagi
bila kita rutin setiap hari dalam setahun, maka tulisan kita akan dapat menjadi
sebuah buku asalkan kita fokus dan komitmen dengan materi yang kita tulis. Ini
sebuah keajaban dari menulis setiap hari. Om Jay mengajak kita membudayakan
kebiasaan menulis setiap hari dalam blog, jangan biarkan blog kita sepi dari
tulisan kreatif kita. Kita pasti bisa melakukannya kalau kita punya komitmen
dan minat yang tinggi dalam menulis. Bila minat sudah terlihat, maka
kreativitas akan muncul. Bila kreativitas muncul, maka kita akan mendapatkan
penghasilan tambahan dari menulis itu.
Untuk menjadi penulis terkenal bukanlah
sesuatu yang instan tapi harus melalui proses menulis. Tulislah apa saja yang
menarik hati, yang terlintas dalam pikiran dan mampu kita kuasai, secara
alamiah tanpa perlu memusingkan benar atau salah. Setelah selesai, kita dapat
mengeditnya agar lebih menarik dan enak dibaca. Rajinlah menulis untuk menjadi
penulis yang hebat dan terkenal. Mengingatkan kita pada pepatah lama yang
mengatakan “Banyak latihan membuat sempurna”. Om Jay terus memotivasi kami
untuk terus menulis, melawan rasa malas dengan menjadi panglima dalam diri
sendiri sehingga hobby dan kemampuan menulis menjadi sebuah pekerjaan yang
menghasilkan keuntungan dalam terutama dalam bentuk royalty.
Blog gratis yang pertama kali Om
Jay buat pada tahun 2007, yaitu http://wijayalabs.blogspot.com,
disusul dengan http://wijayalabs.wordpress.com.
Dengan bantuan Om Google, kita akan dipandu untuk dapat membuat blog gratisan
lho, hehehe. Puas dan mampu menulis pada blog gratis, Om Jay juga mencoba
menulis dengan blog berbayar, seharga hanya Rp.500.000 per tahun di http://wijayalabs.com. “Sebuah artikel bisa
dibayar Rp.500.000 bila blog anda ramai pengunjungnya, dan ini bisa menjadi
pemasukan bagi anda yang hobi menulis dan berbagi pengalaman melalui blog di
internet”, imbuhnya.
Saat ini beliau sedang menyusun
buku baru dan sudah mendapatkan kata pengantar dari ibu Ketua Umum Pengurus
Besar PGRI, Prof. Dr. Unifah Rosyidi. Selamat ya Om Jay, semoga sukses terus
dan menular pada kami generasi penulis pemula.
Tiba saatnya sesi tanya jawab, Bu
Aam sebagai moderator memberikan kesempatan bagi para peserta untuk bertanya.
Salah satu pertanyaan yang menarik datang dari Bapak Ahmad Munadi, dari Mataram,
yaitu bagaimana trik untuk menemukan ide dalam menulis dan bagaimana teknis
agar blog kita dikunjungi banyak orang. Menurut Om Jay, Untuk bisa menemukan
ide dalam menulis, gunakan panca indera kita dan kemudian kita akan merasakan
bagaimana nikmatnya menulis. Beliau biasanya kalau tidak ada ide menulis, beliau
melihat apa yang ada didepan matanya, merasakan apa yang ada dalam hatinya, dan
mendengar apa yang ada disekitarnya. Sehingga beliau tidak pernah kehabisan
ide. Jika blog ingin dikunjungi orang, menulislah setiap hari. Tiap hari nulis.
Pokoknya blognya diisi, pasti nanti akan ada orang yang berkunjung. Sebab
mental orang Indonesia itu kebanyakan hanya mencari informasi, belum membuat
informasi. Cari materi-materi yang sekarang sedang dicari banyak orang,
misalnya tentang P3K, gak ada PNS guru, soal-soal CPNS, dan isu-isu apa yang
lagi banyak disenangi orang, pasti akan banyak kunjungan. Tapi Om Jay menulis
dengan fashionnya, dari apa yang beliau sukai dan kuasai, makanya pengunjungnya
selalu banyak.
Terima kasih banyak Om Jay atas
ilmunya yang sangat berguna bagi saya penulis pemula. Semoga share resume ini
juga dapat bermanfaat untuk teman-teman semua.
Bagus resuminya buk.. Jelas yg disampaikan.. Salam sukses buk, kita sama2 pemula dan jg non PNS
BalasHapusTerimakasih. Sukses yang sama buat Bu Emi
HapusSukses ya bu👍
BalasHapusTerimakasih. Doa yang sama ya Bu
Hapus