Assalamu 'alaikum wr.wb,
Menjadi seorang Guru di kelas sekaligus menjadi seorang siswa pada program CGP merupakan satu perpaduan yang sangat selaras dengan dengan asas pendidikan tentang pendidikan sepanjang hayat. Sebagaimana dalam perspektif Islam bahwa pendidikan sepanjang hayat yaitu pendidikan atau proses belajar yang dilakukan secara terus-menerus berkesinambungan sejak anak dalam kandungan sampai meninggal dunia untuk memperoleh kehidupan yang makmur dan bahagia di dunia dan di akhirat.
Menjadi seorang guru dan CGP harus dapat memanajemen waktu dengan baik. MInggu ini saya tak dapat melaksanakan sepenuhnya pembelajaran di kelas, karena harus mendampingi siswa dan guru kelas V untuk melaksanakan simulasi ANBK. Terasa saya sudah sangat merindukan anak didik saya di kelas IV.
Ditambah dengan adanya masalah yang dialami antara siswa kelas II dan V, sementara wali kelas tak berani mengambil tindakan. Kepala Sekolah sedang tidak di tempat dan masalah yang terjadi harus segera diselesaikan agar tidak sampai berlarut, dan seperti biasa, saya juga kerap merangkap sebagai guru bimbingan dan konseling untuk menyelesaikan masalah yang terjadi.
Masalah yang terjadi adalah salah seorang siswa kelas V mengambil uang siswa kelas II , tapi tak mau mengakui perbuatannya dan tak ada saksi kecuali siswa yang uangnya dicuri dan teman dekatnya. Sehingga para guru kehabisan cara bagaimana cara mengorek keterangan dari si pelaku agar ia mau mengakui perbuatannya.
Disinilah peran saya dalam melaksanakan aksi nyata dalam menerapkan karakter Beriman dan Bertaqwa kepada Tuhan YME sebagai Profil Pelajar Pancasila dalam mengembangkan kerangka Merdeka Belajar. Alhamdulillah dengan pendekatan secara personal, memanggil siswa yang bersangkutan secara terpisah, dan mengajak berbicara dengan memberi nasihat dan berdialog untuk mendengarkan alasan siswa, apa yang menjadi penyebab ia melakukan hal tidak terpuji tersebut. Komunikasi ini terjadi di ruangan khusus Kepala Sekolah. Sehingga siswa merasa aman dan nyaman dalam mengemukakan isi hatinya.
Hal ini juga saya terapkan pada salah seorang siswa laki-laki kelas III yang kerap melakukan tindakan pelecehan dan kekerasan terhadap siswa perempuan. Saya dipercaya oleh Kepala Sekolah dan rekan guru untuk memberi pembinaan secara khusus. Dan Alhamdulillah, dengan berkomunikasi langsung 4 mata bersama siswa yang bermasalah diruang terpisah, serta melakukan pendekatan secara personal dapat lebih memaksimalkan upaya dalam memperbaiki akhlak siswa.
Umumnya mereka, siswa yang melakukan tindakan tak terpuji berlatar belakang ekonomi rendah, kurang perhatian orang tua dan belum mampu membaca.
Saya berharap dengan belajar dan terus beajar sambil berkolaborasi bersama rekan guru, Kepala Sekolah, rekan CGP, PP dan Fasil, akan lebih mematangkan saya dalam mendidik dan mengajar serta menerapkan profil pelajar pancasila bagi para anak didik saya.
Harapan saya, semoga kami para guru Indonesia dapat memajukan pendidikan yang mampu mencetak generasi cerdas berakhlak mulia.
Salam Guru Penggerak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar