Memenuhi Kebutuhan Belajar Murid Melalui Pembelajaran Berdiferensiasi
Oleh : Yuliani, S.Pd
Setelah mempelajari materi pada Modul 2.1 yang terdapat pada LMS dan mengikuti sesi pertemuan daring dengan Fasilitator Bapak Muhammad, M.Pd dan para rekan CGP Angkatan 2 serta mengikuti sesi pemahaman bersama Instruktur, bapak Cokorda Agung Anre Juniana, akhirnya mampu mengubah pemikiran saya tentang apa dan bagaimana sebenarnya Pembelajaran Berdiferensiasi.
Perubahan pemikiran tersebut berkontribusi terhadap pemahaman saya tentang implementasi pembelajaran berdiferensiasi melalui Rencana Pembelajaran yang saya buat dan menjadi salah satu langkah perbaikan dalam proses belajar mengajar di kelas.
Pembelajaran berdiferensiasi adalah serangkaian keputusan masuk akal (common sense) yang dibuat oleh guru yang berorientasi kepada kebutuhan murid. Keputusan-keputusan yang dibuat tersebut adalah yang terkait dengan:
- Kurikulum yang memiliki tujuan pembelajaran yang didefinisikan secara jelas. Jadi bukan hanya guru yang perlu jelas dengan tujuan pembelajaran, namun juga muridnya.
- Bagaimana guru merespon kebutuhan belajar murid. Bagaimana ia akan menyesuaikan rencana pembelajaran untuk memenuhi kebutuhan belajar murid tersebut. Misalnya, apakah ia perlu menggunakan sumber yang berbeda, cara yang berbeda, dan penugasan serta penilaian yang berbeda.
- Bagaimana mereka menciptakan lingkungan belajar yang “mengundang’ murid untuk belajar dan bekerja keras mencapai tujuan belajar yang tinggi. Kemudian juga memastikan setiap murid di kelasnya tahu bahwa akan selalu ada dukungan untuk mereka di sepanjang prosesnya.
- Manajemen kelas yang efektif. Bagaimana guru menciptakan prosedur, rutinitas, metode yang memungkinkan adanya fleksibilitas. Namun juga struktur yang jelas, sehingga walaupun mungkin melakukan kegiatan yang berbeda, kelas tetap dapat berjalan secara efektif.
- Penilaian berkelanjutan. Bagaimana guru tersebut menggunakan informasi yang didapatkan dari proses penilaian formatif yang telah dilakukan, untuk dapat menentukan murid mana yang masih ketinggalan, atau sebaliknya, murid mana yang sudah lebih dulu mencapai tujuan belajar yang ditetapkan.
Pembelajaran berdiferensiasi dapat dilakukan di kelas dengan memetakan kebutuhan belajar murid sebelum membuat rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang memperhatikan tujuan pembelajaran jelas dan mengandung unsur ABCD (Audience, Behaviour, Condition and degree) untuk mengetahui pengetahuan, konsep dan ketrampilan essensial yang akan perlu dikuasai oleh murid. Memperhatikan langkah-langkah pada kegiatan pembelajaran yang menggunakan strategi konten, proses dan produk. Bisa salah satu maupun ketiga strategi tersebut digunakan sesuai kebutuhan belajar murid.
Dengan melakukan pemetaan dan membuat RPP berdasarkan pemetaan yang ada dan menerapkan strategi diatas, maka Pembelajaran berdiferensiasi dapat memenuhi kebutuhan belajar murid dan membantu mencapai hasil belajar yang optimal.
Saya melihat adanya keterkaitan antara materi dalam modul ini dengan modul lain di Program Pendidikan Guru Penggerak. pada Modul 1, CGP mempelajari Paradigma baru, siapa dan bagaimana sebenarnya seorang guru dan murid berdasarkan filosofi Bapak KHD, Visi CGP, Peran CGP serta penerapan budaya positif di kelas dan sekolah.
Melalui penerapan budaya positif yang didalamnya terdapat membuat keyakinan kelas, merupakan sebuah langkah yang baik dalam melaksanakan pembelajaran berdiferensiasi dengan menempatkan murid sebagai student center.
Demikianlah yang dapat saya sampaikan pada kesempatan kali ini. Semoga dapat bermanfaat bagi kita semua.
Salam Guru Penggerak. guru Penggerak Indonesia Maju.
Wassalamu 'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar