Oleh Yuliani, S.Pd
Assalamu 'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh,
Pada kesempatan ini saya mencoba menulis Koneksi Antar Materi Modul 2.2. tentang Pembelajaran Sosial Emosional dengan pembelajaran berdiferensiasi.
Bapak KHD, 1936, Dasar-Dasar Pendidikan, hal.1, paragraf 4 menyatakan bahwa, "Maksud pendidikan itu adalah menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun anggota masyarakat"
Lebih lanjut beliau menegaskan bahwa Pembelajaran budi pekerti adalah pembelajaran jiwa manusia secara holistik. Hasil dari pembelajaran budi pekerti adalah bersatunya budi (gerak pikiran-cipta, perasaan-rasa, kemauan-karsa) sehingga menimbulkan pekerti (tenaga-raga-karya). Kebersihan budi adalah bersatunya cipta, rasa, dan karsa yang terwujud dalam tajamnya pikiran, halusnya rasa, kuatnya kemauan yang membawa pada kebijaksanaan.
Murid yang berkembang secara sosial dan emosional, pada saat yang sama mereka pun berkembang secara akademik. Mengabaikan pengembangan keterampilan sosial dan emosional akan membawa efek buruk secara akademik. Pembelajaran sosial dan emosional harus diimplementasikan secara sengaja.
Pembelajaran berdiferensiasi adalah serangkaian keputusan masuk akal (common sense) yang dibuat oleh guru yang berorientasi kepada kebutuhan murid. Pada pembelajaran Sosial Emosional, dimana keadaan sosial dan emosional setiap orang, fokus peserta didik kita, tidak lah sama. Sehingga membutuhkan ketrampilan khusus dalam mengelola pembelajaran sosial emosional agar perkembangan sosial dan emosional dapat berkembang sejalan dengan perkembangan akademiknya.
Implementasi Pembelajaran Sosial dan Emosional (5 KSE) :
- Mengajarkan 5 KSE secara spesifik dan eksplisit
- Mengubah kebijakan dan ekspektasi sekolah terhadap murid
- Mengintegrasikan 5 KSE dalam praktik mengajar dan gaya interaksi guru dengan murid
- Mempengaruhi pola pikir murid tentang persepsi diri, orang lain dan lingkungan
Pembelajaran Sosial Emosional dapat dilatih dengan kesadaran penuh (Mindfullness). Mindfullness merupakan sebuah perenungan atas hal-hal yang dialami dalam upaya merespon terhadap kondisi diri sendiri secara lebih tepat.
5 KSE terintegrasi dalam praktik mengajar dan gaya interaksi guru dengan murid
1. Pembukaan Hangat
● memberikan kesempatan pada murid untuk berbicara
● mendengarkan aktif
● memungkinkan interaksi
● menciptakan rasa memiliki
● dapat menumbuhkan salah satu KSE
2. Kegiatan Inti yang melibatkan murid
● Diskusi akademik
● Setting kelas pembelajaran kooperatif
● Project-based learning
● Refleksi diri dan penilaian diri
● Pemberian suara dan pilihan
3. Penutupan yang optimistik
●Refleksi, apresiasi, syukur, & cara-cara positif untuk memperkuat pembelajaran
Ruang Lingkup 5 KSE
1. Kegiatan rutin (periodik)
2. Terintegrasi dalam pembelajaran
3. Protokol atau budaya sekolah
Keterkaitan pembelajaran berdiferensiasi dengan pembelajaran sosial emosional adalah bagaimana kita sebagai seorang guru memandang anak didik dari sudut pandang mereka dengan memperhatikan aspek-aspek pendukung seperti bakat, minat dan karakter anak didik. Disini dibutuhkan kemampuan guru yang profesional dalam mengontrol emosi dirinya dalam menghadapai berbagai permasalahan yang ada baik dalam hal peserta didik, rekan kerja dan lingkungan belajar lainnya. Dengan menerapkan kesadaran penuh tentunya akan dapat memperbaiki keadaan menjadi lebih nyaman dan menyenangkan sehingga dapat menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan berprestasi.
Demikianlah yang dapat saya sampaikan. Semoga bermanfaat bagi kita semua.
Terima kasih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar