Minggu, 17 April 2022

Jurnal Refleksi - Minggu 17

 Oleh Yuliani, S.Pd

Assalamu 'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh

Alhamdulillah, Puji syukur ke hadirat Allah SWT yang senantiasa memberi rahmat dan hidayahNya  sehingga saya dapat menuangkan Jurnal Refleksi Mingguan pada Modul 3.1 melalui tulisan ini. Jurnal ini akan menjadi rekam jejak bagi saya sebagai seorang CGP untuk terus semangat dalam belajar dan berusaha untuk dapat meningkatkan pengetahuan, ketrampilan serta sikap dan pemikiran saya yang akan berdampak bagi peningkatan kualitas pembelajaran sehingga dapat memajukan Pendidikan Indonesia. Pada kesempatan ini, izinkan saya merefleksi kegiatan saya dalam seminggu ini melalui model Driscoll. 

Pada kegiatan Eksplorasi Konsep secara mandiri, saya melakukan wawancara bersama rekan tentang kasus yang terjadi pada siswa kelas V SD yang dijemur oleh gurunya yang terkenal galak dan disiplin. Saya merekam tangggapannya pada wawancara tersebut dan mengungahnya pada drive saya.

Alhamdulillah setelah mempraktikkannya, saya lebih memahami 4 paradigma yang dapat digunakan dalam pengambilan keputusan yaitu Individu lawan masyarakat (individual vs community), Rasa keadilan lawan rasa kasihan (justice vs mercy), Kebenaran lawan kesetiaan (truth vs loyalty), dan Jangka pendek lawan  jangka panjang (short term vs long term). Dalam mengambil sebuah kepuputusan harus berpijak pada 3 prinsip pengambilan keputusan yaitu Berpikir Berbasis Hasil Akhir (Ends-Based Thinking), Berpikir Berbasis Peraturan (Rule-Based Thinking), Berpikir Berbasis Rasa Peduli (Care-Based Thinking) dan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan yang harus kita lakukan agar keputusan yang kita ambil menjadi sebuah keputusan yang bijaksana dan tak akan disesali kemudian hari dengan kata lain berpikir sebelum bertindak. Langkah-langkah tersebut antara lain 1) Tentukan nilai-nilai yang saling bertentangan dalam studi kasus tersebut, 2) Tentukan siapa yang terlibat dalam situasi ini, 3) Kumpulkan fakta-fakta yang relevan dengan situasi ini, 4) Pengujian benar atau salah (Uji legal, Uji Regulasi, Uji Intuisi, Uji halaman depan Koran, Uji panutan), 5) Pengujian Paradigma Benar lawan Benar, 6) Melakukan Prinsip Resolusi, 7) Investigasi Opsi Trilema, 8) Buat Keputusan, 9) Lihat lagi Keputusan dan Refleksikan.  

Pembelajaran Modul 3 terasa sangat padat dan cukup berkesan dan ada beberapa kendala yang terjadi, mengingat ini adalah bulan Ramadhan. Pada hari Rabu pagi, pukul 09.00 WEIB hingga 11.30 WIB saya mengikuti Pretes PPG 2022, dan harus sudah standby depan laptop mulai pukul 08.30 WIB. Pada singharinya, pukul 13.30 hingga pukul 15.30, dilanjutkan dengan kegiatan GMeet Ruang KOlaborasi Presentasi. Karena saya yang mendapat membuat tugas kelompok dalam bentuk Power Point, maka saya yang mempresentasikannya. Cukup malu dan sedih saya, karena ditengah-tengah presentasi, saya tiba-tiba terbatuk hingga muntah, karena kondisi saya yanng belum sepenuhnya pulih. Dah sebulan, tapi kondisi saya belum sepenuhnya fit. Hal ini sungguh membuat saya tersiksa, tapi saya tetap bersemangat mengikuti semua rangkaian kegiatan walau saya harus mengikuti Gmeet didepan pintu kamar mandi, sehingga memudahkan saya jika saya harus ke kamar mandi. 

Ditambah dengan kegiatan Lokakarya 4 yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 16 April 2022 kemarin. Pada kegiatan lokakarya, Alhamdulillah, batuk saya tidak begitu parah, baru kumat diujung acara, yaitu pada penutupan. Kami menjadikannya lokakarya sebagai ajang silaturahmi bersama para CGP dan dapat saling mengkomunikasikan permasalahan yang kami hadapi selama pembelajaran dan menemukan solusinya. 

Alhamdulillah, setelah sekian kali mengikuti Lokakarya, namun lokakarya kemarin merupakan lokakarya yang paling nyaman karena berkolaborasi dengan PP dan CGP yang smart dan bersabahat. Adanya dukungan positif ini, membuat saya tetap bersemangat untuk terus lanjut mengikuti PGP dengan berupaya agar dapat menyelesaikan setiap tahapan sesuai dengan jadwal yang telah dibagikan agar tidak menjadi tugas yang menumpuk sehingga akan membuat saya kewalahan.  

Agar bisa menindaklanjuti refleksi ini, saya membutuhkan dukungan dan motivasi dari keluarga, rekan CGP, PP, Fasil, Kepsek, dan rekan sejawat. Dukungan dan motivasi yang sering diberikan oleh Fasil kami, Bapak Muhammad juga tak kalah penting. Beliau senantiasa mengingatkan akan tugas-tugas yang harus segera kami selesaikan. Namun satu hal yang menjadi saya sedikit khawatir, yaitu mengenai beberapa tugas yang belum dinilai, saya khawatir akan berpengaruh pada nilai akhir saya. Beliau memberikan saya beberapa kali nilai 100, Alhamdulillah. Terima kasih Bapak Fasil. Beliau mengatakan, selesaikan tugas degan mengikuti instruksi dan arahan di LMS serta memperhatikan rubrik penilaian. Harapan saya, setelah mengikuti semua rangkaian kegiatan pembelajaran baik daring maupun luring, baik penugasan maupun menjawab pertanyaan, saya dapat mengikuti PGP hingga selesai dan dapat memperoleh Sertifikat GP.

Setelah saya melakukan pembelajaran ini, hal baru yang ingin saya bagikan kepada rekan atau lingkungan saya adalah bagaimana kita dapat mengambil sebuah keputusan dengan menempatkan diri kita sebagai pemimpin pembelajaran.

Demikianlah yang dapat saya sampaikan. Mohon kritikan disertai saran yang dapat memperbaiki diri dan karya saya ke depan. Terima kasih.

Salam Guru Penggerak. Guru Bergerak Indonesia Maju

Wassalamu 'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar