Minggu, 19 Juni 2022

3.3.a.10.2. Jurnal Refleksi - Minggu 24

Jurnal Refleksi Akhir PGP Angkatan 4

Oleh Yuliani, S.Pd

Assalamu 'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh,

Alhamdulillah segala puji dan syukur, saya panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah memberi saya rahmat dan kesempatan sehingga saya dapat menyelesaikan semua alur pembelajaran MERRDEKA pada Pendidikan Guru Penggerak (PGP) Tahun 2021 Angkatan 4 Kabupaten Aceh Utara.

Sangat banyak ilmu, pengalaman dan pemahaman yang saya dapatkan setelah kurang lebih 8 bulan mengikuti kegiatan sebagai Calon guru Penggerak. Ilmu, pengalaman dan pemahaman, tak hanya saya dapatkan melalui LMS semata namun juga melalui WAG dan kegiatan lokakarya bersama rekan CGP di Hotel Lido Graha Lhokseumawe. 

Pembelajaran daring Elaborasi Pemahaman bersama Instruktur melalui GMeet menjadi pertemuan terakhir kami pada hari Senin, 13 Juni 2022. Materi yang disajikan sangat menarik dan berkesan. Insya Allah akan menambah ide-ide baru dalam mengimplementasikan program yang berdampak pada murid di kelas yang saya ampu.

Lelah itu pasti, namun pantang untuk berhenti dan menyerah. Sebagaimana pepatah mengatakan, lebih baik mandi keringat di medan belajar daripada mandi darah di medan pertempuran. Saya memaknainya sebagai seorang guru harus senantiasa mengupdate diri dengan belajar keras dan menimba ilmu untuk terjun sebagai seorang pengajar dan pendidik yang profesional. 

Pada Lokakarya 6 yang dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 18 Juni 2022 di Hotel Lido Graha Lhokseumawe, kelompok kami dengan Pengajar Praktik Bapak Nasir, S.Pd berkolaborasi dengan kelompok dengan PP Bapak Riandi dan Bapak Mukhtar. Cukup seru dengan Ice Breaking Senam Otak, salah satu Ice Breaking yang saya sukai. 

Disini kami membahas tentang manajemen resiko, monitoring dan evaluasi. Saya dan rekan-rekan sedikit bingung karena materi ini tidak kami dapatkan untuk dipelajari di LMS, namun Alhamdulillah dengan sedikit pemaparan dari PP, kami berusaha menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan. Hal ini tentunya menjadi pengalaman baru dan menambah pemahaman kami tentang bagaimana memanajemen resiko dan melaksanakan monitoring dan evaluasi. 

Kendala dalam setiap kegiatan pasti ada, namun saya tak menganggapnya sebagai sesuatu yang berarti dan menjadi tantangan yang membuat saya terhambat dalam mengimplementasikan pengalaman dan pemahaman yang saya peroleh di PGP. Saya menjadikan hal ini sebagai fokus kekuatan untuk mengembangkan diri.

Harapan saya, ke depan saya dapat terus berkolaborasi dengan semua aset pendukung baik biotik maupun abiotik agar pengimplementasian ilmu yang saya dapatkan di PGP ini mampu mencapai Visi yang telah kami buat. Proses pembelajaran di kelas harus mempertimbangkan kebutuhan belajar murid dengan penerapan budaya positif dan pembelajaran berdiferensiasi. Saya harus membuat perencanaan yang matang melalui  BAGJA dan mengambil keputusan yang tepat dengan menerapkan 9 langkah pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran. 

Demikianlah refleksi saya kali ini.   Salam Guru Penggerak. Guru Bergerak Indonesia Maju.

Wassalamu 'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

Sabtu, 18 Juni 2022

Aksi Nyata Modul 3.3

AKSI NYATA MODUL 3.3

PENGELOLAAN PROGRAM BERDAMPAK PADA MURID


Assalamu 'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh,

Pada kesempatan kali ini, izinkan saya berbagi mengenai aksi nyata yang saya lakukan sesuai dengan Pengelolaan Program Berdampak Pada Murid di SD Negeri 7 Nisam Kabupaten Aceh Utara. 


Sagoe Caroeng Glah Peut (S-CGP)

A.       Peristiwa (Fact)

1.    Latar belakang tentang situasi yang dihadapi

Kondisi pembelajaran yang monoton, guru mengajar tanpa menggunakan media pembelajaran yang kreatif dan bervariatif serta kekurangmampuan guru dalam mengoperasikan komputer dan perangkat pembelajaran digital telah menyebabkan kejenuhan pada diri murid dalam mengikuti pembelajaran, sehingga mereka tidak tertarik untuk mengikuti kegiatan pembelajaran, cenderung ribut dan mengganggu kegiatan belajar. Keadaan ini tentunya merupakan sebuah tantangan bagi dunia pendidikan dalam memasuki era revolusi industri 4.0 yang menuntut generasi saat ini mampu berkolaborasi dengan perangkat digital. 

Hal lain yang melatarbelakangi lahirnya Sagoe Caroeng Glah Peut (S-CGP) yaitu sebagai perkenalan dan pembiasaan bagi murid dalam mengikuti pembelajaran berbasis IT. Pada kelas V nantinya, mereka akan mengikuti kegiatan Asesmen Nasional (AN) sebagai pengganti Ujian Nasional. Walaupun AN tidak menentukan kelulusan, namun penilaian AN bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dengan informasi akurat. Melalui S-CGP ini, kegiatan pembelajaran akan memberikan dampak positif dan mencapai target yang diharapkan karena melalui S-CGP ini, kegiatan pembelajarannya tidak terlalu kaku namun berbobot.

Melalui intrakurikuler Sagoe Caroeng Glah Peut (S-CGP) sebagai sudut belajar bagi murid untuk menemukan dan mengembangkan ide yang dimilikinya kemudian mensosialisasikan dan menjalankannya bersama murid lain dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia sehingga mereka mampu membuat keputusan, pilihan atau memberikan pendapat terkait proses belajar mereka. Disediakan sebuah laptop dan beberapa tablet yang terkoneksi dengan internet sebagai media belajar digital bagi murid. Keadaan ini akan membawa murid pada pembelajaran yang lebih menarik, bermakna dan menyenangkan. 

Pada S-CGP memunculkan 1) voice, dimana murid menemukan dan mengemukakan ide-ide, 2) choice, yaitu murid memilih kegiatan dan langkah-langkah kegiatan untuk menjalankan ide-ide mereka dan 3) ownership, disini murid sebagai pemilik kegiatan tentunya akan menjalankan ide-ide tersebut dengan lebih aktif, kreatif, bijaksana dan bertanggung jawab sehingga berjalan proses dan hasil pembelajaran lebih bermakna.

Guru bekerja sama dengan orang tua murid dalam membangun suasana kekeluargaan yang nyaman di sekolah sebagaimana konsep pendidikan Bapak KHD, “Sesungguhnya alam-keluarga itu bukannya pusat pendidikan individual saja, akan tetapi juga suatu pusat untuk melakukan pendidikan sosial. Orangtua harus melakukan pendidikan bersama dengan pusat-pusat pendidikan, dan terhubung dengan kaum guru dan pengajar [Ki Hadjar Dewantara dalam Wasita, Tahun ke-1 No.3, Mei 1993]” Peran orang tua sangat penting dalam mendukung keberhasilan pendidikan. Selain mereka mendidik anak-anaknya dirumah, kita sediakan ruang dan waktu bagi mereka untuk dapat berbagi pengalaman dan pemahaman baik tentang mendidik anak sebagaimana filosofi Bapak KHD. 

Hal tersebut sesuai dengan tuntunan dari Baginda Rasulullah yang telah mengajarkan kepada kita bagaimana menerapkan pola pendidikan anak. Permasalahan orang tua dalam mendidik anak, bukanlah perkara yang sepele. Apalagi di zaman yang serba canggih seperti saat ini, jika tidak dibarengi dengan penanaman Iman dan Taqwa dalam diri orang tua dan anak, maka tidak menutup kemungkinan ia akan tergerus keadaan yang dapat menjerumuskannya kepada hal-hal yang negatif. Sebagaimana hadist nabi yang disampaikan melalui HR Muslim, yang mengatakan "Tidaklah seorang bayi yg dilahirkan melainkan dalam keadaan fitrah, maka bapaknyalah yg menjadikannya Yahudi, atau Nasrani atau Musyrik."  Orangtua memiliki kewajiban dalam mendidik anak-anaknya untuk menanamkan nilai-nilai Islam dalam diri sang anak sejak dini. Pendidikan Islam yang saya maksud disini yaitu pendidikan yang sesuai dengan ajaran yang terkandung dalam Alqur’an dan hadits. Orang tua dapat memberikan contoh melalui teladan sikap dan karakter di rumah, memberi nasihat dan menanamkan kebiasaan-kebiasaan baik. Orang tua wajib memperhatikan pendidikan bagi anak-anaknya dan turut berkolaborasi dengan guru dalam hal tersebut.  Di sekolah, guru bertindak sebagai orang tua dan sebagai Fasilitator, yang memfasilitasi dan memantau kegiatan murid. Hal ini sejalan dengan Filosofi Bapak KHD yaitu, Ing Ngarso Sung Tulodho, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani.


Mengkomunikasikan kegiatan pembelajaran bersama wali murid

2.    Program Sagoe Caroeng Glah Peut

Visi

Menumbuhkan kepemimpinan murid.


Tujuan

Melalui Sagoe Caroeng Glah Peut, murid dapat mengekspresikan minat dan bakatnya dalam mengikuti kegiatan pembelajaran secara aktif, kreatif dan menyenangkan sehingga tumbuh jiwa kepemimpinan murid.


3.    Alasan melaksanakan Aksi S-CGP

Hal yang mendasari mengapa saya memilih untuk melaksanakan Aksi S-CGP adalah untuk menciptakan lingkungan kelas sebagai tempat belajar yang nyaman, santai namun kreatif dan imajinatif. Selain itu, hal ini juga sebagai sebuah persiapan bagi murid dalam mengikuti Asesmen Nasional di Kelas V nantinya. Melalui S-CGP, selain sebagai salah satu wahana literasi juga sebagai arena belajar IT. Disini murid diberi kesempatan untuk duduk mencari informasi tentang materi pembelajaran secara mandiri melalui bahan bacaan yang disediakan baik dalam bentuk cetak maupun digital. Lalu murid duduk di lantai kelas untuk berdikusi bersama teman-temannya lalu memutuskan langkah-langkah yang akan mereka laksanakan untuk menyelesaikan permasalahan yang sedang mereka bahas. Karena hal ini dilakukan langsung oleh murid, maka diharapkan murid lebih bertanggung jawab dalam menyelesaikan tugas mereka secara aktif, kreatif dan penuh disiplin.

Kegiatan makan bersama sebagai penutup pembelajaran  

4.    Hasil dari Aksi Nyata yang dilakukan

Sebuah tindakan pasti akam menghasilkan sesuatu. Demikian pula halnya dengan Aksi Nyata  Pengelolaan Program yang Berdampak Pada Murid yang saya lakukan. Awalnya ada murid yang kurang aktif dan sering bolos sekolah. Lalu saya memanggil beberapa wali muris untuk mendiskusikan permaslaahan tersebut dan mereka sangat mendukung program S-CGP. Alhamdulillah, murid-murid senang dan sangat antusias dalam mengikuti pembelajaran. Proses pembelajaran berjalan dengan aktif dan menyenangkan sehingga mampu meningkatkan hasil pembelajaran sesuai dengan yang diharapkan. Murid menikmati proses pembelajaran, aset-aset yang terdapat di sekolah, kami manfaatkan untuk pengelolaan dan pelaksanaan pembelajaran. 

Dengan adanya pembelajaran digital, pembelajaran berbasis IT melalui S-CGP dengan pemanfaatan Tablet Inventaris Sekolah, murid-murid belajar bagaimana mencari informasi melalui laman searching google dan mereka juga belajar bagaimana belajar secara daring dengan menggunakan zoom  dan Gmeet. Kendala yang ditemui saat murid belajar dirumah adalah tidak semua murid dapat belajar dari rumah dengan fasilitas Android dan internet pribadi, Hal ini tidak menjadi sebuah halangan bagi murid-murid untuk terus belajar. Mereka sudah mengerti bagaimana mengikuti pembelajaran daring dan bagi murid yang tidak memiliki fasilitas tersebut, mereka dapat menggunakan satu Android secara bersama, kurang lebih 3 hingga 4 orang murid di rumah murid. 


Kegiatan pembelajaran daring

Pendampingan Individu 

Murid mengisi kuesioner tentang respon terhadap kegiatan pembelajaran

B.       Perasaan (Feeling)

Alhamdulillah setelah mengikuti kegiatan Pelatihan Guru Penggerak sejak minggu ke dua bulan Oktober tahun 2021, selain merasakan lelahnya menuntut ilmu, saya merasa senang dan bersemangat karena telah mendapatkan banyak pengalaman dan pemahaman. Sejalan dengan perubahan paradigma, maka saya telah merubah pemikiran, tindakan dan sikap saya terhadap proses pembelajaran. Terutama pada Modul 3.3 Pengelolaan Program Yang Berdampak pada Murid, saya mulai berpikir untuk dapat memanfaatkan semua aspek sumber daya yang terdapat di kelas dan sekolah tempat saya bertugas. Hal ini bertujuan agar dapat menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan serta mendukung kemajuan proses pembelajaran sehingga akan berdampak positif bagi mutu murid, guru dan sekolah kami.

Adanya motivasi dari sesama rekan Calon Guru Penggerak, Pengajar Praktik serta Fasilitator membuat saya semakin bersemangat untuk mewujudkan keinginan dan cita-cita kami yang tertuang dalam Visi dan Tujuan kami.


C.       Pembelajaran (Finding)

Setelah mengikuti kegiatan Pelatihan Guru Penggerak, sesuai dengan alur MERRDEKA (Mulai dari diri, Eksplosi Konsep, Elaborasi Terbimbing, Demonstrasi Kontekstual, Elaborasi Pemahaman, Koneksi Antar Materi dan Aksi Nyata) sangat banyak hal-hal baru yang saya temukan dan dapat saya implementasikan terhadap pembelajaran yang saya ampu. Saya juga dapat berbagi praktik baik bersama para rekan guru baik dalam satu sekolah, maupun dari sekolah lain. Diantaranya adalah bagaimana melaksanakan pembelajaran baik intrakurikuer, kokurikuler maupun ekstrakurikuler dengan menerapkan prinsip Voice, Chooice dan Ownership.  Disini juga saya mendapatkan pemikiran baru yaitu bagaimana memandang semua aspek, yang sebelumnya saya terbiasa dengan menyebutnya sebagai analisis SWOT, kini saya memandang keempat aspek tersebut sebagai sebuah kekuatan yang akan memberi kolaborasi penting dalam mencapai keberhasilan program pembelajaram baik intrakurikuer, kokurikuler maupun ekstrakurikuler yang kami jalankan. 

Kita dapat mendorong kepemimpinan murid untuk dapat mengambil kepemilikan dan tanggung jawab atas proses pembelajaran mereka sendiri. murid memiliki suara dan pilihan atas apa yang akan mereka pelajari, bagaimana mereka belajar dan mengorganisir pembelajaran mereka dan murid dapat memilih arah dan cara mencapai tujuan pembelajaran sendiri 


D.       Penerapan ke Depan (Future)

Merujuk dari pemaparan saya diatas, ke depan saya akan terus mengimplementasikan ilmu-ilmu baru yang berpotensi mendukung keberhasilan proses pembelajaran. Sebagai seorang guru penggerak, sudah selayaknya saya harus senantiasa update diri agar dapat memenuhi tuntutan zaman agar dapat mencetak generasi yang religius, bekerja keras, jujur, disiplin, berani dan bertanggung jawab.

Letak keberhasilan Negara Indonesia di masa mendatang berada di bahu generasi saat ini yang bukan hanya dituntut cerdas pengetahuan semata, namun juga cerdas dalam karakter dan kepribadian yang menunjukkan karakter Profil Pelajar Pancasila. Melalui pengelolaan program yang berdampak pada murid oleh guru secara baik dan membutuhkan kerja keras dan kesabaran, akan menumbuhkan karakter positif dalam diri murid.

Demikianlah pengalaman yang dapat saya bagikan melalui tulisan pada kesempatan ini. Semoga bermanfaat.

Salam Guru Penggerak. Guru Bergerak Indonesia Maju.

Wassalamu 'alaikum  warrahmatullahi wabarakatuh.

Sabtu, 11 Juni 2022

Jurnal Refleksi - Minggu 23

 Jurnal Refleksi - Minggu 23

Oleh Yuliani, S.Pd


Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillah, segala puji dan syukur saya panjatkan ke hadirat Allah SWT yang senantiasa memberi kesehatan, rahmat dan hidayahNya sehingga saya dapat menyelesaikan Jurnal Refleksi Minggu ke-24 ini.

Alhamdulillah tak terasa, saat ini memasuki akhir pembelajaran Modul 3.3 yang menandai akan berakhirnya kegiatan PGP Angkatan 4 pada LMS. 

Pada hari Senin, 6 Juni 2022 kami mengikuti kegiatan Ruang Kolaborasi. Pada kegiatan ini kami bekerja dalam kelompok  membuat gambaran umum sebuah program/kegiatan sekolah yang mempromosikan suara, pilihan, kepemilikan murid. Berdasarkan hasil diskusi, kelompok kami mengangkat gambaran umum tentang program kegiatan ekstrakurikuler yang berjudul Giat Bulanan Pangkalan Pramuka. Kegiatan ini melibatkan keaktifan semua murid yang terlibat didalamnya dengan pemantauan dari Guru pembimbing. Disinilah munculnya suara, pilihan, kepemilikan murid.

Pada poin Voice, siswa diberikan kesempatan untuk memberikan pendapat dan merencanakan proses kegiatan yang dilaksanakan. Pada poin choice, siswa diberikan kesempatan untuk memilih skill / kemam;puan apa yang ingin ditunjukkan / ditampilkan pada Giat Bulanan Pangkalan Pramuka. Dan pada poin ownership, kegiatan tersebut direncanakan dan dijalankan dari, oleh dan untuk siswa.

Selanjutnya pada keesokan harinya, kami mempresentasikan hasil kerja kelompok kami. Saya mendapat peran sebagai Presenter, Bu Ainol sebagai Moderator, Bu Juli sebagai Penjawab, sementara Bu Jumi dan Bu Darwani berperan sebagai Penanya. Alhamdulillah, kegiatan berjalan lancar dan Bapak fasilitator memberi komentar positif yang membuat kami makin bersemangat dalam mengikuti alur pembelajaran selanjutnya.

Pada hari yang sama, saya mendapat notifikasi di LMS bahwa Post Tes akan dilaksanakan  pada hari Jumat, 10 Juni 2022. Untuk mengikuti kegiatan ini, diharapakan kami dapat menyelesaikan semua kegiatan pembelajaran sesuai  alur dan waktu yang telah ditentukan. 

Rabu, 8 Juni 2022, setekah menyelesaikan kegiatn Refleksi Terbimbing, saya pergi ke Banda Aceh karena ada kegiatan. 

Kamis, 9 Juni 2022, saya mencoba menyelesaikan tugas Demonstrasi Kontekstual dengan tenggang waktu selama 2 hari. Keesokan paginya, Jumat, 10 Juni 2022 sebelum mengikuti kegiatan Post Tes, saya mengirimkan tugas Demonstrasi Kontekstual. 

Setelah itu saya bersiap untuk mengikuti Post Tes mengingat untuk hari Jumat kemarin kemarin saya hanya mempunyai waktu pagi hari, siang jadwal saya dalam perjalanan pulang ke Kabupaten sementara pada malam hari saya harus berkunjung ke tempat saudara yang meninggal.

Sekitar pukul 09.05 WIB, saya mulai mengikuti Post Tes Modul 3.3 dan Alhamdulillah sekitar lebih kurang 30 menit sudah selesai. Segera saya berbenah diri untuk pulang kembali ke Aceh Utara. Namun, saya sangat terkejut melihat informasi yang dikirimkan di Grup WhatsApp, yang intinya Post Tes akan dilaksanakan pada hari Jumat, 17 Juni 2022 pukul 09.00 WIB s.d 21.00 WIB.

Saya semakin risau saat beredar chating di WAG mengenai Post Tes ini. Lalu sekitar pukul 14.49 WIB saya mencoba menghubungi Admin, yaitu Bapak Yayan dan mengemukakan permasalahan yang saya hadapi. Dan tanggapan beliau membuat saya sedikit merasa tenang, bahwa nanti akan di reset ulang.

Selepas Ashar hari ini, salah seorang rekan CGP dari PP lain menelepon saya bahwa nama saya terdapat di tanda merah pada Eksplorasi Konsep. Hal ini menambah risau saya, karena saya merasa telah mengikuti setiap kegiatan sesuai dengan aliur dan waktu yang ditentukan. Semua page di 3.3.a.4. Eksplorasi Konsep - Pengelolaan Program yang Berdampak pada Murid, sudah saya buat notes dan pada forum diskusi, kami sudah berdiskusi sesuai instruksi :


Menurut Instruksi tersebut, kami menentukan Bu Juli sebagai anggota kelompok yang bersedia kegiatan/program sekolahnya didiskusikan. Lalu kami anggota lain menanggapi hal tersebut pada forum diskusi di LMS. Setelah itu, saya melihat di LMS saya sudah tercentang. Namun saya sangat risau dan merasa kecewa karena mendapat notifikasi dari Fasilitator bahwa saya termasuk salah seorang CGP yang belum menyelesaikan kegiatan Eksplorasi Konsep.

Menjelang magrib, saya dan Bu Ainol memutuskan untuk memposting ulang kegiatan/program sekolah kami masing-masing dan kami saling memberi komentar di LMS.

Selepas magrib, saya kembali membuka LMS dan saya menemukan notifikasi bahwa Post Tes akan dilaksanakan pada hari Jumat pada tanggal 17 Juni 2022 dan saya sudah dianggap menyelesaikannya.


Kendala-kendala yang saya hadapi ini, akan saya jadikan pelajaran untuk lebih baik dan teliti dalam setiap kegiatan dan tindakan yang akan saya lakukan.

Harapan saya, jika memang jadwal post tes direset ulang, saya dan teman-teman yang sudah mengikuti post tes, dapat mengikuti post tes ulang. Jika pun tidak dapat mengikuti ulang, setidaknya nilai yang telah kami peroleh, dapat diakui.

Demikianlah yang dapat saya tuangkan pada jurnal refleksi minggu ini. Kritikan dan saran yang dapat memperbaiki diri dan karya saya ke depan, siap saya terima dengan baik. Terima kasih.

Salam Guru Penggerak.

Wassalamu 'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

Selasa, 07 Juni 2022

3.3.a.6. Refleksi Terbimbing - Pengelolaan Program yang Berdampak pada Murid

Assalamu 'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh,

Apa yang menarik bagi Anda setelah mempelajari pengelolaan program yang berdampak pada murid?

Hal yang menarik bagi saya setelah mempelajari pengelolaan program yang berdampak pada murid adalah sebagai saya menyadari bahwa sebagai pemimpin pembelajaran, guru harus berpihak pada murid. Disini, sebagai guru hendaknya dapat menumbuhkan karakter peserta didik dalam pembelajaran yang disesuaikan dengan potensi, minat dan bakat dari masing-masing murid. 

CGP diarahkan untuk dapat menjadi pemimpin bukan hanya dalam ruang lingkup kelas namun juga ruang lingkup yang lebih luas yaitu sekolah. CGP harus mampu membuat perencanaan program yang yang berdampak pada murid, dengan memanfaatkan aset-aset pendukung yang tersedia dalam upaya menjalankan program yang bertujuan pada keberhasilan proses dan hasil pembelajaran. 

Disini juga saya mempelajari bagaimana pengembangan kegiatan intrakurikuler, ko kurikuler dan ekstakurikuler sebagai sebuah pengelolaan program yang berdampak pada murid. Pengembangan ini melibatkan murid secara langsung dalam karena kegiatan ini mengedepankan aspek voice, choice dan ownership.   Murid diberikan kesempatan untuk memberikan pendapat dan merencanakan  proses kegiatan yang dilaksanakan (voice), murid diberikan kesempatan untuk memilih skill apa yang ingin dikembangkan (choice) dan kegiatan dilaksanakan dari perencanaan yang disusun dari inisiatif murid, oleh murid dan untuk murid (ownership).

Apa hal-hal baru yang Anda temukan dalam proses pembelajaran tentang pengelolaan program yang berdampak pada murid?

Saya juga menemukan hal yang mengejutkan dalam proses pembelajaran tentang pengelolaan program yang berdampak pada murid. Hal-hal baru tersebut yaitu sebelum menyusun suatu program kegiatan, analisislah terlebih dahulu tentang apa kemungkinan dampak dan resiko yang akan terjadi. Program kegiatan yang dirancang guru yang akan berdampak langsung pada siswa yaitu pada pelaksanaan pembelajaran di kelas. Dalam pelaksanaannya hendaknya pertimbangkan hasil evaluasi dari kegiatan sebelumnya dengan model 4F (Fact, Feeling, Finding, Future). Fact (Fakta) merupakan catatan objektif tentang apa yang telah terjadi. Feeling (Perasaan) merupakan reaksi emosional terhadap situasi yang terjadi. Finding (Temuan) merupakan pembelajaran konkret yang dapat diambil dari situasi tersebut. Dan Future (Masa depan) adalah menyusun pembelajaran pada masa yang akan datang.

Apa yang berubah yang akan Anda lakukan setelah memahami atau mempelajari materi ini?

Setelah memahami atau mempelajari materi ini, Insya Allah saya akan melakukan perubahan yaitu melaksanakan program kegiatan pengembangan murid dengan terlebih dahulu menganalisis dampak dan resiko yang terjadi kemudian melakukan pendekatan pengembangan komunitas berbasis aset.

Apa yang menantang  bagi Anda untuk memahami apa yang disampaikan dalam modul ini?

Hal yang menantang  bagi saya untuk memahami apa yang disampaikan dalam modul ini adalah program yang melibatkan orang tua murid dan penyusunan program melalui pendekatan BAGJA dalam pengelolaan sumber daya sekolah. Saya optimis bahwa dengan pendekatan BAGJA akan memberikan solusi alternatif atas permasalahan pembelajaran yang terjadi di kelas dan sekolah. Kita dapat mengidentifikasi dan memetakan apa saja sumber daya yang menjadi asset yang dapat diberdayakan sebagai sumber kekuatan dalam menjalankan aksi-aksi pengimplementasian program kegiatan yang saya rancang. Apabila terdapat kendala yang menghadang, dapat diminimalisisr dengan terus memberdayakan semua asset yang dimiliki sebagai sebuah peluang. Jika semua yang dimiliki sekolah dipandang sebagai suatu kekuatan, maka sekolah tidak akan berfokus pada kekurangan melainkan berupaya untuk dapat memanfaatkan dan memberdayakan semua aset / sumber daya yang dimiliki sekolah.

Sumber-sumber dukungan yang saya miliki untuk membantu saya menyusun program yang berdampak pada murid.

Sumber-sumber dukungan yang saya miliki untuk membantu saya menyusun program yang berdampak pada murid selain diri sendiri juga Kepala Sekolah, rekan Guru, rekan tendik, murid, wali murid, komite sekolah, tokoh masyarakat, sarana dan prasarana sekolah, lingkungan sekitar, pemerintah setempat, dan dunia usaha, 

Demikianlah yang dapat saya sampaikan. Semoga bermanfaat.
Salam Guru Penggerak, Guru Bergerak Indonesia Maju.

Wassalamu 'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

Sabtu, 04 Juni 2022

Jurnal Refleksi - Minggu 22

Oleh Yuliani, S.Pd

Assalamu ‘alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh,

Alhamdulillah, Puji syukur ke hadirat Allah SWT yang senantiasa memberi rahmat dan hidayahNya  sehingga saya dapat membuat rekam jejak perjalanan sebagai seorang Calon Guru Penggerak  melalui Jurnal Refleksi Mingguan pada Modul 3.3 Pengelolaan Program Yang Berdampak Pada Murid.

Saya mendapatkan pemahaman bahwa kepemimpinan murid (student agency) merupakan pembelajaran dimana murid berperan sebagai aktor utama dalam proses pengambilan keputusan terkait dengan program/kegiatan pembelajaran. Hal ini sejalan dengan filosopi Bapak KHD yang memprioritaskan pembelajaran yang berpihak pada murid.

Upaya yang dapat saya lakukan untuk dapat mendorong dan mempromosikan suara, pilihan, dan kepemilikan murid di kelas saya adalah melalui pelaksanaan kegiatan pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler dan ektra kurikuler.

Sebagai guru sudah selayaknya agar kita dapat menumbuhkembangkan karakter murid dalam pembelajaran yang disesuaikan dengan potensi, minat dan bakat dari masing-masing murid melalui program-program kegiatan yang melibatkan keaktifan murid. 

Dalam hal menyusun suatu program kegiatan, hendaknya guru menganalisis terlebih dahulu mengenai kemungkinan dampak dan resiko yang akan terjadi atas program yang dicanangkan. 

Yang akan saya lakukan, sesuai dengan konteks keadaan nyata yang dihadapi (aset-kekuatan), untuk mewujudkan 7 karakteristik lingkungan yang menumbuhkembangkan kepemimpinan murid di sekolah saya yaitu dengan memberdayakan semua asset yang terdapat di kelas dan sekolah tempat saya mengajar. Saya tidak akan berfokus pada kekurangan yang ada pada kami, tapi saya akan lebih berfokus dan menonjolkan semua sumber daya yang terdapat disini sebagai sebuah peluang dan kekuatan untuk dapat memperbaiki proses pembelajaran sehingga diharapkan akan berdampak positif bagi perkembangan kemajuan SD Negeri 7 Nisam.

Harapan hanyalah tinggal sebuah harapan yang menjadi mimpi tanpa adanya implementasi melalui tindakan nyata. Semoga Allah memberi saya kekuatan dan kesempatan untuk mengimplementasikan ilmu yang saya miliki untuk dapat mewujudkan harapan yang tertuang melalui Visi dan Misi menjadi sebuah kenyataan.

Demikianlah yang dapat saya sampaikan. Semoga bermanfaat.

Salam Guru Penggerak, Guru Bergerak Indonesia Maju.

Wassalamu 'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh.


Best Practice Literasi dan Numerasi

Oleh Yuliani, S.Pd Assalamu 'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh, Alhamdulillah saat ini penulis telah menyelesaikan rangkaian kegiatan ...