Jumat, 22 Januari 2021

TIPS MENUMBUHKAN MENTAL SEBAGAI PENULIS

TIPS MENUMBUHKAN MENTAL SEBAGAI PENULIS
 
Oleh YULIANI, S.Pd
(Guru SD Negeri 7 Nisam, Kab. Aceh Utara)


Suasana hujan mengiringi pertemuan ke sembilan Belajar Menulis Gelombang 17 bersama Pak Cip sebagai moderator  dan Ibu Ditta Widya Utami sebagai narasumber. Dengan penuh kerendahan hati, beliau mengatakan, “Jika bukan karena Omjay yang meminta, tentu di antara Bapak/Ibu ada yang lebih layak menjadi narasumber malam ini. Namun, sebagai wujud bakti murid kepada gurunya, izinkan malam ini saya membersamai Bapak dan Ibu sekalian 😊🙏🏻”.

Untuk menjadi seorang penulis andal, selain mengetahui teknik menulis, penting bagi kita untuk memiliki mental yang kuat dan sehat.

Jika kita tengok kisah beberapa penulis tersohor baik di dalam maupun di luar negeri, ternyata banyak yang harus jatuh bangun ketika memulai karirnya sebagai seorang penulis. Namun, karena mereka (salah satu faktornya) memiliki mental yang kuat, mereka bisa bangkit kembali dan akhirnya meraih kesuksesan.

Jadi, mental yang saya maksud di sini lebih kepada sebuah cara berpikir untuk dapat belajar dan merespons suatu hal. Sebagaimana yang dilakukan para penulis hebat dalam menghadapi setiap tantangan.

Bu Ditta menorehkan beberapa tulisannya pada https://www.kompasiana.com/ditta13718 dan https://dittawidyautami.blogspot.com . Beliau juga pernah membuat tulisan pendek berjudul Djogja Backpacker di storial.com https://www.storial.co/book/djogja-backpacker

Ada juga yang di Wattpad seperti Precious https://www.wattpad.com/480692862-precious-1-terdampar-di-upi

dan "Mengapa Tak Kau Tanyakan Saja" di https://www.wattpad.com/794784777-mengapa-tak-kau-tanyakan-saja-tamat-mengapa-tak

MENTAL SEORANG PENULIS

1. Siap Konsisten

"Teruslah menulis setiap hari dan buktikan apa yang terjadi." (Omjay)

Satu kutipan di atas sebetulnya sudah cukup menjadi bekal untuk kita sebagai penulis pemula.

Jika kita sudah berniat untuk meningkatkan skill menulis, maka kita harus ingat bahwa menulis adalah sebuah kata kerja. Artinya, harus ada tindakan nyata.

Saat ini banyak sekali platform untuk menulis yang bisa kita manfaatkan. Contohnya seperti yang saya share. Tapi mungkin masih ada yang menulis seperti Soe Hoek Gie. Dari buku catatan kemudian lahir sebuah buku. Atau seperti RA Kartini dari surat-suratnya juga lahir sebuah buku.

Semua orang mungkin bisa menulis. Tapi, untuk jadi penulis andal, butuh mental kuat agar bisa konsisten menulis. Salah satu tips agar bisa memiliki mental untuk konsisten adalah dengan mengenali diri sendiri. Sehingga tantangan apa pun yang menghadang, kita akan tau apa yang harus kita lakukan.

2. Siap Dikritik

Bapak/Ibu yang bahagia hatinya, saat kita memutuskan untuk memublikasikan hasil tulisan kita di blog/buku/media sosial/media massa, dsb, maka penting kita sadari bahwa tulisan kita telah menjadi "milik publik".

Dengan demikian, kita harus menyiapkan mental untuk menerima masukan dari publik. Tak hanya bersiap untuk komentar baik, kita pun harus bersiap bila ternyata ada yang mengkritik dengan cukup tajam atas tulisan kita.

Dengan adanya masukan/kritik dari berbagai pihak, kita bisa mengetahui kekurangan dalam tulisan kita. Bukan hanya dari kacamata sendiri, tapi juga dari kacamata pembaca.

3. Siap Belajar

Jika sudah senang dan konsisten menulis, sudah bisa menerima saran maupun kritik, maka sungguh kita memiliki mental untuk belajar bertumbuh.

Ada dua cara yang dapat ditempuh :

a. Melakukan riset

Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas tulisan adalah dengan melakukan riset. Bisa dengan berkunjung ke perpustakaan, berkunjung ke toko buku untuk mengamati buku-buku best seller, melacak apa yang sedang menjadi trend di sosial media maupun dengan google traffic, dsb.

b. Tambah Bacaan

Saat ini, dimana literasi begitu digaungkan, maka kita harus menyiapkan mental untuk siap menjadi orang yang literat. Salah satunya dengan meningkatkan daya baca.

Daya baca berbeda dengan minat baca. Berikut tulisan saya tentang daya baca…

4. Siap Ditolak

Mental berikutnya yang perlu kita sadari adalah siap ditolak oleh media maupun penerbit, dll.

Saat naskah kita ditolak, coba lagi dan lagi. Atau cari alternatif lain. Misal dengan menerbitkan sendiri atau dipublish di berbagai media sosial.

JK Rowling pernah ditolak belasan penerbit. Dewi "Dee" Lestari sang penulis Supernova pun pernah merasakan ditolak penerbit. Bahkan sekelas novelis horor Stephen King pun pernah ditolak.

Bayangkan, jika mereka berhenti berjuang saat ditolak penerbit satu dua kali, mungkin saat ini kita tidak akan mengenal karya karya hebat mereka.

5. Siap Menjadi "Unik"

The last but not least. Mental yang perlu kita tanamkan untuk menjadi penulis adalah just be yourself. Jadilah diri sendiri. Jadilah unik.

Maksudnya dalam menulis nggak perlu terlalu ikut-ikutan seperti orang kebanyakan. Tulis saja apa yang paling kita sukai. Yang paling sesuai dengan diri kita.

Omjay misalnya selalu unik dengan tulisan setiap harinya. Mr. Bams unik dengan kalimat-kalimat positifnya. Dan Bu Kanjeng yang unik dengan gaya bahasanya yang begitu hidup.

Tengok blog atau buku Raditya Dika, isinya pasti humor. Jika membaca buku-buku Justin Gaarder (penulis Dunia Sophie), jangan heran jika terselip unsur filsafat. Karena basicnya beliau memang pernah jadi guru filsafat sebelum menjadi penulis.

Nah, apa yang unik dalam diri kita? Mari kita tuangkan dalam bentuk tulisan.

Jadilah penulis jujur yang apa adanya dan ada apanya. Tidak dibuat-buat/dipaksakan (apa adanya) namun tetap berbobot (ada apanya). *Yang kedua bisa kita tingkatkan dengan terus berlatih menulis dan membaca.

Sekitar pukul 20.00 WIB, Bu Ditta mengakhiri materinya dan memberi kesempatan pada para peserta untuk bertanya dengan mengembalikan kendali acar pada Pak Cip.

Cara memunculkan ide dan kreatifitas yang beda dengan yang lain sehingga dapat membranding diri menjadi unik adalah dengan terus berlatih membaca dan manulis. Ada catatan jika kita ingin belajar menulis melalui membaca. Membaca bisa menambah kosa kata, wawasan, dsb sehingga akan banyak ide bermunculan. Jangan gunakan teknik membaca cepat. Pelajari tata bahasa yang digunakan. Pemilihan kosa kata dan sebagainya. Cerna. Tapi yang terpenting tetap gunakan gaya bahasa kita sendiri.

Menulis resume pelatihan belajar menulis ini pun sesungguhnya melatih kita untuk menjadi unik. Karena setiap orang mendapat materi yang sama, namun harus membahasakan dengan gaya masing-masing sehingga menjadi lebih segar dan unik.

Tips untuk konsisten menulis itu bisa banyaaak sekali, antara lain :

  • Tentukan niat menulis, misal untuk berbagi kebaikan, untuk memoar perjalanan hidup, untuk mencicil agar nanti bisa dibukukan, dsb.
  • Agar tidak kena writer's block dan tetap konsisten menulis, maka tulis apa pun yang kita sukai. Walau sederhana dan walau hanya beberapa paragraf saja.

Kita ini manusia biasa. Membuat semua orang menyukai kita, menyukai tulisan kita, adalah hal yang boleh jadi mustahil. Kita tidak bisa mengontrol siapa yang suka dan tidak terhadap tulisan kita. Tapi, kita bisa mengontrol bagaimana respons kita dalam menyikapinya. Jika Ibu ingin tulisan banyak dibaca silakan cari tema yang sedang tren di masyarakat. Bisa juga dengan cari di google traffic apa saja yang ramai dibicarakan. Atau buka sosial media, biasanya kita juga bisa tau apa yang ramai dibicarakan. Lalu buat tulisan tentang itu. Tips lainnya buatlah judul yang menarik.

Seringkali beberapa tulisan tidak tuntas karena tergoda menulis yang lain. Tips agar kita tidak gampang tergoda yang lain yaitu sebelum bisa menuntaskan satu tulisan, buat beberapa draft dengan sebanyak tema ide yang muncul. Lalu buat outlinenya. Bisa beberapa kata kunci dari setiap tema. Lebih bagus kalau kalimat kalimat pokok yang dituliskan. Hal ini bisa membantu kita untuk menulis beberapa tema sekaligus. Jika tidak ada outline, biasanya (saya sih) lupa kelanjutannya harus bagaimana. Sungguh, outline itu sangat membantu.

Tahukah Anda mengapa saya senang ada blog? Karena tidak ada aturan baku di blog!

Blog kita ya milik kita. Kontennya mau bagaimana terserah kita. Isinya mau apa, terserah kita. Tulisannya mau bagaimana? Juga terserah kita.

Bebas. Merdeka.

Tapi ... Nah tentu kita harus pandai menempatkan diri. Tidak mungkin kan, menulis artikel (katakanlah untuk surat kabar provinsi) kita gunakan bahasa seenak kita? Kita harus cermati bahasa seperti apa yang digunakan media tersebut.

Dalam jurnal atau artikel ilmiah ada aturannya. Menulis ke penerbit mayor, juga usahakan sudah sesuai PUEBI agar memudahkan proses seleksi dan editing.

So, menurut saya tidak masalah selama kita tahu dimana kita menulis 😊🙏🏻

Demikianlah resume malam ini. Semoga bermanfaat!

Rabu, 20 Januari 2021

Tips Menulis dan Menerbitkan Buku ke Penerbit Ala Cak Inin

Tips Menulis dan Menerbitkan Buku ke Penerbit Ala Cak Inin

Oleh :

Yuliani S.Pd

(Guru SD Negeri 7 Nisam Kab. Aceh Utara)


Goresan malam ini berdasarkan ilmu yang dibagikan oleh Bapak Mukminin, S.Pd.,M.Pd yang akrab dipanggil Cak Inin. Beliau kelahiran Jombang, 6 Juli 1965. Pada tahun 1987 beliau menyelesaikan D2  IKIP Negeri Surabaya, sementara untuk S-1 di IKIP PGRI Tuban pada tahun 1998. Pada tahun 2012, beliau berhasil menyandang titel M.Pd pada UNISDA Lamongan, Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia. 

 

Cak Inin merupakan seorang Guru berstatus PNS di SMP I Kedungpring Lamongan sejak tahun 1989 sampai sekarang. Beliau juga merupakan seorang Konsultan Umroh dan Haji Plus PT. Arminareka Perdana Cabang Lamongan. Berkat Hobinya membaca dan menulis serta berorganisasi, pada usia 55 tahun beliau menjadi seorang Penulis buku. Selain itu, beliau tercatat sebagai Pengurus PGRI Kec. Kedungpring, Lamongan, Jatim dan Pengurus KOMNASDIK Kab. Lamongan periode 2021-2026.

 

Buku solo yang telah diterbitkannya yaitu Buku solo 55 Pantun Nasihat  tahun 2020 penerbit Kelompok Majas Bojonegoro dan Buku Jurus Jitu Menjadi Penulis Handal Bersama Para Pakar  (Percetakan Pustaka Ilalang) Penerbit Kamila Press 2020.

 

Sementara Karya Bersama yang telah beliau hasilkan antara lain:

  1. Antologi Pusat Belajar Guru Bojonegoro tahun 2020.
  2. Antologi puisi Guru dan Siswa SMP I Kedungpring dalam Goresan Pena (Dalam Pandemi Covit 19) tahun  penerbit Ilalang 2020
  3. Antologi Musim Ketiga penerbit Dwi Putra Jaya Bojonegoro 2020
  4. Semangat menulis Bersama Bu Kanjeng penerbit Oase Pustaka Jateng 2020
  5. Pena Digital Guru Melenial (Antologi Guru Bloger Bersama Om Jay dan PGRI) Penerbit Oase Jateng 2020
  6. Rona Korona Duka dan Ria (Antologi Puisi Pandemi Covid-19) Mukminin, Dkk. Penerbit Oase Jateng 2020.
  7. Menciptakan Pola Pembelajaran yang Efektif dari Rumah. Wijaya Kusumah,Dkk. Penerbit Tata Akbar. 2020
  8. Antologi Kisah Inspirasi Sang Guru. Mukminin,Dkk, ( Percetakan Pustaka Ilalang) Penerbit Kamila Press. 2020

 


Motto beliau :

  1. Manjadda Wajadda
  2. Jadikan hidup untuk bermanfaat bagi orang lain 
  3. Tiada kata terlambat untuk menulis, tulislah segera apa yang Anda suka, Anda lihat, Anda baca, Anda dengar,   Anda rasakan untuk berbagi kebaikan ( Cak Inin 2020)
  4. Torehkan penamu dari hikmah jejak kakimu siapa tahu itu jadi penolongmu (Cak Inin 2020)

 

Hal yang diperlukan untuk menerbitkan buku-buku bagi penulis pemula yaitu:

  1. Diperlukan sebuah keberanian dan tekad yg kuat untuk mempublikasikan tulisan dg harapan berbagi pengalaman. Tanpa niat yang kuat maka tidak akan terbit buku kita. Karena menulis itu bukan  karena bakat tetapi karena niat kuat untuk menulis dan terus menulis dan terus berlatih.
  2. Kita harus berpola pikir  bahwa menulis itu mudah. Jangan berkata menulis itu sulit. Dengan berkata menulis itu mudah maka otomatis pikiran dan hati kita diberi kemudahan. Kalau dibalik menulis itu sulit maka terhentilah pikiran dan hati kita untuk menulis bahkan akan mengalami kebuntuan. Karena terpola. Percayalah ucapan adalah doa. Ada yang mengatakan menulis itu semudah bicara. Memang benar, Anda bicara lalu direkam dengan hp (Writter plus atau  Color Note) langsung terekam tinggal edit saja maka jadilah tulisan. Maka tulislah apa saja  yang kita dengar, kita lihat, kita baca dan kita rasakan.
  3. Kenali pasion Anda ( potensi Anda) apakah suka menulis buku bisnis,  agama, pendidikan, fiksi (cerpen, novel, roman, IT, motifasi dll. Dengan mengenali potensi Anda maka akan mempermudah Anda untuk menulis. Sehebat apapun potensi Anda tanpa diasah dan berlatih terus maka sia-sia.   Dengan demikian kita terus berlatih menulis dan menulis.
  4. Banyak membaca. Untuk menjadi penulis buku bisa diperoleh melalui pengalaman dan pengetahuan dengan banyak membaca buku wawasan kita akan bertambah dan bisa kita tulis menjadi buku yg menarik. Selanjutnya langsung action parktik menulis apa saja yg Anda  suka lalu simpan di blog pribadi. Bisa berupa resume kuliah online bersama Om Jay, puisi, cerpen, artikel, kisah perjalanan, motivasi dll. Yang nantinya kita jadikan buku.

 

Karena kita sibuk dengan banyak pekerjaan maka kita harus pandai membagi waktu. Ketika ada peristiwa atau kejadian yg perlu kita lakukan:

  1. Tulislah, segera ambil hp kita ambil gambar, tulis di hp pokok-pokok nya yaitu 5W + 1H,  atau tulis di buku catatan / kertas atau langsung bicara dg direkam di hp.
  2. Tentukan waktu yg tepat untuk menulis. Setiap orang tidak sama, ada yg sempat habis sholat subuh, ada yg sebelum tidur. Terserah kita masing-masing. Kembangakan pokok-pokok tulisan menjadi tulisan yang baik, enak dibaca dengan kalimat pendek, sederhana yang mudah dipahami dan gunakan istilah umum.
  3. Tampilkan tulisan Anda  dg ciri khas  gaya sendiri (trade Mark), Krn setiap orang punya style.
  4. Jangan membatasi jumlah halaman, mengalir saja, tulislah sebanyak-banyaknya. Jangan menulis sambil mengedit. Tulis saja sampai selesai baru kita edit Sampai benar-benar bagus sesuai dg EYD / EBBI.
  5. Mempelajari bagaimana buku itu diterbitkan. (Bagaimana membuat cover buku, Bagaimana Judul yg menarik perhatian pembaca, Apa saja yg harus dikirim ke penerbit dari naskah / tulisan kita menjadi buku. Dan beberapa  teman-teman memberi testimoni)
  6. Siapkan kata pengantar
  7. Daftar Pustaka
  8. Biodata penulis
  9. Sinopsis untuk cover buku bagian belakang berisi, inti dari isi buku kita,  kelebihan buku kita dan untuk promosi)
  10. Semua jadikan 1 file kirim ke ke penerbit lwt email dan lwt Wa

Penerbit buku ada macam. Pertama penerbit Mayor dan kedua penerbit Indhie. Apa perbedaanya? mari kita ikuti uraian berikut ini  :

1.  Jumlah Cetakan di penerbit mayor.

# Penerbit mayor  mencetak bukunya secara masal. Biasanya cetakan pertama sekitar 3000 eksemplar atau minimal 1000 eksemplar untuk dijual di toko-toko buku.

#Penerbit indie : hanya mencetak buku apabila ada yang memesan atau cetak berkala yang dikenal dengan POD (Print on Demand) yang umumnya didistribusikan melalui media online Facebook, Twitter, Instagram, Youtube, WA grup dll.

2.  Pemilihan Naskah yang Diterbitkan

# Penerbit mayor :

Naskah harus melewati beberapa tahap.

Naskah harus melewati beberapa tahap prosedur sebelum menerbitkan sebuah naskah. Tentu saja, menyambung dari poin yang pertama, penerbit mayor mencetak bukunya secara masal 1000 - 3000 eksemplar. Mereka ekstra hati-hati dalam memilih naskah yang akan mereka terbitkan dan tidak akan berani mengambil resiko untuk menerbitkan setiap naskah yang mereka terima. Penerbit mayor memiliki syarat yang semakin ketat, harus mengikuti selera pasar, dan tingginya tingkat penolakan.

# Penerbit indie :

Tidak menolak naskah. Selama naskah tersebut sebuah karya yang layak diterbitkan; tidak melanggar undang-undang hak cipta karya sendiri, tidak plagiat, serta tidak menyinggung unsur SARA dan pornografi, naskah tersebut pasti kami terbitkan. Kami adalah alternatif baru bagi para penulis untuk membukukan tulisannya.

3.  Profesionalitas

# Penerbit mayor :

Penerbit mayor tentu saja profesional dengan banyaknya dukungan SDM di perusahaan besar mereka.

# Penerbit indie : Kami pun profesional, tapi sering disalah artikan. Banyak sekali anggapan menerbitkan buku di penerbit indie asal-asalan, asal cetak-jadi-jual. Sebagai penulis, harus jeli memilih siapa yang akan jadi penerbit Bapak Ibu dan Saudara-saudara. Jangan tergoda dengan paket penerbitan murah, tapi kualitas masih belum jelas. Mutu dan manajemen pemasaran buku bisa menjadi ukuran penilaian awal sebuah penerbitan. Kadang murah Cover kurang bagus, kertas dalam coklat kasar bukan bookpaper (kertas coklat halus). Kami jaga mutu Cover bagus cerah mengkilat isi buku kertas cokal halus awet (bookpaper).

4.  Waktu Penerbitan

# Penerbit mayor :

Pada umumnya sebuah naskah diterima atau tidaknya akan dikonfirmasi dalam tempo 1-3 bulan. Jika naskah diterima, ada giliran atau waktu terbit yang bisa cepat, tapi ada juga yang sampai bertahun-tahun. Karena penerbit mayor adalah sebuah penerbit besar, banyak sekali alur kerja yang harus mereka lalui. Bersyukur kalau buku bisa cepat didistribusikan di semua toko buku. Namun, jika dalam waktu yang ditentukan penjualan buku tidak sesuai target, maka buku akan dilepas oleh distributor dan ditarik kembali oleh penerbit.

# Penerbit indie :

 Tentu berbeda kami akan segera memproses naskah yang kami terima dengan cepat. Dalam hitungan minggu bukumu sudah bisa terbit. Karena memang, kami tidak fokus pada selera pasar yang banyak menuntut ini dan itu. Kami menerbitkan karya yang penulisnya yakin karya tersebut adalah karya terbaiknya dan layak diterbitkan sehingga kami tidak memiliki pertimbangan rumit dalam menerbitkan buku.

5.  Royalti

# Penerbit mayor :

Kebanyakan penerbit mayor mematok royalti penulis maksimal 10% dari total penjualan. Biasanya dikirim kepada penulis setelah mencapai angka tertentu atau setelah 3-6 bulan penjualan buku.

# Penerbit indie :

Umumnya 15-20%  dari harga buku. Dipasarkan dan dijual penulis lewat fb, Instagram, wa grup, Twitter, status, dll.

6. Biaya penerbitan

# Penerbit mayor :

Biaya penerbitan gratis. Itulah sebabnya mereka tidak bisa langsung menerbitkan buku begitu saja sekalipun buku tersebut dinilai bagus oleh mereka. Seperti yang sudah disebut di atas, penerbit mayor memiliki pertimbangan dan tuntutan yang banyak untuk menerbitkan sebuah buku karena jika buku tersebut tidak laku terjual, kerugian hanya ada di pihak penerbit.

# Penerbit indie :

Berbayar sesuai dg aturan masing-masing penerbit. Antara penerbit satu dengan yang  lain berbeda. Karena pelayanan dan mutu buku yg diterbitkan tidak sama.

Contoh penerbit mayor adalah Gramedia Pustaka Utama, Mizan, Republika, Grasindo, Loka Media, Tiga Serangkai, Bentang Pustaka, Erlangga, Yudhistira,  Andi Yogyakarta dan lain sebagainya.

Kamila Press Lamongan sebagai penerbit Indhei  melayani cetak buku , jasa lengkap dg jasa desain cover buku,   Lay out,  editing dan ISBN. Jasa Penerbitan Kamila Press Lamongan dengan harga terjangkau.

Penerbitan saya  melayani seluruh Indonesia. Alhamdulilah dalam tahun 2020 sebagai penerbitan tahun perdana yg berjalan mulai  September s.d Desember 2020 telah menerbitkan 20 buku dari teman2 guru dari pulau Jawa, NTT, Kalimantan, dan Sumatera.

Jan 2021 Minggu pertama  menerbitkan 8 buku dan cetak ulang 4 buku dari bbrp penerbit lain.

Minggu kedua Januari 2921 Alhamdulillah mengerjkan 9 buku 4 sudah turun ISNB yg lima proses.

Boleh  cetak ulang di Penerbit saya yg penting itu penulisnya Bpk Ibu dg syarat ada file cover buku dan 1 file lengkap naskah buku.

 

Syarat-syarat penerbitan di Kamila Press Lamongan:

  1. Kirimkan naskah lengkap mulai judul, kata pengantar, daftar isi, naskah lengkap sesuai urutan daftar isi, daftar pustaka, biodata penulis dg fotonya dan Sinopsis ( ditempatkan di cover belakang). Kalau ada Endors dari pakar (orang ahli).
  2. Ketik  A5 ukurannya 14,8 x 21 cm, spasi 1,15 ukuran fon 11 dan margin kanan 2 cm, kiri 2 cm, atas 2 cm dan bawah 2 cm. Gunakan huruf  Arial, calibri atau  Cambria dan masukkan dalam 1 file kirim ke WA sy atau email gusmukminin@gmail.com
  3. Untuk judul dan Cover.

a. Untuk judul kalau kurang pas saya membantu mengusulakan kpd Bpk Ibu judul yang menarik.
Cover buku:
b. Cover buku boleh  sdh Bpk ibu buat kami tinggal poles biar cantik dan menarik dengan kesepakan Bapak ibu.
c. Cover minta kami buatkan. Siap.

Bpk ibu silakan kirim  judul, nama penulis lengkap dg gelar, kata pengantar dari siapa. Minta warna apa, boleh ada ada foto penulis atau gambar yg lain, suka-suka.

 

Fasilitas di Penerbit Kamila Press Lamongan

Selain mendapat fasilitas buatkan cover buku, layout, edit dan ISBN penulis juga dapat PO (Pre Order) buku / promo buku dg harganya serta dapat sertifikat dari penerbit yg kerja sama dg pencetakan.

(https://cakinin.blogspot.com/2021/01/cetak-awal-10-buku-dan-cetak-ulang.html)

 

Sebagai penutup paparan materi beliau memberikan motivasi :

  1. Menulis itu mudah,  ayo terus menulis
  2. Tiada kata terlambat untuk menulis, tulislah segera apa yang  Anda suka, Anda dengar, Anda lihat, Anda baca dan Anda rasakan untuk berbagi kebaikan ( Cak Inin 2020)
  3. Torehkan penamu dari hikmah jejak  kakimu, siapa tahu itu jadi penolongmu ( Cak Inin 2020)
  4. Kalau kamu ingin panjang umurmu, maka Menulislah ( Cak Inin 2020)

 


Catatan Penting:

  1. Untuk naskah bisa diterbitkan minimal 60 halaman dengan Front penerbit Indhei seperti tempat saya Font 11. Penerbit Indhei tidak menolak terbitkan buku asal sesuai aturan, buku itu bermanfaat bisa cerpen, puisi, kisah perjalan,  buku pelajaran, Tips Menerbitkan Buku, menulis buku dsb yg penting tidak melanggar sara.
  2. Yang menerbitkan buku di penerbit Indhie silakan dijual oleh penulis dg dibuatkan PO buku (promo buku) harga tidak mahal sesuai jumlah halaman.
  3. Biaya di penerbit Kamila Press Lamongan bayar kalau sudah lengkap Cover buku, layout, edit, iSBN beres. Sdh kita koreksi bersma antara penukis dan penerbit. Kalau Deal kita naikkan cetakan baru bayar semuanya ditambah ongkir. 

Alhamdulillah, malam ini saya berkesempatan bertanya langsung kepada narasumber di forum, biasanya kebagian Japri, hehehe…

Apakah kumpulan penting materi pelajaran yang tidak terlalu tebal sebagai pendamping pelajaran dan target dibaca oleh siswa SD, bisa dianggap Buku Karya kami peserta Belajar Menulis ini?

Dengan nada yang lembut dan berwibawa, beliau menjawab yang intinya “Bisa” dengan minimal tulisan 60 halaman berisi materi-materi penting pelajaran.

Terima kasih banyak Cak Inin sebagai narsum malam ini, Pak Cip sang moderator hebat, Om Jay sang motivator handal dan semua rekan di Grup Belajar Menulis Gelombang 17.

Salam literasi dan sukses bersama.

Senin, 18 Januari 2021

Menulis Jitu dengan Jurus TOJTRP

 

Menulis Jitu dengan Jurus TOJTRP

18 Januari 2020

Oleh Yuliani, S.Pd

(Guru SD Negeri 7 Nisam Kab. Aceh Utara)

 


Mengawali pertemuan Belajar Menulis malam ini, Om Jay mempersilahkan Bu Aam Nurhasanah dari Lebak Banten sebagai moderator untuk memimpin diskusi dengan narasumber hebat yaitu Ibu Noralia Purwa Yunita, M.Pd. kelahiran  Kudus, 12 Juni 1989.

Beliau putri pertama dari dua bersaudara dari pasangan Bapak Ali Achmadi, S.Pd dan ibu Noor Fatkhiyah, S.Pd.SD. Setelah kuliah program sarjana di Univeritas Negeri Semarang lalu melanjutkan program magister pendidikan di Universitas Negeri Semarang. Saat ini beliau bekerja sebagai pengajar di SMP Negeri 8 Semarang. Selain mengajar, penulis juga sebagai penulis baru di Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan, tim penulis buku ajar di PENERBIT Bumi Aksara, penulis di Penerbit Inovasi Publishing, penulis baru di penerbit Mayor Andi Offset, tim pengembang IT SMP NEGERI 8 Semarang, SLCC PGRI Jawa Tengah, anggota komunitas koordinator virtual Indonesia (KKVI), anggota Musyawarah Guru Mata Pelajaran Prakarya dan IPA, serta Pembimbing ekstrakurikuler KIR SMP.

Prestasi yang pernah diraih penulis adalah Juara Harapan I lomba karya tulis di Universitas Negeri Semarang, program pendanaan Dinas Provinsi Jawa Tengah pada program fasilitasi karya ilmiah tingkat Provinsi Jawa Tengah, Program pendanaan LPPM pada usulan program pengabdian masyarakat, program pendanaan DIKTI pada program kreativitas mahasiswa tingkat nasional, pendanaan program Student Grand Hibah I'm Here DIKTI, serta sebagai pembimbing yang mengantarkan tim menjadi juara I lomba karya tulis ilmiah SMA tingkat Jawa tengah.

Karya yang sudah dibuat meliputi bahan ajar Kimia SMA, buku antologi "Menciptakan pola pembelajaran efektif dari rumah", buku seri ekoji academy "Digital Mindset" dan "Gamifikasi", buku " Jurus Jitu Menulis dan Berprestasi", buku "kiat praktis menulis modul berbasis riset" yang merupakan ubahan dari tesis menjadi buku, buku antologi "Kisah Inspiratif Sang Guru", antologi dengan siswa " Aku dan Corona", kompilasi penulis YPTD "Prahara di Tengah Corona" dan beberapa artikel yang telah dimuat di media daring dan cetak. Saat ini sedang tahap penyelesaian naskah untuk e-book "Merdeka Belajar : Konsep Revolusi Pendidikan Abad 21", naskah "Mobile Learning", dan beberapa naskah antologi baik kolaborasi antar guru dan siswa.

Bu Nora dapat dihubungi melalui email : noraliapurwa@gmail.com atau pada nomor whatsapp ; 087786578494 dan instagram : noralia_needtha.

Sebelum memulai materi, beliau minta ijin sejenak kepada bapak ibu untuk berdoa terkhusus kepada saudara 2 kita di Kalimantan Selatan, Sulawesi barat dan daerah lain yang sedang tertimpa musibah, semoga selalu dalam perlindungan Tuhan YME, diberikan kesehatan, keselamatan, kesabaran dan kekuatan dalam menghadapi segala musibah yang ada. Dan semoga keadaan segera pulih seperti semula. Aamin YRA.

Malam ini beliau berbagi tentang Penulisan buku. Awalnya beliau menulis 'lagi' adalah semenjak pandemi, lebih tepatnya mulai bulan April 2020. Beliau mulai lagi hasrat terpendam beliau untuk menulis. Apalagi setelah tergabung ke dalam grup menulis dengan Om Jay dkk, hasrat itu tambah besar. Dan terhitung hingga akhir tahun 2020 kemarin,, Alhamdulillah ada 8 buku yang berhasil tertulis,,4 buku solo dan 4 buku antologi.

Karya yang telah beliau hasilkan :

1.    Bersama prof hebat, prof. Richardus Eko Indrajit berhasil terbit di penerbit Andi.



2.    Karya kedua merupakan naskah antologi bersama gelombang 8 berjudul Kisah inspiratif sang guru.

3.  Buku antologi dengan para peserta di beberapa gelombang lomba blog yang diadakan Om Jay yang hasilnya karya tersebut dibukukan.

4.    Buku hasil resume menulis di pelatihan.



5.    Kembali kolaborasi dengan prof Eko, dan sekarang masih proses review di penerbit andi.



6.    Kiat Praktis  Menulis Modul Berbasis Riset.



7.    Antologi dengan 3 siswi hebat.



8.    Kompilasi dengan para penulis di YPTD, penerbit asuhan bapak Thamrin Dahlan

Selain buku, ada beberapa karya yang juga terbit di media cetak dan daring

Beberapa trik yang bapak ibu dapat gunakan jika ingin memiliki beberapa karya dalam waktu singkat yaitu:

1.    Mengikuti program menulis antologi atau kolaborasi

Jika bapak ibu belum pede untuk menulis solo, bapak ibu dapat mengikuti beberapa program menulis antologi ataupun kolaborasi dengan beberapa penulis.

Hal ini pula yang beliau lakukan, karena selain dapat belajar dari karya penulis lain, kita juga tidak dituntut menulis terlalu banyak bab untuk dijadikan buku.

2.    Menulis setiap hari di blog

3.    Cara ini adalah yang beliau lakukan ketika menjadi peserta di gelombang 8, waktu itu materi diberikan setiap malam, dan setelah materi selalu ada resume. Nah, resume tersebut beliau tulis satu persatu di blog pribadi beliau, hasilnya, jadilah 1 buku berjudul Jurus Jitu menulis dan berprestasi yang merupakan kumpulan resume dari pelatihan bersama Om Jay. Tulisan dengan TEMA yang SAMA dikumpulkan menjadi satu, untuk kemudian dibuatlah menjadi buku

4.    Menulis di media sosial

Beliau yakin peserta disini ada yang suka membuat status di Facebook atau instagram. Arahkan hobi ini untuk menulis sesuatu yang lebih berarti. Misal cerita motivasi, pengalaman pribadi ataupun cerpen, tulis secara konsisten, jika sudah banyak, tinggal jadikan buku.

5.    Menulis buku harian

6.    Nah, buku harian ternyata dapat berbuah karya sebuah buku lho bapak ibu. Cerita pribadi kita, saat kita sedang sedih, bahagia, atau apapun, kita dapat menuangkan rasa itu di buku harian kita. Tinggal nanti ubah cerita ini ke dalam karya fiksi atau pengalaman pribadi, jadikan buku.

7.    Ajak siswa untuk menulis

Bapak ibu disini sebagian besar berprofesi sebagai guru. Ajaklah siswa bapak ibu untuk ikut berkarya. Caranya, karya dapat dibuat berupa tugas siswa,.misal siswa diberikan tugas untuk menulis puisi, cerpen atau pantun.dengan tema tertentu. Lalu bukukan karya tersebut, pasti mereka senang. Atau juga ajaklah siswa tergabung dalam grup menulis, caranya dengan membuat WA grup menulis dengan siswa, sebarkan info ini ke wali kelas masing-masing, siswa yang tertarik dapat langsung masuk ke grup tersebut. Tentukan tema penulisan, berikan arahan, tinggal buat karya bersama.

Beliau belajar banyak cara penulisan buku dari buku UKTUB karya bp Akbar Zainuddin.

Ingat jurus TOJTRP dari pak Akbar :

1.    Tema

Tentukan tema buku yang akan ditulis

2.    Outline / TOC/ Daftar isi

Dalam penulisan buku, pembuatan TOC / outline/ daftar isi merupakan langkah kedua setelah penentuan tema.

Beberapa alasan pentingnya pembuatan daftar isi yaitu

a)      Daftar isi merupakan kerangka pikiran kita dalam menuangkan setiap ide dalam buku yg akan kita tulis.

b)      Membantu menjabarkan tiap bab dan sub bab dalam buku.

c)      Kita dapat mengetahui awal dan akhir dari buku kita melalui daftar isi ini.

d)     Membantu kita dalam mencari referensi / pustaka yang kita butuhkan.

e)      Agar tulisan dalam buku kita lebih terfokus dan tidak sampai keluar bahasan / topic

f)       Dan yang paling penting, adanya daftar isi ini akan membantu kita untuk menjadwalkan kapan buku kita harus selesai. Dengan kata lain target waktu selesainya buku. Misal jika kita memiliki 5 bab dalam daftar isi, kita mungkin dapat menargetkan kelima bab ini harus selesai dalam 5 bulan. Berarti 1 bab harus selesai dalam 1 bulan. Dengan cara ini, maka buku kita akan cepat selesai karena kita sudah memiliki target penyelesaian.

Cara membuat daftar isi:

1)      Untuk naskah non fiksi

Ikuti pedoman 2W+ 1H

2)      Bab awal merupakan bab yang menjawab why, artinya mengapa. Dalam hal ini Bab awal dapat berupa Mengapa … , Pentingnya … , Alasan …

3)      Bab selanjutnya menjawab WHAT (apa)

Artinya bab tersebut menjelaskan pengertian, jenis, atau mungkin ciri khusus dari apa yang akan kita tulis di buku kita. Sebagai contoh Mengenal Media ... , Apa Itu Media ..., Spesifikasi Media ...

4)      Bab akhir, biasanya menjawab HOW (bagaimana). Nah, untu menjawab HOW ini, dapat dibuat lebih dari 1 bab karena How meliputi tahap pembuatan, pelaksanaan, penerapan, hasil dan kelebihan serta kekurangan.  Misal : Penerapan Model ... , Implementasi … , Perancangan... , Hubungan Model ... , Kelebihan Dan Kekurangan Model ....

Sedangkan untuk Naskah Fiksi seperti novel, cara membuat daftar isi:

1)      Tentukan prolog

Biasanya pengenalan tokoh, setting cerita, awal cerita. Biasanya di prolog ini belum ada konflik, alur juga belum terlalu terlihat karena masih merupakan bagian awal dari cerita

2)      Tentukan konflik cerita, biasanya di bab2 pertengahan sudah mulai muncul apa yang menjadikan konflik atau permasalahan dari cerita itu. Ini merupakan bab inti karena di dalamnya ada hikmah yang dapat diambil dari pembaca

3)      Tentukan klimaks dari konflik. Ini biasanya masih ada di bab pertengahan yang merupakan puncak dari konflik yang terjadi.

4)      Tentukan solusi dari konflik yang ada.

5)      Ini merupakan bagian bab sebelum akhir bab. Biasanya penulis menyajikan solusi permasalahan dari konflik.

Setelah membuat daftar isi baik untuk naskah fiksi atau non fiksi, kembangkan tulisan dari daftar isi tersebut. Tuliskan sesuai dengan apa yang bapak ibu rancang dalam daftar isi. Jika di tengah jalan, akan ada tambahan daftar isi, hal ini tentunya tidak masalah asal tambahan tersebut tidak keluar dari tema yang telah ditentukan.

Referensi untuk mendukung penulisan buku. Baik buku fiksi atau non fiksi, wajib ada referensi. Beda memang, tapi ini sangat berguna.

 

3.    Jadwal

Jadwal kita tentukan berdasarkan outline yang kita buat, misal kita ingin 1 bulan selesai sementara kita memiliki 5 bab di outline kita, tinggal dibagi saja waktu 1 bulan itu dengan 5 bab. Itu adalah waktu kita menyelesaikan buku 5 Bab dalam 1 bulan

 

4.    Tulis

Setelah outline oke, jadwal fix , referensi siap, tinggal tulis sesuai dengan outline yang kita buat.

 

5.    Revisi

Ini yang biasanya waktunya paling lama. Setelah semua tulisan selesai hingga bab akhir, lakukan revisi. Revisi dapat dilakukan dengan swaeditinv atau dengan bantuan. Beliau biasanya meminta bantuan. Caranya beliau minta beberapa teman membaca naskah beliau,,ini sangat berguna untuk menemukan kesalahan dalam penulisan buku beliau. Baik dalam hal EYD, struktur kalimat atau pemilihan kosa kata. Dengan demikian, hasil buku kita akan lebih renyah ketika dibaca.

 

6.    Terakhir penerbit

Setelah semua beres, naskah lengkap sudah editing, pelengkap naskah sudah oke, tinggal masukkan ke penerbit. Boleh penerbit mayor atau indie. Pasti ada plus minusnya.

 

Pada sesi Tanya jawab,pertama kali Pak Miftah dari Demak Jawa Tengah mengajukan pertanyaan terkait judul yang keren "produktif menulis buku" yang mana notabene bu Nora memiliki basic yang mumpuni, hobi ikut lomba karya ilmiah, dan sebagai pembina ekstra Karya ilmiah. Dengan lembut beliau menjawab, “Pada dasarnya semua orang pasti bisa menulis, karena dasar dari menulis adalah berbicara dan membaca. Hanya saja keterampilan ini kurang terasah. Kita lebih suka berbicara. Beliau yakin, jika kita diminta bercerita sesuatu, pasti akan sangat lancar. Lain halnya ketika hal ini dituangkan dalam bentuk tulisan. Bingung diksi, EYD, struktur kalimat, dan lain sebagainya. Sebagai awalan, tulislah sesuatu yang kita sukai. Kita suka traveling, ceritakan objek-objek yang kita datangi. Kita suka belanja, review produk- produk yang kita beli dan lain sebagainya. Ketika menulis, tulis sebebas-bebasnya, lupakan masalah diksi, EYD dan lain2. Tulis hingga selesai terlebih dulu, baru deh jika sudah selesai, dibaca berulang-ulang.

Pengalaman pribadi pun juga dapat dijadikan tulisan lho, misal kisah bapak ketika awal pertama mengenal istri, hingga menikah, hingga punya anak. Atau kisah sebagai seorang guru, suka dukanya. Tulis seputar keseharian kita, nanti pasti akan mudah karena kita mengalami sendiri hal tersebut.

Pertanyaan menarik dating dari Ibu Nurus Sholikhah dr SMPN 2 Matan Hilir Selatan Ketapang Kalbar, mengajukan pertanyaan, “Bagaimana cara menerbitkan buku antologi bersama siswa? Apakah prosesnya lama, apa saja syarat- syarat nya? Dan naskahnya diserahkan kpd siapa kalau sudah jadi?

Dengan mengetik pesan pada WAG, Bu Nora menjawab, “Untuk buku bersama siswa, proses dari perekrutan siswa- siswi yang gemar menulis tentunya, setelah itu tentukan tema tulisan, untuk buku pertama tema tentang buku pengalaman selama pandemi, dilihat dari sudut pandang sebagai siswa, anak, tetangga dan seorang warga negara tentunya. Lalu minta anak- anak menulis sesuai dengan tema yang ada dengan gaya bahasa mereka  sendiri. Berikan deadline pengumpulan naskah. Lalu edit naskah tersebut agar lebih enak ketika dibaca. Terbitkan deh. Untuk proses penerbitan, beliau meminta bantuan penerbit YPTD asuhan pak Thamrin Dahlan dan itu GRATIS hehe... Syarat khusus tidak ada, hanya kirimkan naskah lengkap dengan cover, daftar isi, kata pengantar dan sinopsis. Jika semua sudah lengkap, tinggal kirimkan ke penerbit yang dituju. Cepat lamanya suatu proses penulisan buku tergantung penulis Bu. Maka dari itu kita harus berikan deadline, karena dengan deadline tersebut, semua akan terjadwal sesuai rencana kita. Jika tidak, maka akan molor dan semakin molor yang akhirnya naskah buku tidak pernah selesai”.

Malam ini begitu seru dan semarak karena adanya penghargaan bagi beberapa penanya terpilih berupa buku. Selamat kepada Bu Mujiatun Lampung, Pak Miftah, dan Ibu Nurus Kalimantan Barat.

Terima kasih banyak Om Jay dan rekan, semoga kegiatan ini terus eksis dan semakin Berjaya agar dapat menjadi semangat bagi para guru dan siswa dalam meningkatkan ketrampilan membaca dan menulis.

Best Practice Literasi dan Numerasi

Oleh Yuliani, S.Pd Assalamu 'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh, Alhamdulillah saat ini penulis telah menyelesaikan rangkaian kegiatan ...