Oleh : Yuliani, S.Pd
Assalamu 'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh,
Alhamdulillah walau kondisi saya belum sepenuhya pulih, namun dengan dukungan keluarga, teman-teman dan para rekan CGP dan fasil, saya berusaha untuk bersemangat dalam menyelesaiakn tugas-tugas dan mengikuti kegiatan Gmeet tentang latihan dan praktik Coaching. Selain mengejar tugas yang tertinggal di Modul 2.2, saya juga segera menyelesaikan semua tugas di Modul 2.3. Dan Alhamdulillah, perlahan-lahan saya mulai dapat mengejar ketinggalan saya.
Pada kegiatan Minggu ini diharapkan kami para CGP dapat memahami konsep coaching dalam konteks pendidikan, mengidentifikasi perbedaan antara coaching dengan mentoring dan konseling dalam konteks pendidikan, menunjukkan pemahaman tentang Komunikasi yang memberdayakan sebagai keterampilan dasar coaching, membuat pertanyaan-pertanyaan yang efektif dalam rangka coaching pada murid, mendemonstrasikan pemahaman mengenai model coaching TIRTA, mengidentifikasi langkah-langkah dalam model coaching TIRTA, dan menganalisa setiap proses coaching dan mengeksplorasi teknik yang digunakan dalam coaching. Bagi saya, itu semua merupakan hal yang sangat baik, yang akan banyak menunjang keberhasilan kegiatan belajar mengajar di kelas.
Tantangan utama saya dalam melakukan praktek coaching model TIRTA adalah kemampuan dan kemauan siswa dalam menyampaikan permasalahan, mengemukakan pendapat dan solusi yang masih terkesan ragu dan malu, terutama jika harus mengemukakannya dengan menggunakan bahasa Indonesia. Saya membutuhkan waktu yang lebih banyak dan usaha yang lebih keras untuk mendalami materi coaching, agar dapat mempraktekkannya secara efektif di kelas dan sekolah saya.
Langkah yang saya tempuh untuk menghadapi tantangan tersebut adalah dengan mendalami materi tentang Coaching, terus berlatih dengan mempraktekkannya serta mendiskusikan hal-hal yang masih belum saya kuasai bersama rekan CGP.
Saya merasa bersemangat dalam mengikuti pembelajaran latihan dan praktik Coaching, karena saya menyadari bahwa hal ini akan sangat bermanfaat bagi saya, anak didik dan lingkungan saya ke depannya. Rekaman Praktik Coaching yang kami lakukan, harus unggah pada LMS di 2.3.a.5.3. Ruang Kolaborasi (Unggah Hasil Rekaman).
Alhamdulillah, berbekal kemampuan saya menggunakan Aplikasi Camtasia, saya merekam sendiri kegiatan praktik Coaching yang diselenggarakan secara daring pada BOR 1 saya bertindak sebagai Coach bersama rekan CGP, Ibu Darwani sebagai Coachee dan Ibu Maulidiana sebagai Pengamat, pada hari Jumat, 25 Maret 2022 yang dimulai pukul 21.00 WIB.
Kemudian selain filenya saya unggah di LMS, saya juga mengunggahnya pada kanal youtube saya, dengan link https://youtu.be/z8BEZNJY9L4
Yang dapat saya jadikan pelajaran dari proses ini selain kerjasama dan komunikasi yang baik, saya harus terus menggali dan mengembangkan kemampuan saya sebagai seorang Coach. Untuk mendukung hal ini, saya juga mengikuti kegiatan Guru Motivator yang diselenggarakan secara daring bersama Bapak Afif Hidayatullah, seorang pakar Hipnoterapi. Saya juga membeli buku beliau yang berjudul Guru Sugestif. Saya berharap, dengan langkah yang saya tempuh ini, akan dapat mengembangkan kemampuan pedagogik saya sebagai seorang guru.
Setelah belajar dari peristiwa, saya akan melakukan aksi/tindakan nyata yaitu dengan terus menjaga kerja sama dan komunikasi dengan para pihak terkait serta mensosialisasikan dan mempraktekkan ilmu yang saya dapatkan pada anak didik di kelas yang saya ampu dan lingkungan belajar tempat saya bertugas.
Demikianlah Jurnal Refleksi Minggu ini yang dapat saya sampaikan.
Terima kasih. Wassalamu 'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh.