Rabu, 03 Februari 2021

Bagaimana Menemukan Ide Dalam Menulis

Oleh : Yuliani, S.Pd

(Guru SDN 7 Nisam kab. Aceh Utara) 

Kuliah online dibawah bimbingan Om Jay, malam ini telah memasuki pertemuan yang ke -14. Bersama Mr. Bams sebagai moderator hebat dan Bapak Agus Sampurno sebagai Narasumber hebat.



Bapak Agus Sampurno saat ini menjabat sebagai Education specialist sekaligus Ketua Yayasan Pendidikan Sorowako Sulawesi Selatan. Sebelumnya dari tahun 2015 hingga Oktober 2020 beliau adalah Konsultan sekolah dan Project Leader pada Putera Sampoerna Foundation School Development Outreach Jakarta. Pada tahun 2018 menjadi Master Trainer Sertifikasi BNSP.

Setelah kurang lebih 13 tahun menjadi guru dan Koordinator kurikulum di Global Jaya International School Jakarta, beliau mengelola sekolah dan mengajar menjadi Kepala sekolah Ananda Islamic School Jakarta Barat.

Penghargaan yang diraih pada

  1. Blog Pendidikan terbaik Detik.com pada tahun 2009
  2. Sebagai guru Microsoft Indonesian Innovative Educators pada tahun 2010. 
  3. Guru Era Baru oleh Acer Indonesia pada tahun 2011
  4. Blog terbaik dari  Deutsche Welle Germany pada tahun 2012
  5. Sebagai Penulis Buku Program Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (SM-3T) pada tahun 2014
  6. Pengkaji Naskah Pustekkom Jakarta dan juri pada event yang diselenggarakan  KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi)  juri pada lomba inovasi pembelajaran TK-SMA sejak tahun 2014

Malam ini Bapak Agus Sampurno membawakan tema kuliah yaitu Ide Dalam Menulis. Materi yang beliau sampaikan :

  1. Sebanyak 90% ide tulisan muncul ketika Anda tidak peduli dengan apa yang orang lain katakan mengenai tulisan anda. Dan hanya 10% keberhasilan menulis baru mengenai seberapa anda konsisten dalam menulis. 
    • Bukan berarti kita tidak melakukan perbaikan atas kritikan terhadap tulisan kita. 
    • Silakan lakukan perbaikan jika yang mengkritik anda adalah orang yg punya karya. Saat ini jamannya praktisi dan bukan jamannya seorang ahli. 
    • Seorang ahli akan membantai tulisan kita sedemikian rupa. Karena ia meninjau dari sisi teori. 
    • Sementara seorang praktisi akan mengkritik dengan caranya sendiri karena ia tahu bahwa perjuangan seseorang untuk ada di posisi sekarang tidaklah mudah. 
    • Kritik hanya akan mengundang kebuntuan dalam berkarya jika ditelan mentah mentah.
    • Menerima kritik dengan tetap menghargai pencapaian diri sendirilah yang paling penting.
  2. Menulislah dengan hati, mengeditlah dengan pikiran.
  3. Hambatan penulis terjadi ketika ia terlalu menghakimi diri sendiri saat mulai menulis.
  4. Mengedit sebuah tulisan adalah sebuah upaya pembersihan dan akan terasa membosankan serta bisa juga membuat frustrasi, tetapi juga bersifat terapeutik atau hal yang baik bagi kegiatan menulis anda. Mengedit seperti yang sering kita lakukan dalam kehidupan kita. Buang jauh yang tak perlu. Utamakan yang inti.
  5. Tiga prinsip dalam menulis. 1) Sederhanakan pesan Anda. 2) Buatlah tulisan Anda menyenangkan, menakutkan, menegangkan, atau mendidik.3) Buatlah tulisan Anda begitu menarik sehingga seseorang pasti sudah gila untuk tidak membacanya.
  6. "Menulis dengan baik berarti berpikir dengan baik. Jika Anda tidak dapat menulis dengan baik, itu berarti Anda tidak dapat berpikir dengan baik. Tetapi menulis hanyalah langkah pertama. Menulis ulang juga penting. Dan ... apa itu menulis ulang? Menulis ulang adalah memikirkan ulang.ide tulisan anda" -(David Perell)
  7. Tulisan awal Anda akan seperti air kotor, tetapi semakin banyak Anda menulis, semakin bersih “air kreatif” Anda.
  8. Pisahkan kegiatan antara mencari ide dan menulis. Carilah ide dan buatlah daftar. Baru kemudian ambil stu persatu untuk anda tuliskan.
  9. Kegiatan mengedit tulisan sama pentingnya dengan menulis itu sendiri. Jika anda membaca tulisan di blog yang 'mentah' itu berarti nafsu si penulis hanya menerbitkan (posting) dan bukan mempersembahkan buah pikiran nya yang terbaik
  10. Membuat sebuah judul tulisan adalah sebuah seni tersendiri. Teruslah berlatih.
  11. konsisten lah dalam menulis, anda akan menemukan diri anda sebagai penulis saat anda konsisten
  12. Jangan pernah berpikir untuk punya ide anda sendiri. lakukan ATM terus menerus amati tiru dan modifikasi. Penyakit seorang penulis adalah memaksa dirinya keluarkan hal yang asli produk dari dirinya. akibatnya ia malah tidak pernah menulis.
    • Ada istilah 'nothing new under the sun's artinya di dunia ini sebenarnya tdk ada yang sama sekali baru. Artinya bapak hanya harus temukan siapa penulis yang anda sukai. Pelajari dan lakukan modifikasi. Semakin sering anda lakukan riset dan lihat keunikannya maka anda akan melahirkan keunikan anda sendiri.
    • ATM adalah cara untuk seorang penulis menyusun tenaga agar bisa konsisten kemudian punya gayanya sendiri.
  13. Bagaimana menjadi sosok yang berbeda di internet? Cari keunikan anda, pelajari sebuah hal yang akan jadi brand anda, jika sudah punya brand lanjutkan dengan mengajarkan orang lain.

Kriteria tulisan dikatakan "mentah" atau sudah dari hati

  1. Mentah berarti si penulis langsung menekan tanda 'terbitkan' saat menulis blog di internet tanpa membaca kembali.
  2. Tulisan banyak typo.
  3. Kalimat berputar putar.
  4. Baca yang keras tulisan yg Anda hasilkan.
  5. Sensitifkan telinga anda dan tempatkan diri sebagai orang yang akan membaca.
  6. Jika semua sudah dilakukan maka apa pun ide dan gaya bahasa yang Anda tulis akan berasa 'matang'.

Membuat judul berarti membuat sesuatu pernyataan yang membuat orang tertarik. Berikut teknik membuat judul (5 Persuasive Words That Controls Minds) :

  1. You (Anda)
  2. Free (Bebas atau gratis)
  3. New (Baru atau terkini)
  4. Now (Sekarang)
  5. Secret (Rahasia)

Gunakan kata kata diatas dalam elemen judul yang anda ingin buat untuk tulisan anda.

Contoh judul :

  1. Tips bagi anda, guru kreatif dalam menaklukan kelas yang pasif selama PJJ.
  2. Gratis untuk anda, resep membuat video pembelajaran yang memukau siswa.
  3. Aplikasi terkini pembelajaran jarak jauh.
  4. Temukan sekarang, 10 penyebab murid malas saat pembelajaran jarak jauh.
  5. Tujuh rahasia guru yang dirindukan siswanya saat PJJ.

Cara dalam merangkai kalimat, agar renyah dibaca, dan fokus dalam satu alur cerita dengan mengedit tulisan tersebut. Makin sering kita mengedit tulisan diri sendiri mungkin kita akan sedih betapa banyak kata dan kalimat yang dipotong. Jangan berhenti pada perasaan sedih. Perbaiki mindset, tanamkan bahwa kalimat dan kata kata yang dibabat dalam proses adalah jalan anda menuju fokus sebuah tulisan.

Ada pola umum dalam sebuah tulisan yang digemari orang. Berikut ini konteks untuk penulisan di media online :

  1. Judul menarik 
  2. Tulisan tidak terlalu panjang
  3. Mengungkapkan sisi pribadi boleh saja. Namun saran saya hindari saja kecuali anda sudah sekelas @Om Jay AKPS PGRI 
  4. Kekinian 
  5. Tulisan mengalir
Sebagai kalimat penutup beliau menyampaikan, "Menulis berarti mengasah pikiran. Kata mengasah disini anda berarti menyingkirkan hal hal yang membuat tulisan anda kurang tajam. Caranya dengan menempatkan proses mencari ide sama penting nya dengan proses menulis itu sendiri. Hal lain adalah kegiatan mengedit tulisan berarti anda sedang memastikan bahwa pikiran anda sudah tajam untuk disampaikan pada pembaca".

Terima kasih Pak Agus atas ilmu yang telah dibagikan kepada kami dan semoga sajian resume saya pada malam ini dapat bermanfaat. 

Terima kasih.


11 komentar:

  1. Mantap, resume yang lengkap dan informatif.
    Semangat berkarya, semangat menginspirasi

    BalasHapus
  2. Masya Allah, gercep, mantep, dan lengkap resumenya Bu Ully. Tetap semangat dan menginspirasi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih bu Muji. Memaksakan diri meluangkan waktu untuk menulis, walau masih belepotan, hehehe.

      Hapus
  3. Seperti notula yang mengalir. Segar.

    BalasHapus
  4. Mantap bu...gercep buat resumenya.Tetap semangat..

    BalasHapus
  5. Cepat jadi tapi kualitas tetap terjaga. Mantap

    BalasHapus

Best Practice Literasi dan Numerasi

Oleh Yuliani, S.Pd Assalamu 'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh, Alhamdulillah saat ini penulis telah menyelesaikan rangkaian kegiatan ...