Jumat, 05 Februari 2021

Taman Bacaan Masyarakat & Gerakan Literasi Sekolah

Oleh Yuliani, S.Pd

 Guru SD Negeri 7 Nisam Kab. Aceh Utara

Program Pelatihan Belajar Menulis pada hari Jum’at, 5 februari 2021 dengan moderator Om Cip dan Narasumber kita Bambang Purwanto, S.Kom yang lebih terkenal dengan sapaan Mr. Bams sang Pendekar Literasi dari Bandung Jawa Barat.

Mr. Bams berbagi pengalamannya dalam mengela Taman Bacaan Masyarakat (TBM). Beliau menceritakan niat awalnya mendirikan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) karena beliau senang dengan anak-anak. Kebiasaan sebagai pendongeng yang dimulai tahun 2004. Beliau senang bila anak-anak senang membaca dan bahagia bila melihat anak-anak rajin membaca.

Tepat tanggal 5 Oktober 2011, beliau menggunakan rumahnya yang telah ditempatinya sejak tahun 2007, sebagai TBM. Saat tahun 2011, Salwa puteri semata wayang mereka baru berusia 8 tahun. Setiap malam mereka menyiapkan buku cerita anak sebanyak 20. Majalah bobo 20 dan koran yang hari kemarin.

TBM awalnya bernama TBM Ayah Salwa. Ayah Salwa itu nama pendongeng dari Bambang Purwanto yang sudah ada sejak 2004. Buku, majalah dan koran yang setiap kami siapkan setiap malam disimpan di rak plastik  3 trap. Rak disimpan di teras halaman. Rumah mereka tidak ada pagarnya. Jadi walau rumah ditinggalkan, anak-anak bisa membaca buku yang sudah disiapkan.

Modal buku saat berdirinya TBM hanya sekitar 200. Buku berasal dari koleksi pribadi. Bila hari minggu beliau keluarkan meja. Buku-buku di rumah beliau pajang di atas meja. Anak-anak asik mampir ke rumah untuk melihat-lihat sampai membaca buku. Saat membuat tempat duduk dengan menggunakan bambu, orang lain menyangka beliau akan berjualan. Ada juga yang nyangka buat pos ronda.

Saat ini suasananya sudah mulai berbeda. Alas tanah sudah berganti jadi tembok. Anak-anak sudah merasa lebih nyaman. Suasana sore memang sangat menyenangkan buat anak-anak. Mereka asik bisa membaca buku.

Membaca buku artinya memakmurkan penulis. Karena karyanya bisa dinikmati. Layanan mereka gratis alias tidak bayar asal mau saja untuk datang ke rumah kami.

Pada tahun 2012 kami mendapatkan kejutan bisa membeli rumah yang hanya berbeda 3 rumah dari TBM. TBM blok D4 No 18 dan rumah tinggal di blok D4 No 26.

Pada tanggal 5 Oktober 2021, usia TBM AS Lebakwangi genap 10 tahun. TBM AS Lebakwangi bergabung dengan Forum TBM yang ada dari tingkat Kab/Kota, Provinsi dan Nasional.

Logo Forum TBM

Selain anak-anak yang dekat dengan rumah, mereka sering kedatangan anak-anak dari sekolah. Mereka jalan kaki menuju perumahan lebakwangi asri tempat TBM beroperasi.

  1. Kegiatan di TBM
  2. Baca buku
  3. Pinjam buku
  4. Mendongeng
  5. Belajar menulis (TK/SD)
  6. Belajar baca
  7. Mewarnai
  8. Menggambar
  9. Menulis Puisi
  10. Komputer
  11. Internet
  12. Main catur
  13. Puzzle
  14. Pelatihan
  15. Menulis resume
  16. dll

Perizinannya:

  1. Awalnya hanya membuat izin tetangga.
  2. Surat domisili dari Desa
  3. Akte Pendirian dari Notaris
  4. Ijin Operasional dari Dinas Pendidikan Kab Bandung.

Salah satu kegiatan pelatihan TIK.

Prestasi yang membanggakan buat mereka saat mendapatkan Sabilulungan Award  2018 dari Bapak Bupati Kab Bandung, Bapak Dadang Naser.

Informasi selengkapnya tentang TBM dapat anda simak di https://lebakwangimembaca.wordpress.com/

Penghargaan yang telah diraih TBM yaitu:

  1. Piala Juara 2 Pengelola TBM dalam Apresiasi PTK PAUDNI Berprestasi Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2013
  2. Piala Juara 1 Pengelola TBM dalam Apresiasi PTK PAUDNI Berprestasj Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2014
  3. Sabilulungan Award 2018 dari Bupati Kabupaten Bandung

Piala adalah penguji keikhlasan, piala hanya simbol penghargaan, penghormatan. Piala untuk mengukur seberapa ikhlas kita terus berjuang membangun TBM ini semakin bermanfaat.

Kegiatan paling seru Rampak Maca bareng Kepala Dinas Perpus Kab Bandung

Cara menarik minat anak membaca buku versus HP karena tak dapat dipungkiri gara gara PJJ anak-anak sudah pegang HP, mencari sesuatu pakai Google, jadi buku mulai tertinggalkan:

  1. Mulai dari diri sendiri.
  2. Di rumah perbanyak buku.
  3. Permudah akses buku dirumah.
  4. Biasakan membaca bersama.
  5. Bangun diskusi yang menarik bersama anak-anak di rumah
  6. Kita harus kerja keras membuat buku bisa kembali dibaca. Kita harus memberikan contoh, ini perjuangan semua. Makanya di sekolah ada kegiatan Gerakan Literasi Sekolah.

Cara mengelola TBM di Sekolah Dasar yang belum ada Petugas Khusus, sedang Guru kelas kurang, dan siswa banyak yaitu di sekolah namanya Perpustakaan, biar sesuai dengan lembaga formal. Ajaklah siswa untuk bersama mengelola buku yang ada. Misalnya saat isirahat dan pulang sekolah bisa dimanfaatkan untuk mengelola perpustakaan. Tentunya mereka dilatih terlebih dahulu agar bisa bertanggungjawab.  Mulailah mendiskusikan dengan bapak ibu guru yang mau melibatkan diri untuk menggelorakan GLS.

TBM bukanlah hanya kegiatan membaca saja. Akan tetapi bisa menjadi Pusat Kegiatan Pelibatan Masyarakat. Mereka pernah mengadakan kegiatan lomba memasak, akan tetapi mereka sejahari sebelumnya mencari informasi dari youtube. Mereka tidak hanya memasak, akan tetapi diajak menggunakan internet.

Cara untuk memperoleh bahan bacaan :

  1. Cari sponsor (orang tua, perusahaan sekitar sekolah). Walau tidak mudah.
  2. Buat program donasi buku
  3. Bisa juga kerjasama dengan program pinjam dari TBM yang ada di sekitar.
  4. Hubungi Dinas Perpustakaan, biasanya ada mobil perpus keliling.
  5. Komunitas 1001 buku itu rajin ngasih donasi buku.
  6. Gabung dengan komunitas / organisasi Forum TBM yang ada di Provinsinya masing-masing

Banyak kejutan saat kita mengelola buku. Menyediakan buku buat orang lain itu membuat bahagia kita semua.

2 komentar:

  1. Keren Bu Yuli, resume yang lengkap dan dikemas dengan cantik sehingga enak untuk dibaca. Sangat menginspirasi.
    Salam Literasi.

    BalasHapus

Best Practice Literasi dan Numerasi

Oleh Yuliani, S.Pd Assalamu 'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh, Alhamdulillah saat ini penulis telah menyelesaikan rangkaian kegiatan ...