Senin, 01 November 2021

1.1.a.9. Koneksi Antar Materi - Kesimpulan dan Refleksi Pemikiran Ki Hadjar Dewantara

Assalamu ‘alaikum warrahmatullahi wabarakatuh,

1.1.a.9. Koneksi Antar Materi - Kesimpulan dan Refleksi Pemikiran Ki Hadjar Dewantara

(Yuliani, S.Pd - CGP Angkatan 4 Kab. Aceh Utara)



Setelah saya mempelajari keseluruhan materi dari Pembelajaran 1 hingga Pembelajaran 6 dan memperkuat koneksi antar materi, saya mencoba untuk memaparkan kesimpulan dan refleksi pengetahuan dan pengalaman baru yang saya pelajari dari pemikiran Ki Hadjar Dewantara.

Sebelum mempelajari modul 1.1. saya percaya bahwa murid di kelas saya akan mampu mengikuti pembelajaran dengan baik jika saya mau beusaha dan bekerja keras dalam melatih mereka untuk mau dan mampu membaca dan menulis. Suasana belajar nyaman dan tenang kendati siswa tidak memahami apa yang saya sampaikan. Saya memberikan reward and punishment namun ternyata belum mencapai target hasil belajar sesuai dengan KKM yang saya terapkan.

Setelah mempelajari modul 1.1, saya mencoba memperbaiki pola pikir dan perilaku saya dengan lebih menghamba pada siswa. Menghamba disini bukan dimaksudkan menjadi budak. Namun kita sebagai seorang guru tidak mengharap apapun pada anak dan berserah diri. Pendidikan KHD berasas kekeluargaan. Saya harus bisa menjadikan siswa sebagai anak kandung, dimana kesalahan sang anak bukan dosa tapi sebuah kesalahan yang bisa koreksi untuk berkembang bakatnya.

Berikut sedikit rangkuman materi yang saya rekam melalui kegiatan Webinar pertama CGP Angkatan 4 bersama Bapak Sigit Kurniawan. 









Sebagaimana yang disampaikan oleh Ki Priyo, Jumat, 29 Oktober 2021 pada Webinar Nasional Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 4 Memaknai Filosofi Pendidikan Ki Hadjar Dewantara  pada link https://www.youtube.com/watch?v=y3taiy7_tLo bahwa bakat anak dapat disalurkan melalui kodrat sang anak, yaitu “dolanan (bermain)”. Menuntun sang anak dalam belajar dengan gembira bukan dengan hukuman. Talenta anak akan berkembang maksimal akan berkembang asal selaras dengan kemajuan kodrat alam dan kodrat zaman. Kodrat alam adalah kuasa Allah SWT sementara kodrat zaman dibentuk oleh adat dan kebudayaan manusia.


“Pengajaran hanya memberikan ilmu, tapi pendidikan memberikan ilmu bagaimana menghadapi kehidupan”, demikian ungkap Ki Priyo Dwiarso.

Hal yang bisa segera saya terapkan lebih baik agar kelas saya mencerminkan pemikiran KHD yaitu dengan menerapkan Merdeka Belajar yang sesuai dengan semboyan Ing Ngarso Sung Tulodo Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani. Yang dapat saya pahami bahwa didepan, seorang guru atau pendidik harus menjadi panutan atau memberikan contoh, di tengah membangun atau memberikan semangat, kemauan, atau niat serta dari belakang memberikan semangat atau dorongan.

Demikianlah kesimpulan dan refleksi yang dapat saya paparkan.

 Salam Guru Penggerak. Guru Bergerak, Indonesia Maju.

2 komentar:

Best Practice Literasi dan Numerasi

Oleh Yuliani, S.Pd Assalamu 'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh, Alhamdulillah saat ini penulis telah menyelesaikan rangkaian kegiatan ...