Rabu, 06 Januari 2021

Teknik Dasar Menulis Untuk Pemula


Teknik Dasar Menulis Untuk Pemula  

Oleh Yuliani, S.Pd

(Guru SD Negeri 7 Nisam Kab. Aceh Utara)

Sudah lama tak menyalurkan hasrat merangkai kata pada sebuah kertas karena berbagai alasan kesibukan membuat saya merasa kaku dan bingung. Bermula dari kondisi Pandemi dan tuntutan pekerjaan sebagai seorang guru untuk terus menjadi pembelajar sepanjang hayat agar dapat menjadi guru yang berbobot sesuai tuntutan zaman, saya mencoba mengembangkan diri dengan mengikuti berbagai pelatihan online dan webinar. Hingga akhirnya mendapat kesempatan berkenalan dengan seorang motivator menulis yang biasa dipanggil dengan sebutan Om Jay pada Grup APKS PGRI.

Dengan sedikit ragu karena diri ini hanyalah seorang Guru Non PNS dengan kemampuan yang sangat terbatas, memberanikan diri menghubungi beliau secara pribadi pada WhatssApp untuk meminta bergabung dalam Grup Belajar Menulis Gelombang 17.  Mengapa beliau yang saya hubungi? Alasan terbesarnya adalah beliau sering share tulisan yang memotivasi dan juga senantiasa membalas chat pada Grup WhatsApp. Padahal saat itu beliau dan keluarga dikabarkan menjadi orang yang terpapar Virus Corona yang mematikan. Saya hanya mengenal beliau dari tulisan-tulisan yang tersebar pada beberapa Grup WA, namun entah mengapa hati saya merasa sedih mendengarnya dan merasa sangat prihatin. Tak ada keluhan kesal dan sedih yang ditulisnya tapi malah motivasi untuk bangkit berjuang dan terus berbagi melalui tulisan, melakukan kegiatan-kegiatan positif dan terus berkarya sebagai bentuk penyerahan diri atas rejeki “Sakit” yang diterimanya. Tak semua orang mampu melewati masa-masa itu dengan optimis dan tersenyum.

Hingga terdengar kabar tentang kesehatan Om Jay yang terus membaik dan dinyatakan negatif, diikuti juga dengan keadaan keluarganya yang juga membaik. Ada rasa bahagia tersendiri mendengarnya dan menjadi semangat bagi saya untuk terus melawan rasa sakit dan malas dalam berkarya.

Senin, 4 Januari 2021 sekitar pukul 19.00 WIB, Kelas Belajar Menulis Gelombang 17 dibuka oleh moderator, Bu Aam Nurhasanah, S.Pd yang merupakan seorang motivator, trainer, guru blogger Indonesia, founder KSGN, founder kelas menulis PGRI, guru TIK di SMP Labschool Jakarta, sekaligus penulis buku. Selanjutnya Bapak Wijaya Kusumah, M.Pd alias Om Jay sebagai Narasumber mulai menyapa peserta belajar menulis gelombang 17 dengan menceritakan pengalamannya tentang menulis setiap hari. Beliau selalu berusaha dan berkomitmen keras untuk menorehkan tulisannya pada blog pribadi di internet, saya berusaha kuat setiap harinya untuk menulis di blog. Sehari tak menulis, beliau merasa ada yang kurang atau hilang, bagaikan anak kecil yang kehilangan buku tulis karena sedang belajar menulis.

Beliau membaca dulu sebanyak-banyaknya baru menulis. Terkadang beliau sengaja langsung menulis sambil menunggu waktu sholat dan menggunakan waktu senggang lainnya. Kebiasaan itu tak terasa sudah menyatu dalam dirinya sejak 13 tahun memiliki blog. Menurut beliau, “Menulis dan membaca adalah dua kegiatan yang tidak dapat dipisahkan. Tak ada penulis yang tidak rajin membaca. Semua itu berproses yang dimulai dari adanya ide. Ketika ide muncul lekaslah menulis tanpa mengedit terlebih dahulu. Editlah tulisan setelah ide yang ada dalam otak anda sudah tersalurkan dengan baik melalui menulis. Jangan ragu dan takut salah. Teruslah menulis, karena dengan menulis anda akan melatih otak, mata, dan bibir anda agar bersinergi dengan kedua tangan anda. Bila otak, mata, bibir, dan tangan sudah menyatu, maka akan terlahirlah tulisan yang bermutu. Tulisan yang bermutu akan menarik hati setiap orang yang membacanya”.

Dengan motto “Tiada hari tanpa menulis”, beliau menggambarkan bila kita rutin menulis setiap hari 1 lembar atau 1 halaman, maka dalam sebulan kita sudah memiliki 30 buah tulisan. Apalagi bila kita rutin setiap hari dalam setahun, maka tulisan kita akan dapat menjadi sebuah buku asalkan kita fokus dan komitmen dengan materi yang kita tulis. Ini sebuah keajaban dari menulis setiap hari. Om Jay mengajak kita membudayakan kebiasaan menulis setiap hari dalam blog, jangan biarkan blog kita sepi dari tulisan kreatif kita. Kita pasti bisa melakukannya kalau kita punya komitmen dan minat yang tinggi dalam menulis. Bila minat sudah terlihat, maka kreativitas akan muncul. Bila kreativitas muncul, maka kita akan mendapatkan penghasilan tambahan dari menulis itu.

Untuk menjadi penulis terkenal bukanlah sesuatu yang instan tapi harus melalui proses menulis. Tulislah apa saja yang menarik hati, yang terlintas dalam pikiran dan mampu kita kuasai, secara alamiah tanpa perlu memusingkan benar atau salah. Setelah selesai, kita dapat mengeditnya agar lebih menarik dan enak dibaca. Rajinlah menulis untuk menjadi penulis yang hebat dan terkenal. Mengingatkan kita pada pepatah lama yang mengatakan “Banyak latihan membuat sempurna”. Om Jay terus memotivasi kami untuk terus menulis, melawan rasa malas dengan menjadi panglima dalam diri sendiri sehingga hobby dan kemampuan menulis menjadi sebuah pekerjaan yang menghasilkan keuntungan dalam terutama dalam bentuk royalty.

Blog gratis yang pertama kali Om Jay buat pada tahun 2007, yaitu http://wijayalabs.blogspot.com, disusul dengan http://wijayalabs.wordpress.com. Dengan bantuan Om Google, kita akan dipandu untuk dapat membuat blog gratisan lho, hehehe. Puas dan mampu menulis pada blog gratis, Om Jay juga mencoba menulis dengan blog berbayar, seharga hanya Rp.500.000 per tahun di http://wijayalabs.com. “Sebuah artikel bisa dibayar Rp.500.000 bila blog anda ramai pengunjungnya, dan ini bisa menjadi pemasukan bagi anda yang hobi menulis dan berbagi pengalaman melalui blog di internet”, imbuhnya.

Saat ini beliau sedang menyusun buku baru dan sudah mendapatkan kata pengantar dari ibu Ketua Umum Pengurus Besar PGRI, Prof. Dr. Unifah Rosyidi. Selamat ya Om Jay, semoga sukses terus dan menular pada kami generasi penulis pemula.

Tiba saatnya sesi tanya jawab, Bu Aam sebagai moderator memberikan kesempatan bagi para peserta untuk bertanya. Salah satu pertanyaan yang menarik datang dari Bapak Ahmad Munadi, dari Mataram, yaitu bagaimana trik untuk menemukan ide dalam menulis dan bagaimana teknis agar blog kita dikunjungi banyak orang. Menurut Om Jay, Untuk bisa menemukan ide dalam menulis, gunakan panca indera kita dan kemudian kita akan merasakan bagaimana nikmatnya menulis. Beliau biasanya kalau tidak ada ide menulis, beliau melihat apa yang ada didepan matanya, merasakan apa yang ada dalam hatinya, dan mendengar apa yang ada disekitarnya. Sehingga beliau tidak pernah kehabisan ide. Jika blog ingin dikunjungi orang, menulislah setiap hari. Tiap hari nulis. Pokoknya blognya diisi, pasti nanti akan ada orang yang berkunjung. Sebab mental orang Indonesia itu kebanyakan hanya mencari informasi, belum membuat informasi. Cari materi-materi yang sekarang sedang dicari banyak orang, misalnya tentang P3K, gak ada PNS guru, soal-soal CPNS, dan isu-isu apa yang lagi banyak disenangi orang, pasti akan banyak kunjungan. Tapi Om Jay menulis dengan fashionnya, dari apa yang beliau sukai dan kuasai, makanya pengunjungnya selalu banyak.

Terima kasih banyak Om Jay atas ilmunya yang sangat berguna bagi saya penulis pemula. Semoga share resume ini juga dapat bermanfaat untuk teman-teman semua.

4 komentar:

  1. Bagus resuminya buk.. Jelas yg disampaikan.. Salam sukses buk, kita sama2 pemula dan jg non PNS

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih. Sukses yang sama buat Bu Emi

      Hapus

Best Practice Literasi dan Numerasi

Oleh Yuliani, S.Pd Assalamu 'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh, Alhamdulillah saat ini penulis telah menyelesaikan rangkaian kegiatan ...