Jumat, 15 Januari 2021

Tere Bukan Liye

Tere Bukan Liye

Oleh Yuliani, S.Pd

(Guru SD Negeri 7 Nisam Kab. Aceh Utara)

Kegiatan Belajar Menulis pada Grup WA untuk pertemuan ke enam pada hari Jumat, 15 Januari 2021, dibuka oleh Bapak Sucipto Ardi atau lebih akrab dipanggil Pak Cip, sekitar pukul 19.00 WIB dengan mengingatkan pada peserta bahwa kegiatan akan berlangsung sekitar 2 jam. Sebagai Narasumber pada mala mini adalah Ibu Theresia Sri Rahayu, S.Pd. SD. dengan tema “Blog Sebagai Identitas Digital bagi Guru Millenial”.

Beliau dilahirkan di Kuningan, 13 September 1984. Teman-teman dekatnya sebelumnya memanggil dengan nama "Sri", namun ketika tahun 2011, beliau mengikuti pra jabatan CPNS, teman-teman se angkatan memanggilnya dengan sebutan "Tere". Dan sebutan ini terus melekat sampai beliau mutasi ke Pulau Sumba, NTT. 

Dalam perjalanan waktu, beliau pun terbiasa dengan penggilan itu. Sampai pada tahun 2019 yang lalu, ketika beliau berkesempatan mengikuti Short Course 1000 guru ke luar negeri, beliau mendapat tambahan sebutan menjadi Cikgu Tere. Karena saat itu beliau melaksanakan praktek mengajar di salah satu Sekolah Dasar yang berlokasi di George Town, Penang - Malaysia. 

Dan untuk mengenang pengalaman berharga itu, beliau abadikan nama "Cikgu Tere" menjadi nama blog ini. Harapannya bekal ilmu pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman yang diperoleh menjadi pemantik kesuksesan di masa yang akan datang. Selain itu, beliau juga berharap agar blog Cikgu Tere ini dapat menjadi media berbagi inspirasi dan motivasi bagi para pembacanya. 

Terkait dengan berbagi inspirasi dan motivasi ini, beliau sendiri sudah membingkainya menjadi sebuah buku yang berjudul "Bukan Guru Biasa, Catatan Inspiratif Guru Penggerak". Buku tersebut menceritakan tentang arti seorang guru yang hebat dan inspiratif, di antaranya ada guru blogger, youtuber, bahkan guru inovatif dari berbagai daerah di Indonesia, selain itu, ada juga kisah - kisah menarik yang dialami oleh Cikgu Tere sepanjang tahun 2019 dari perjalanan demi perjalanan yang dilakukan. 

Beliau mengajak peserta untuk berselancar melalui google chrome mencari informasi tentang Cikgu Tere dan mesin pencarian menunjukkan hasil pencarian yg berasal dari blog atau website. Beliau merasa sangat senang dan lega ketika bisa memanfaatkan blog pribadi untuk menulis. Beliau senang menulis apa saja. Hal - hal yang beliau rasakan, peristiwa yang saya alami bahkan terkait tugas sebagai guru di sekolah. Penulis juga sebagai pembaca yang berkaitan dengan guru yang menggunakan tulisan-tulisan yang dibuat.

Ketika seorang guru blogger mencoba berkomunikasi dengan para pembacanya, ia akan cenderung menggunakan kata "Bapak/Ibu guru, "anak - anak", atau "Sahabat". Karena guru tersebut menyadari bahwa ia adalah seorang Guru Blogger. Dan hal ini menandakan bahwa ia merasa bahwa blog merupakan identitas digital yang dimilikinya.

Kita harus menguasai kompetensi digital karena saat ini kita sudah memasuki abad 21. Salah satu jenis keterampilan yangg harus dimiliki baik oleh guru maupun siswa adalah Literasi. Dan salah satu literasi dasar yang harus dimiliki adalah Literasi Digital. Siswa yang kita hadapi saat ini adalah generasi milenial. Mereka mempunyai kecakapan digital yang cepat. Karena mereka tumbuh dan terbiasa dengan teknologi di sekitarnya. Sehingga, ketika guru membuat konten digital di dalam blog harus dapat dibuat semenarik mungkin namun tetap menjaga kualitas.

Ketika kita memilih untuk menjadi seorang blogger, maka hendaknya kita membagikan tulisan-tulisan yang sesuai dengan identitas kita.

Pertanyaan yang sangat menarik malam ini datang dari Bapak Ghurrotus Tsaniyah asal bondowoso yaitu apa maksud dari konten up to date, engagin content, swa editing menghidari typo dalam membuat blog yang menarik? Deangan sabar beliau menjawab, “Konten yang up to date artinya adalah konten yang sedang jadi topik hangat saat ini. Seperti tentang Guru Penggerak, Guru Belajar, dan Asesmen Kompetensi Minimum (AKM). Jika Ibu ingin konten ibu yg ada di blog ramai dibaca orang, maka Ibu harus menyajikan konten yg up to date. Karena otomatis banyak orang yang membutuhkan informasi tersebut. Berikut link yang Cikgu Tere tulis di blog dan dalam satu hari dibaca oleh ribuan orang karena up to date https://www.cikgutere.com/2020/04/download-gratis-materi-belajar-di-rumah.html 2007 views pada bulan April 2020

Tentang engaging content ini maksudnya konten yang melibatkan pembaca atau dengan kata lain menarik minat pembaca karena menyajikan suatu gagasan baru dan segar terkait topik tertentu. Biasanya, konten ini ditulis dengan judul-judul yang sangat menarik minat para pembaca, seperti tulisan ini https://www.cikgutere.com/2020/03/lima-judul-tulisan-yang-menarik-minat.html.

Swa editing untuk mencegah typo. Maksudnya, ketika kita sebagai guru menulis sebuah artikel, tentunya kita juga harus menerapkan kaidah PUEBI yang tepat. Terutama terkait ejaan dan tanda baca. Swa editing menjadi penting karena akan membantu pembaca memahami tulisan yang kita buat. Dengan cara meminimalisir kesalahan penulisan.

Demikianlah resume Kegiatan Belajar Menulis pada mala mini. Semoga bermanfaat. 

14 komentar:

  1. bagus bu, mantap. semangat berkarya, semangat mengispirasi

    BalasHapus
  2. Semoga bisa menginspirasi juga untuk yang membaca.

    BalasHapus
  3. TERIMA KASIH suah mengerjakan tugasnya dengan baik

    BalasHapus
  4. Mantap Bu Ulli ......saya dah main pagi ini,,,,,,silahkan main bu ke blog saya ....mhn berkenan suport ...trims

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya Bu, Insya Allah semua akun akan sy mampir. Buat menambah ilmu

      Hapus
  5. Tetap semangat menulis ya, Bu. Krn dgn menulis kita bisa membuat jejak digital yg menginspirasj orang lain. Salam blogger.

    BalasHapus

Best Practice Literasi dan Numerasi

Oleh Yuliani, S.Pd Assalamu 'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh, Alhamdulillah saat ini penulis telah menyelesaikan rangkaian kegiatan ...