Tere Bukan Liye
Oleh Yuliani, S.Pd
(Guru SD Negeri 7 Nisam Kab. Aceh Utara)
Kegiatan
Belajar Menulis pada Grup WA untuk pertemuan ke enam pada hari Jumat, 15
Januari 2021, dibuka oleh Bapak Sucipto Ardi atau lebih akrab dipanggil Pak Cip,
sekitar pukul 19.00 WIB dengan mengingatkan pada peserta bahwa kegiatan akan
berlangsung sekitar 2 jam. Sebagai Narasumber pada mala mini adalah Ibu
Theresia Sri Rahayu, S.Pd. SD. dengan tema “Blog Sebagai Identitas Digital bagi
Guru Millenial”.
Beliau
dilahirkan di Kuningan, 13
September 1984. Teman-teman dekatnya sebelumnya memanggil dengan nama
"Sri", namun ketika tahun 2011, beliau mengikuti pra jabatan CPNS,
teman-teman se angkatan memanggilnya dengan sebutan "Tere". Dan
sebutan ini terus melekat sampai beliau mutasi ke Pulau Sumba, NTT.
Dalam
perjalanan waktu, beliau pun terbiasa dengan penggilan itu. Sampai pada tahun
2019 yang lalu, ketika beliau berkesempatan mengikuti Short Course 1000 guru ke
luar negeri, beliau mendapat tambahan sebutan menjadi Cikgu Tere. Karena saat
itu beliau melaksanakan praktek mengajar di salah satu Sekolah Dasar yang
berlokasi di George Town, Penang - Malaysia.
Dan untuk mengenang pengalaman
berharga itu, beliau abadikan nama "Cikgu Tere" menjadi nama blog
ini. Harapannya bekal ilmu pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman yang
diperoleh menjadi pemantik kesuksesan di masa yang akan datang. Selain itu, beliau
juga berharap agar blog Cikgu Tere ini dapat menjadi media berbagi inspirasi
dan motivasi bagi para pembacanya.
Terkait dengan berbagi inspirasi
dan motivasi ini, beliau sendiri sudah membingkainya menjadi sebuah buku yang
berjudul "Bukan Guru Biasa, Catatan Inspiratif Guru Penggerak". Buku
tersebut menceritakan tentang arti seorang guru yang hebat dan inspiratif, di
antaranya ada guru blogger, youtuber, bahkan guru inovatif dari berbagai daerah
di Indonesia, selain itu, ada juga kisah - kisah menarik yang dialami oleh
Cikgu Tere sepanjang tahun 2019 dari perjalanan demi perjalanan yang
dilakukan.
Beliau
mengajak peserta untuk berselancar melalui google chrome mencari informasi
tentang Cikgu Tere dan mesin pencarian menunjukkan hasil pencarian yg berasal
dari blog atau website. Beliau merasa sangat senang dan lega ketika bisa
memanfaatkan blog pribadi untuk menulis. Beliau senang menulis apa saja. Hal -
hal yang beliau rasakan, peristiwa yang saya alami bahkan terkait tugas sebagai
guru di sekolah. Penulis juga sebagai pembaca yang berkaitan dengan guru yang
menggunakan tulisan-tulisan yang dibuat.
Ketika
seorang guru blogger mencoba berkomunikasi dengan para pembacanya, ia akan cenderung
menggunakan kata "Bapak/Ibu guru, "anak - anak", atau
"Sahabat". Karena guru tersebut menyadari bahwa ia adalah seorang
Guru Blogger. Dan hal ini menandakan bahwa ia merasa bahwa blog merupakan
identitas digital yang dimilikinya.
Kita
harus menguasai kompetensi digital karena saat ini kita sudah memasuki abad 21.
Salah satu jenis keterampilan yangg harus dimiliki baik oleh guru maupun siswa
adalah Literasi. Dan salah satu literasi dasar yang harus dimiliki adalah
Literasi Digital. Siswa yang kita hadapi saat ini adalah generasi milenial.
Mereka mempunyai kecakapan digital yang cepat. Karena mereka tumbuh dan
terbiasa dengan teknologi di sekitarnya. Sehingga, ketika guru membuat konten
digital di dalam blog harus dapat dibuat semenarik mungkin namun tetap menjaga
kualitas.
Ketika
kita memilih untuk menjadi seorang blogger, maka hendaknya kita membagikan
tulisan-tulisan yang sesuai dengan identitas kita.
Pertanyaan
yang sangat menarik malam ini datang dari Bapak Ghurrotus Tsaniyah asal
bondowoso yaitu apa maksud dari konten up to date, engagin content, swa editing
menghidari typo dalam membuat blog yang menarik? Deangan sabar beliau menjawab,
“Konten yang up to date artinya adalah konten yang sedang jadi topik hangat
saat ini. Seperti tentang Guru Penggerak, Guru Belajar, dan Asesmen Kompetensi
Minimum (AKM). Jika Ibu ingin konten ibu yg ada di blog ramai dibaca orang,
maka Ibu harus menyajikan konten yg up to date. Karena otomatis banyak orang
yang membutuhkan informasi tersebut. Berikut link yang Cikgu Tere tulis di blog
dan dalam satu hari dibaca oleh ribuan orang karena up to date https://www.cikgutere.com/2020/04/download-gratis-materi-belajar-di-rumah.html
2007 views pada bulan April 2020
Tentang
engaging content ini maksudnya konten yang melibatkan pembaca atau dengan kata
lain menarik minat pembaca karena menyajikan suatu gagasan baru dan segar
terkait topik tertentu. Biasanya, konten ini ditulis dengan judul-judul yang sangat
menarik minat para pembaca, seperti tulisan ini https://www.cikgutere.com/2020/03/lima-judul-tulisan-yang-menarik-minat.html.
Swa
editing untuk mencegah typo. Maksudnya, ketika kita sebagai guru menulis sebuah
artikel, tentunya kita juga harus menerapkan kaidah PUEBI yang tepat. Terutama
terkait ejaan dan tanda baca. Swa editing menjadi penting karena akan membantu
pembaca memahami tulisan yang kita buat. Dengan cara meminimalisir kesalahan
penulisan.
Demikianlah resume Kegiatan Belajar Menulis pada mala mini. Semoga bermanfaat.

bagus bu, mantap. semangat berkarya, semangat mengispirasi
BalasHapusTerima kasih Pak
HapusSemoga bisa menginspirasi juga untuk yang membaca.
BalasHapusTerima kasih Bu
HapusBagus dan menarik,.
BalasHapusTerima kasih. Tapi masih kaku ya Pak.
HapusTERIMA KASIH suah mengerjakan tugasnya dengan baik
BalasHapusMakasih om jay 😊
Hapustugas yang terselesaikan,semangaat bu
BalasHapusMakasih Pak Asikin, sukses bersama y
HapusMantap Bu Ulli ......saya dah main pagi ini,,,,,,silahkan main bu ke blog saya ....mhn berkenan suport ...trims
BalasHapusYa Bu, Insya Allah semua akun akan sy mampir. Buat menambah ilmu
HapusTetap semangat menulis ya, Bu. Krn dgn menulis kita bisa membuat jejak digital yg menginspirasj orang lain. Salam blogger.
BalasHapusTerimakasih Cikgu Tere atas ilmunya
Hapus