Oleh Yuliani, S.Pd
(Guru SDN 7 Nisam Kab. Aceh Utara)
Senin malam, 25 Januari
2021 merupakan pertemuan ke sepuluh kegiatan menimba ilmu bersama para penulis
hebat dibawah bimbingan Om Jay pada Grup WA, Grup Belajar Menulis Gel. 17. Mr.
Bams memandu kuliah dengan mendoakan semua anggota Grup dalam keadaan sehat dan
yang sakit agar segera sehat.
Bu Aam Nurhasanah, S.Pd
yang paling heboh dan super happy (Hehehe, peace Bu Aam) menjadi narasumber
pada malam ini. Selengkapnya tentang Bu Aam dapat di akses melalui https://aamnurhasanah12.blogspot.com/2021/01/intip-profilku-yuks.html
Setelah menyapa kami, Bu Aam menceritakan awal beliau mengenal Mr.Bams sebagai moderator keceh. Dahulu, beliau adalah peserta kelas belajar menulis gelombang 8. Saat itu Mr. Bams dengan apik menjadi ketua kelas yang bertugas sebagai pemimpin absensi, rekap daftar hadir, rekap link blog, juga setiap minggu selalu menjadi moderator andal yang selalu memukau. Kekaguman beliau terhadap Mr.Bams menyebabkan beliau ingin mengikuti beliau sebagai moderator di kelas belajar menulis di sesi berikutnya. Sayang dahulu beliau tidak fokus dan akhirnya ditinggalkan Mr.Bams, Bu Noralia Purwa, Cak Mukminin, dan teman-teman gelombang 8.
Beliau mendapat
kekuatan baru dan ikut lagi gelombang berikutnya. Beliau akhirnya lulus di
gelombang 12 dan berhasil menerbitkan buku hasil dari kumpulan 20 resume, dari
20 narasumber hebat yang sudah berbagi di kelas belajar menulis Om Jay dan
PGRI. Sejak menjadi alumni gelombang 12, sejak saat itulah beliau tergabung
dalam formasi anggota Tim Om Jay yang bertugas sebagai moderator. Supaya
pengalaman tidak hilang, pengalaman moderator pun, beliau kemas menjadi sebuah
buku. Begitulah awal kisah beliau menjadi moderator.
7 teknik menulis resume
jadi buku
1. Mengumpulkan resume
dalam file word
Saat kita memposting
tugas resume, hendaknya kita simpan juga filenya di word. Itu akan memudahkan
kita untuk menyusun naskah buku nanti
2. Menentukan tema
Pengalaman beliau saat
mengikuti kelas belajar menulis adalah memilih tema yang sama untuk bisa
dijadikan satu bab. Misalnya ada narasumber bahas tentang penerbitan misal
Penerbit Mayor (PT Andi) atau Penerbit indie(Gemala, Kamila Pres, YPTD), itu
dibisa di satu file kan.
Jika ada narasumber
yang memuat motivasi, atau membahas teknik menulis buku, itu juga bisa menjadi
bab terpisah.
3. Membuat TOC (TABLE OF CONTENT)/ Daftar isi
Bisa dibuat berdasarkan
dari kumpulan tema yang kita buat tadi. Misalnya Bab 1 isinya tentang kelas
belajar menulis. Ada sudut pandang kita yang berisi pengalaman saat mengikuti
kelas belajar menulis yang tadinya berpikir menulis itu susah, ternyata menulis
itu terasa mudah.
4. Mulai mengembangkan
TOC
Saat menulis naskah,
jangan dulu melakukan revisi. Tuangkan ide yang berserak di sekitar kita
5. Review, revisi, dan edit naskah
Jika naskah sudah
selesai diketik, baru peserta lakukan sunting ejaan berdasarkan kitab
PUEBI(Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia). Hal ini untuk meminimalisir typo
atau salah ketik.
6. Lengkapi Sinopsis buku
Jika naskah sudah
selasai, mintalah kata pengantar kepada Omjay. Kata sambutan kepada orang
terdekat atau orang terpandang. Jangan
lupa profil penulis buku disimpan di halaman paling belakang. Sinopsis
dibuat untuk menarik perhatian pembaca.
7. Kirim ke Penerbit
Jika naskah sudah
rampung, segera kirimkan ke penerbit. Biasanya prosesnya 1-2 bulan. Tergantung
antrean percetakan.
Cara meramu resume kita
menjadi sajian yg menarik di buku:
- Tentukan tema yang sama, lalu bisa dipisah menjadi bab.
- Tambahkan pengalaman pribadi agar buku terasa hidup dan berbeda.
Tips agar buku yang telah kita terbitkan banyak diminati oleh calon pembaca
- Rajin bersilaturahmi
- Sering say hallo
- Sering komunikasi
- Tentunya jangan sombong dan selalu mau berbagi
- Jangan lupa bisa share di komunitas dan medsos kita misal FB, IG, twitter, atau WA.
Daftar pustaka, kita
cantumkan bila kita ambil sumber dari buku lain. Jika hanya paparan dari
narasumber saja, tidak usah pakai daftar pustaka.
Seorang pemenang adalah seseorang yang berhasil menaklukan tantangan. Coba lawan ketidakfokusan kita. Sesibuk apapun kita, harus bisa membagi waktu. Jika kita bisa meluangkan waktu dan berhasil melawan semua tantangan dan godaannya, kita akan berhasil melewatinya.Mayoritas peserta meminta kata pegantar dari Om Jay. Karena Om Jay yang buka kelas belajar menulis ini. Penerbit indie memiliki tarif yang berbeda-beda dan ketentuan yang berbeda pula. Kalau ingin yang gratis bisa di YPTD. Namun naskah harus sudah siap cetak dan isi naskah ditanggung oleh penulis. Syarat di YPTD harus menerbitkan 10 postingan.
Gaya selingkung adalah
gaya pengutipan ketika kita mengambil sumber dari buku lain.
Dalam pelatihan
menulis, tujuan akhir nya adalah bisa menulis, dan karyanya bisa diterbitkan.
Tetapi itu tak mudah, karena ada banyak halangan dan rintangan, terutamanya
dari diri sendiri. Caranya adalah tentukan niat dan tekad yang kuat. Karena
setiap guru pasti bisa menulis. Menulis itu butuh keterampilan. Harus diasah
setiap hari. Layaknya pisau, semakin tajam bila selalu diasah. Begitupun
keterampilan menulis kita. Jika kita sudah mulai terbiasa menulis, dan berhasil
menaklukan 20 resume, kita akan bisa menerbitkan buku sendiri. Semuanya pasti
bisa menerbitkan buku.
Trik jitu resume.
- Jika narsum beri link blog, main ke blognya.
- Pilih satu artikel yang menarik untuk di bahas.
- Jika narsum memberikan PPT, ceritakan inti dari PPT nya.
- Jika narsum beri link youtube, ceritakan inti isi materinya.
Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi para pembaca yang budiman.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar