Oleh Yuliani, S.Pd
(Guru SDN 7 Nisam Kab. Aceh Utara)
Semakin hari semakin menarik dan
penuh tantangan dalam menulis, namun perlahan Insya Allah dapat beliau atasi
dengan tekat dan kemauan dengan
bimbingan para master hebat di Grup Belajar Menulis Gelombang 17 dibawah
naungan Om Jay.
Narasumber malam ini adalah Pak
Yulius Roma Patandean, S.Pd. Pria kelahiran 6 Juli 1988 ini adalah salah satu
alumni kelas belajar menulis gelombang 8, yang bukunya sudah tembus 2 kali ke
penerbit mayor. Intip profil beliau dapat di
https://romadean.blogspot.com/2021/01/profil.html
Beliau berbagi topik tentang
Menulis dan Berbagi yang meupakan pengalamannya dalam menunjang produktifitas
menulis.
Buku-buku yang sudah ditulisnya
antara lain Buku Digital Transformation telah diterbitkan oleh Penerbit ANDI
dan menyusul Buku berjudul Flipped Classroom yang akan diterbitkan juga oleh
Penerbit ANDI. Kedua buku ini adalah tulisan kolaborasinya dengan Prof.
Richardus Eko Indrajit.
Buku Guru Menulis Guru Berkarya
adalah buku kumpulan resume Pelatihan Belajar Menulis gelombang 8. Sementara
Buku Tetesan Di Ujung Pena adalah buku kumpulan puisi yang beliau tulis di
bulan September-Desember 2020. Kedua buku ini beliau terbitkan di Penerbit
Indie.
Beliau yakin bahwa kita semua
memiliki ide dan pengalaman yang bisa dituliskan. Kita memiliki karunia untuk
menulis. Tinggal bagaimana mengolah kedua hal ini untuk menjadi penopang
tulisan yang terstruktur menjadi sebuah buku.
Membuat resume dari materi-materi
yang disampaikan narasumber adalah salah satu cara melatih keaktifan kita untuk
menulis. Jadikanlah menulis resume adalah menu wajib sekaligus alarm bagi kita
untuk konsisten menulis. Mengapa resume? Karena resume inilah yang paling mudah
kita bahasakan saat kita mulai belajar menulis. Kontennya sudah ada, tinggal
diolah dan diberi bumbu kreatifitas mengolah kata-kata sehingga bahasanya
renyah untuk dibaca (Kata Omjay dan Pak Mukminin).
Menulislah tanpa beban, seperti
air yang mengalir dari ketinggian, di mana ia akan berhenti di tempat yang
datar untuk menjadi satu kumpulan yang besar. Demikianlah kata demi kata yang
kita tuliskan, sedikit demi sedikit, pada akhirnya akan terkumpul menjadi
naskah yang bisa dibukukan.
Menurut format aturan UNESCO,
minimal isi buku adalah 40 halaman. Nah, untuk mencoba membuat buku dengan
standar ini, menulis minimal 20 resume dalam Pelatihan Belajar Menulis PGRI ini
menjadi kewajiban yang harus bapak/ibu guru lakukan. Jika tiap resume
menghasilkan masing-masing 5 halaman ukuran kertas A5, maka 20 resume sudah
menghasilkan 100 halaman naskah buku.
Selesaikan resume bapak/ibu, dan
segera miliki mahkota menulis, yakni hasil karya ber-ISBN yang akan diabadikan
oleh negara di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Untuk penerbitannya, hubungi
Pak Brian untuk mendapatkan informasi seputar penerbit Indie, bisa hubungi ibu
Sri Sugiastuti, pak Mukminin dan tentunya Omjay terkait penerbitan mayor.
Lalu kenapa menulis harus
berbagi? Sesuai dengan pengalaman beliau, membagikan praktik-praktik baik
tentang menulis kepada orang lain adalah pemberi motivasi bagi beliau untuk
terus menulis. Walaupun harus diakui bahwa motivasi menulis guru-guru di tiap
daerah itu berbeda-beda.
Selain membagikan tulisan di blog
ke grup WA sekolah dan media sosial, beliau juga ikut menuliskan artikel di https://guruberbagi.kemdikbud.go.id/artikel/pjj-dengan-perpaduan-kelas-virtual-4-plus-1/
dan https://guruberbagi.kemdikbud.go.id/artikel/belajar-efektif-dari-rumah-di-masa-darurat-covid-19/
Disamping tulisan dibaca oleh
guru-guru, kemdikbud juga memberikan bonus paket data. Tambahan untuk mendukung
PJJ di tempat beliau yang masih akan berlangsung hingga 1 April 2021, sesuai
instruksi Gubernur.
Selain itu beliau berbagi ke
rekan-rekan kerja di sekolah, termasuk mengajak rekan-rekan guru dari sekolah
lain untuk menulis. Supaya mereka termotivasi, beliau yang memberi bukti lebih
dulu. Beliau menulis puisi dan terbit jadi sebuah buku.
Akhirnya ada 2 rekan guru bahasa
Indonesia yang berminat. Beliau mengajak mereka menulis yang paling mudah
mereka lakukan, yakni menulis puisi.
Setelah dua bulan berjalan
akhirnya terkumpul 71 puisi yang siap dibukukan dengan judul buku Merajut Asa
di Badai Korona. Buku ini sementara
dalam proses terbit. Luar biasanya prof. Richardus Eko Indrajit memberikan
pengantar dalam buku puisi yang beliau tulis dengan dengan rekan guru dari
sekolah beliau tersebut.
Beliau berbagi demikian untuk
memberikan motivasi ke rekan-rekan guru di sekolah dan daerah beliau, terlebih
buat bapak/ibu sekalian yang ada di grup belajar menulis ini, bahwa menulis itu
bisa kita lakukan.
Terlebih bagi guru-guru PNS yang
ada di grup menulis PGRI ini, mari kita menjadi pionir untuk mengkampanyekan
naik pangkat secara bermartabat lewat karya tulis kita, salah satunya menulis
buku ber-ISBN.
Buku kumpulan resume adalah buku
yang berisi juga tentang pendidikan, yakni metode penulisan dan sebagainya,
seperti yang termuat dalam Buku 4 Pembinaan dan Pengembangan Profesi Guru
tentang Buku dalam Bidang Pendidikan, nah ketika kumpulan resume ini telah kita
olah sedemikian rupa kemudian diterbitkan jadi buku ber-ISBN, tentunya bisa
digunakan untuk naik pangkat.
Buku dalam bidang pendidikan yang
dicetak oleh penerbit dan ber-ISBN, nilainya 3. Sementara buku yang dicetak
oleh penerbit namun tidak ber-ISBN
nilainya 1,5.
Untuk bergabung di laman guru
berbagi, https://guruberbagi.kemdikbud.go.id maka mendaftar terlebih dahulu
menggunakan akun SIM PKB.
Setelah kita sudah memiliki akun,
maka kita bisa log in, setelah log in tampilan berandanya seperti ini. Ada dua
pilihan bagi guru untuk berbagi, yakni berbagi RPP dan berbagi Artikel.
Ketentuan Teknis Berbagi Artikel Refleksi Pembelajaran
Telah mengunggah RPP yang menjadi
dasar refleksi.
Jumlah kata dalam artikel minimal
300 kata dan maksimal 1000 kata.
Artikel berupa refleksi
pembelajaran atau praktik baik pengelolaan pembelajaran secara daring ataupun
luring.
Setelah klik SIMPAN, maka Artikel
Anda akan berstatus DRAF.
Klik Ajukan, untuk mengajukan ke
Kurator Mapel terkait.
Artikel Anda akan muncul di situs
portal apabila telah disetujui oleh admin, dengan sebelumnya melalui mekanisme
kurasi oleh pihak yang berkompeten.
Artikel Refleksi
Judul artikel menarik dan
menggambarkan isi artikel
Menceritakan pengalaman
pembelajaran berkaitan dengan RPP yang diunggah.
Refleksi pembelajaran yang
dilakukan, …
Jika berpedoman ke Buku 4
Pembinaan dan Pengembangan Profesi Guru tahun 2019, buku kumpulan cerpen
minimal 10 cerpen. Menulis cerpen ini sementara juga beliau kembangkan dengan
beberapa guru untuk menulis cerpen dan dibukukan untuk diterbitkan. Buku dengan
minimal 10 cerpen masuk dalam kategori kompleks dengan angka kredit 4. Namun,
kita juga bisa menulis buku cerpen ber-ISBN kategori sederhana sebanyak minimal
5 cerpen dengan angka kredit 2. Menulis cerpen yg bisa dinilaikan 5 cerpen
mendapatkan nilai 2 termasuk karya sederhana. Dan 10 cerpen nilai 4 termasuk
karya yg kompleks
Di zaman yang serba canggih
seperti sekarang, berbagi informasi atau tulisan tentang ilmu yang baru
rasa-rasanya membutuhkan perjuangan yang ekstra jika dibanding membagi undangan
makan-makan atau informasi barang diskonan. Cara yang tepat atau trik
khusus agar tepat memilih orang untuk kita bagikan tulisan tersebut adalah trik
pedagang keliling seperti yang disampaikan Omjay, share saja berulang-ulang,
suatu saat pasti ada yang berminat. Beliau sering share tulisan blog di medsos, namun lebih banyak yang tidak
terbaca dari pada terbacanya. Terkait minat pembaca sebenarnya ada hubungannya
dengan tipe teman-teman kita di medsos, kalau tipe teman-teman kita lebih
banyak pembuat canda, maka tulisan yang kita share minimal judulnya bernada
lucu, kemudian tambahkan gambar/foto yang mendukung narasi kita.
Sebagai penutup materi, beliau
menyampaikan kata-kata motivasinya, “Menulislah seperti air mengalir, setiap
ada kendala selalu ada jalan keluarnya, seperti air yang senantiasa mencari
celah baginya untuk mengalir. Tantangan terbesar menulis adalah diri kita. Jadi
mari kalahkan diri kita agar kita konsisten menulis di tengah keterbatasan yang
melingkupi kita”.
Terima kasih Pak Roma. Banyak
jalan menuju Roma ya Pak Roma 😀
Tidak ada komentar:
Posting Komentar