Senin, 01 Februari 2021

Berbagi Ilmu Melalui Tulisan

Oleh Yuliani, S.Pd

(Guru SDN 7 Nisam Kab. Aceh Utara)

 

Semakin hari semakin menarik dan penuh tantangan dalam menulis, namun perlahan Insya Allah dapat beliau atasi dengan tekat  dan kemauan dengan bimbingan para master hebat di Grup Belajar Menulis Gelombang 17 dibawah naungan Om Jay.

Narasumber malam ini adalah Pak Yulius Roma Patandean, S.Pd. Pria kelahiran 6 Juli 1988 ini adalah salah satu alumni kelas belajar menulis gelombang 8, yang bukunya sudah tembus 2 kali ke penerbit mayor. Intip profil beliau dapat di https://romadean.blogspot.com/2021/01/profil.html

Beliau berbagi topik tentang Menulis dan Berbagi yang meupakan pengalamannya dalam menunjang produktifitas menulis.

Buku-buku yang sudah ditulisnya antara lain Buku Digital Transformation telah diterbitkan oleh Penerbit ANDI dan menyusul Buku berjudul Flipped Classroom yang akan diterbitkan juga oleh Penerbit ANDI. Kedua buku ini adalah tulisan kolaborasinya dengan Prof. Richardus Eko Indrajit.

Buku Guru Menulis Guru Berkarya adalah buku kumpulan resume Pelatihan Belajar Menulis gelombang 8. Sementara Buku Tetesan Di Ujung Pena adalah buku kumpulan puisi yang beliau tulis di bulan September-Desember 2020. Kedua buku ini beliau terbitkan di Penerbit Indie.

Beliau yakin bahwa kita semua memiliki ide dan pengalaman yang bisa dituliskan. Kita memiliki karunia untuk menulis. Tinggal bagaimana mengolah kedua hal ini untuk menjadi penopang tulisan yang terstruktur menjadi sebuah buku.

Membuat resume dari materi-materi yang disampaikan narasumber adalah salah satu cara melatih keaktifan kita untuk menulis. Jadikanlah menulis resume adalah menu wajib sekaligus alarm bagi kita untuk konsisten menulis. Mengapa resume? Karena resume inilah yang paling mudah kita bahasakan saat kita mulai belajar menulis. Kontennya sudah ada, tinggal diolah dan diberi bumbu kreatifitas mengolah kata-kata sehingga bahasanya renyah untuk dibaca (Kata Omjay dan Pak Mukminin).

Menulislah tanpa beban, seperti air yang mengalir dari ketinggian, di mana ia akan berhenti di tempat yang datar untuk menjadi satu kumpulan yang besar. Demikianlah kata demi kata yang kita tuliskan, sedikit demi sedikit, pada akhirnya akan terkumpul menjadi naskah yang bisa dibukukan.

Menurut format aturan UNESCO, minimal isi buku adalah 40 halaman. Nah, untuk mencoba membuat buku dengan standar ini, menulis minimal 20 resume dalam Pelatihan Belajar Menulis PGRI ini menjadi kewajiban yang harus bapak/ibu guru lakukan. Jika tiap resume menghasilkan masing-masing 5 halaman ukuran kertas A5, maka 20 resume sudah menghasilkan 100 halaman naskah buku.

Selesaikan resume bapak/ibu, dan segera miliki mahkota menulis, yakni hasil karya ber-ISBN yang akan diabadikan oleh negara di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Untuk penerbitannya, hubungi Pak Brian untuk mendapatkan informasi seputar penerbit Indie, bisa hubungi ibu Sri Sugiastuti, pak Mukminin dan tentunya Omjay terkait penerbitan mayor.

Lalu kenapa menulis harus berbagi? Sesuai dengan pengalaman beliau, membagikan praktik-praktik baik tentang menulis kepada orang lain adalah pemberi motivasi bagi beliau untuk terus menulis. Walaupun harus diakui bahwa motivasi menulis guru-guru di tiap daerah itu berbeda-beda.

Selain membagikan tulisan di blog ke grup WA sekolah dan media sosial, beliau juga ikut menuliskan artikel di https://guruberbagi.kemdikbud.go.id/artikel/pjj-dengan-perpaduan-kelas-virtual-4-plus-1/ dan https://guruberbagi.kemdikbud.go.id/artikel/belajar-efektif-dari-rumah-di-masa-darurat-covid-19/

Disamping tulisan dibaca oleh guru-guru, kemdikbud juga memberikan bonus paket data. Tambahan untuk mendukung PJJ di tempat beliau yang masih akan berlangsung hingga 1 April 2021, sesuai instruksi Gubernur.

Selain itu beliau berbagi ke rekan-rekan kerja di sekolah, termasuk mengajak rekan-rekan guru dari sekolah lain untuk menulis. Supaya mereka termotivasi, beliau yang memberi bukti lebih dulu. Beliau menulis puisi dan terbit jadi sebuah buku.

Akhirnya ada 2 rekan guru bahasa Indonesia yang berminat. Beliau mengajak mereka menulis yang paling mudah mereka lakukan, yakni menulis puisi.

Setelah dua bulan berjalan akhirnya terkumpul 71 puisi yang siap dibukukan dengan judul buku Merajut Asa di Badai Korona.  Buku ini sementara dalam proses terbit. Luar biasanya prof. Richardus Eko Indrajit memberikan pengantar dalam buku puisi yang beliau tulis dengan dengan rekan guru dari sekolah beliau tersebut.

Beliau berbagi demikian untuk memberikan motivasi ke rekan-rekan guru di sekolah dan daerah beliau, terlebih buat bapak/ibu sekalian yang ada di grup belajar menulis ini, bahwa menulis itu bisa kita lakukan.

Terlebih bagi guru-guru PNS yang ada di grup menulis PGRI ini, mari kita menjadi pionir untuk mengkampanyekan naik pangkat secara bermartabat lewat karya tulis kita, salah satunya menulis buku ber-ISBN.

Buku kumpulan resume adalah buku yang berisi juga tentang pendidikan, yakni metode penulisan dan sebagainya, seperti yang termuat dalam Buku 4 Pembinaan dan Pengembangan Profesi Guru tentang Buku dalam Bidang Pendidikan, nah ketika kumpulan resume ini telah kita olah sedemikian rupa kemudian diterbitkan jadi buku ber-ISBN, tentunya bisa digunakan untuk naik pangkat.

Buku dalam bidang pendidikan yang dicetak oleh penerbit dan ber-ISBN, nilainya 3. Sementara buku yang dicetak oleh penerbit namun  tidak ber-ISBN nilainya 1,5.

Untuk bergabung di laman guru berbagi, https://guruberbagi.kemdikbud.go.id maka mendaftar terlebih dahulu menggunakan akun SIM PKB.

Setelah kita sudah memiliki akun, maka kita bisa log in, setelah log in tampilan berandanya seperti ini. Ada dua pilihan bagi guru untuk berbagi, yakni berbagi RPP dan berbagi Artikel.

Ketentuan Teknis Berbagi Artikel Refleksi Pembelajaran

Telah mengunggah RPP yang menjadi dasar refleksi.

Jumlah kata dalam artikel minimal 300 kata dan maksimal 1000 kata.

Artikel berupa refleksi pembelajaran atau praktik baik pengelolaan pembelajaran secara daring ataupun luring.

Setelah klik SIMPAN, maka Artikel Anda akan berstatus DRAF.

Klik Ajukan, untuk mengajukan ke Kurator Mapel terkait.

Artikel Anda akan muncul di situs portal apabila telah disetujui oleh admin, dengan sebelumnya melalui mekanisme kurasi oleh pihak yang berkompeten.

Artikel Refleksi

Judul artikel menarik dan menggambarkan isi artikel

Menceritakan pengalaman pembelajaran berkaitan dengan RPP yang diunggah.

Refleksi pembelajaran yang dilakukan, …

Jika berpedoman ke Buku 4 Pembinaan dan Pengembangan Profesi Guru tahun 2019, buku kumpulan cerpen minimal 10 cerpen. Menulis cerpen ini sementara juga beliau kembangkan dengan beberapa guru untuk menulis cerpen dan dibukukan untuk diterbitkan. Buku dengan minimal 10 cerpen masuk dalam kategori kompleks dengan angka kredit 4. Namun, kita juga bisa menulis buku cerpen ber-ISBN kategori sederhana sebanyak minimal 5 cerpen dengan angka kredit 2. Menulis cerpen yg bisa dinilaikan 5 cerpen mendapatkan nilai 2 termasuk karya sederhana. Dan 10 cerpen nilai 4 termasuk karya yg kompleks

Di zaman yang serba canggih seperti sekarang, berbagi informasi atau tulisan tentang ilmu yang baru rasa-rasanya membutuhkan perjuangan yang ekstra jika dibanding membagi undangan makan-makan atau informasi barang diskonan. Cara yang tepat atau trik khusus agar tepat memilih orang untuk kita bagikan tulisan tersebut adalah trik pedagang keliling seperti yang disampaikan Omjay, share saja berulang-ulang, suatu saat pasti ada yang berminat. Beliau sering share tulisan blog  di medsos, namun lebih banyak yang tidak terbaca dari pada terbacanya. Terkait minat pembaca sebenarnya ada hubungannya dengan tipe teman-teman kita di medsos, kalau tipe teman-teman kita lebih banyak pembuat canda, maka tulisan yang kita share minimal judulnya bernada lucu, kemudian tambahkan gambar/foto yang mendukung narasi kita.

Sebagai penutup materi, beliau menyampaikan kata-kata motivasinya, “Menulislah seperti air mengalir, setiap ada kendala selalu ada jalan keluarnya, seperti air yang senantiasa mencari celah baginya untuk mengalir. Tantangan terbesar menulis adalah diri kita. Jadi mari kalahkan diri kita agar kita konsisten menulis di tengah keterbatasan yang melingkupi kita”.

Terima kasih Pak Roma. Banyak jalan menuju Roma ya Pak Roma 😀

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Best Practice Literasi dan Numerasi

Oleh Yuliani, S.Pd Assalamu 'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh, Alhamdulillah saat ini penulis telah menyelesaikan rangkaian kegiatan ...