Assalamu 'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh,
Alhamdulillah pembelajaran pada PGP telah berada pada Modul 2.1 Memenuhi Kebutuhan Belajar Murid Melalui Pembelajaran Berdiferensiasi. Awalnya masih bingung tentang Pembelajaran Berdiferensiasi. Namun setelah mempelajari modul ini, berkomunikasi dengan Fasil dan Rekan CGP melalui Gmeet, forum diskusi di LMS dan WAG, Alhamdulillah saya mulai memahami apa yang dimaksud dengan pembelajaran berdiferensiasi dan bagaimana penerapannya dalam pembelajaran di kelas.
Pengalaman yang paling berkesan saat proses pembelajaran di kelas dengan murid yang beragam karakter, latar belakang, tongkat kemampuan dan lainnya sangat oenarik perhatian saya. Ada siswa yang cerdas, dan anak seorang guru namun secara sosial, dia kurang bergaul dan memilih teman dan cenderung tidak mau bekerjasama dg teman dengan alasan temannya suka mencontek saja tanpa mau berusaha. Ada murid yang pintar matematika, namun kurang dalam bahasa. Dia mampu menjawab pertanyaan lisan tentang matematika dengan mudah, namun dia kesulitan saat harus membaca soal. Dan berbagai macam keadaan lain.
Untuk mengatasi hal ini, saya menerapkan belajar berpasangan, awalnya dengan mengingatkan tentang keyakinan kelas yang telah kami buat, diantaranya saling menyayangi dan saling berbagi.
Pembelajaran berdiferesiensi yang saya ketahui yaitu tentang beragam perbedaan yang terdapat dalam diri peserta didik dan bagaimana guru memahami perbedaan tersebut untuk memberikan pembelajaran yang adil dan merata.
Berikut Kutipan saya dari LMS PGP Angkatan 4, "Pembelajaran berdiferensiasi adalah serangkaian keputusan masuk akal (common sense) yang dibuat oleh guru yang berorientasi kepada kebutuhan murid. Keputusan-keputusan yang dibuat tersebut adalah yang terkait dengan:
- Kurikulum yang memiliki tujuan pembelajaran yang didefinisikan secara jelas. Jadi bukan hanya guru yang perlu jelas dengan tujuan pembelajaran, namun juga muridnya.
- Bagaimana guru menanggapi atau merespon kebutuhan belajar muridnya. Bagaimana ia akan menyesuaikan rencana pembelajaran untuk memenuhi kebutuhan belajar murid tersebut. Misalnya, apakah ia perlu menggunakan sumber yang berbeda, cara yang berbeda, dan penugasan serta penilaian yang berbeda.
- Bagaimana mereka menciptakan lingkungan belajar yang “mengundang’ murid untuk belajar dan bekerja keras untuk mencapai tujuan belajar yang tinggi. Kemudian juga memastikan setiap murid di kelasnya tahu bahwa akan selalu ada dukungan untuk mereka di sepanjang prosesnya.
- Manajemen kelas yang efektif. Bagaimana guru menciptakan prosedur, rutinitas, metode yang memungkinkan adanya fleksibilitas. Namun juga struktur yang jelas, sehingga walaupun mungkin melakukan kegiatan yang berbeda, kelas tetap dapat berjalan secara efektif.
- Penilaian berkelanjutan. Bagaimana guru tersebut menggunakan informasi yang didapatkan dari proses penilaian formatif yang telah dilakukan, untuk dapat menentukan murid mana yang masih ketinggalan, atau sebaliknya, murid mana yang sudah lebih dulu mencapai tujuan belajar yang ditetapkan.Sebelum membuat RPP Berdiferensiasi, langkah yang harus guru lakukan adalah dengan menentukan kebutuhan murid.
Tomlinson (2001) dalam bukunya yang berjudul How to Differentiate Instruction in Mixed Ability Classroom menyampaikan bahwa kita dapat mengkategorikan kebutuhan belajar murid, paling tidak berdasarkan 3 aspek. Ketiga aspek tersebut adalah Kesiapan belajar (readiness) murid, Minat murid dan Profil belajar murid".
Kesiapan belajar anak merupakan diagnosa awal yang dilakukan guru dalam memulai pembelajaran. Sebagai guru, diagnosa awal yang dapat dilakukan terhadap siswa untuk dapat membuat RPP berdiferensiasi adalah dengan membuat pemetaan kebutuhan belajar murid.
Kesiapan belajar merupakan kemampuan murid untuk mempelajari materi baru. Minat merupakan suatu keadaan mental yang menghasilkan respons terarah kepada suatu situasi atau objek tertentu yang menyenangkan dan memberikan kepuasan diri. Sedangkan Profil belajar murid dapat saya asumsikan sebagai gaya belajar murid.
Pentingnya pemetaan kebutuhan belajar murid akan menjadi faktor pendukung dalam keberhasilan RPP berdiferensiasi yang kita laksanakan di kelas. Rencana pembelajaran yang dibuat harus mengimplementasikan salah satu dari diferensiasi konten, proses, atau produk.
Sesuai dengan kebutuhan belajar siswa, kita sebagai guru dapat menentukan pengimplementasian RPP kita apakah berdasarkan konten, proses atau produk. Perbedaan kasus/masalah yang dialami siswa, tentunya tidak dapat diselesaikan dengan cara yang sama. Sebagaimana halnya seorang Dokter yang memberikan obat dengan jenis dan dosis yang berbeda pada pasien dengan penyakit yang berbeda.
Berikut contoh RPP berdiferensiasi yang saya buat untuk dilaksanakan di Kelas 4 SD Semester 2.
Demikianlah Jurnal Refleksi yang dapat saya sampaikan minggu ini. Semoga bermanfaat bagi kita semua. terima kasih.
Salam guru Penggerak. Guru Bergerak Indojnesia Maju.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar