Sabtu, 23 April 2022

Jurnal Refleksi - Minggu 18

Assalamu 'alaikum wr. wb,

Alhamdulillah, setelah mengikuti pembelajaran Modul 3.1 pada minggu ini, saya banyak mendapatkan pemahaman dan pengalaman tentang bagaimana mengambil sebuah keputusan dengan menganalisis sebuah permasalahan yang kita hadapi, apakah sebuah dilema etika ataukah bujukan moral. Serta bagaimana langkah-langkah yang tepat dalam mengambil sebuah keputusan sebagai seorang pemimpin pembelajaran. 

Saya memahami bahwa dilema etika adalah sebuah keputusan yang harus kita ambil dengan mempertimbangkan benar lawan benar sedangkan bujukan moral adalah dengan mempertimbangkan benar lawan salah, yang bisa jadi salah disini adalah melanggar hukum. 

Saya juga memperoleh pengetahuan tentang 4 paradigma yang dapat digunakan dalam pengambilan keputusan yaitu Individu lawan masyarakat (individual vs community), Rasa keadilan lawan rasa kasihan (justice vs mercy), Kebenaran lawan kesetiaan (truth vs loyalty), dan Jangka pendek lawan  jangka panjang (short term vs long term). 

Dalam mengambil sebuah kepuputusan harus berpijak pada 3 prinsip pengambilan keputusan yaitu Berpikir Berbasis Hasil Akhir (Ends-Based Thinking), Berpikir Berbasis Peraturan (Rule-Based Thinking), Berpikir Berbasis Rasa Peduli (Care-Based Thinking). 

4 paradigma dan 3 prinsip pengambilan keputusan akan diterapkan pada 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan yang harus kita lakukan agar keputusan yang kita ambil menjadi sebuah keputusan yang bijaksana dan tak akan disesali kemudian hari dengan kata lain berpikir sebelum bertindak. Langkah-langkah tersebut antara lain 1) Tentukan nilai-nilai yang saling bertentangan dalam studi kasus tersebut, 2) Tentukan siapa yang terlibat dalam situasi ini, 3) Kumpulkan fakta-fakta yang relevan dengan situasi ini, 4) Pengujian benar atau salah (Uji legal, Uji Regulasi, Uji Intuisi, Uji halaman depan Koran, Uji panutan), 5) Pengujian Paradigma Benar lawan Benar, 6) Melakukan Prinsip Resolusi, 7) Investigasi Opsi Trilema, 8) Buat Keputusan, 9) Lihat lagi Keputusan dan Refleksikan.   

Hal baik yang saya alami dalam proses tersebut adalah selain mampu mengidentifikasi permasalahan yang saya hadapi, apakah merupakan sebuah dilema etika ataukah bujukan moral? Jika permasalahan tersebut merupakan dilema etika, maka saya akan menerapkan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan agar keputusan yang saya ambil, ke depan tidak akan menimbulkan permasalahan baru dan menjadi penyesalan.  

Hal-hal yang menurut saya di luar dugaan adalah bahwa dari dilema yang kita hadapi tidak hanya muncul 2 opsi, namun dari 2 opsi tersebut dapat menghadirkan opsi ke tiga yang disebut dengan istilah opsi trilema. 

Pengalaman saya dalam menggunakan ketiga materi tersebut dalam proses saya mengambil keputusan dalam situasi dilema etika yang saya hadapi selama ini yaitu sebelum saya mengikuti PGP dan belum memperoleh ilmu yang sangat bermanfaat tentang budaya positif dan berpihak pada anak serta bagaimana pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran.

Hambatan atau kesulitan yang saya alami selama proses pembelajaran pada minggu ini adalah pada saat mencoba menyelesaikan kasus sebagai Kepala Sekolah baru yang dihadapkan pada permasalahan dengan penerbit yang memberikan fee kepada Kepala Sekolah sebagaimana hal rutin yang telah dilakukan sebelumnya. Disini, saya masih ragu akan respon yang saya berikan. Walaupun pada sesi Elaborasi bersama Instruktur dikatakan bahwa tidak ada yang salah dan tidak ada yang benar dari respon yang kami berikan.  

Yang saya lakukan dalam mengatasi kendala tersebut adalah melakukan pengujian ulang sebagaimana 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan. Juga mencari referensi respon rekan-rekan CGP dan berkoordinasi dengan rekan-rekan guru dan Kepsek.

Selama pembelajaran berlangsung, saya sangat senang karena walau seperti Instruktur katakan bahwa ini merupakan Modul yang sangat ribet, namun memang hal ini merupakan fakta yang sering terjadi di lapangan dan trik bagaimana menghadapinya, sangat saya butuhkan. Dengan mempelajari Modul 3.1 ini saya berharap dapat menjadi seorang pemimpin pembelajaran yang mumpuni.

Pelajaran yang saya dapatkan dari proses ini adalah menjadi seseorang yang lebih berhati-hati dan tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan terhadap permasalahan yang saya hadapi agar menjadi seorang yang bijak, sehingga keputusan yang saya ambil menjadi keputusan yang baik, dan tak kan saya sesali, juga menghindari munculnya permasalahan baru. 

Setelah proses ini, saya paham bahwa seorang pemimpin pembelajaran harus dapat menjadi seorang panutan yang dengan keputusan-keputusan yang diambilnya mampu meningkatkan kualitas pembelajaran yang berpihak pada anak.

Hal yang bisa saya lakukan dengan lebih baik jika saya melakukan hal serupa di masa depan adalah mengambil keputusan berdasarkan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan sebagai pemimpin pembelajaran yang berpihak pada anak. Jika ada beberapa dari 5 langkah pengujian, mendapatkan jawaban ya, berarti hal itu merupakn bujukan moral, maka perlu saya hindari dan tinggalkan. Namun jika jawabannya "tidak", sehingga lebih mengarah pada dilema etika, maka saya harus dapat mengontrol diri untuk dapat membuat keputusan yang tepat dan bermanfaat.

Setelah belajar dari peristiwa ini, saya akan melakukan aksi/tindakan berupa 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan sebagai pemimpin pembelajaran yang berpihak pada anak.

Demikianlah yang dapat saya paparkan dalam jurnal refleksi minggu ini. Semoga dapat bermanfaat.

Terima kasih. Salam Guru Penggerak, Guru Bergerak, Indonesia Maju.

Wassalamu 'alaikum wr. wb,


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Best Practice Literasi dan Numerasi

Oleh Yuliani, S.Pd Assalamu 'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh, Alhamdulillah saat ini penulis telah menyelesaikan rangkaian kegiatan ...